23.9 C
Pontianak
Thursday, December 1, 2022

Wapres Minta Pengusaha Kalbar Bangun Kolaborasi

PONTIANAK – Wakil Presiden  Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengaku bangga dengan pengusaha yang berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat untuk menghilirisasi produk-produk di daerah termasuk di Kalbar.

Ma’ruf mendorong para pengusaha  membangun kolaborasi untuk kemajuan bersama. Selain itu, Wapres juga berharap para pengusaha menerapkan digitalisasi dalam membangun bisnis.

“Kemudian menumbuhkan, menginkubasi para pengusaha yang punya bakat usaha ditumbuhkan,” ungkapnya usai membuka secara resmi Silaturahmi Bisnis XIV Ikatan Saudagar Muslim Indonesia di Pontianak, Rabu (23/11).

Menurut Ma’ruf para pengusaha memiliki peran dalam penguatan ekonomi nasional. Hanya saja  persentase pengusaha di Indonesia jauh dibanding negara maju.

“Dibanding beberapa negara maju. Pengusaha kita itu persentasenya kecil. Ini yang harus diperbanyak menjadi usahawan-usahawan,” paparnya.

Ma’ruf juga berpesan agar meningkatkan potensi pengusaha yang sudah ada agar tidak menjadi pengusaha yang kerdil.

“Saya menyebutnya jangan sampai menjadi pengusaha yang stunting ini supaya didorong, di tumbuhkan,” jelasnya.

Wapres juga mengapresiasi silaturahim yang digelar Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) yang menurutnya baik dalam rangka mengembangkan usaha dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Penipuan Pinjol Traveloka Terbongkar

“Juga dalam rangka penguatan ekonomi nasional,” paparnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji berharap kegiatan silaturahmi bisnis ini semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalbar.

Di hadapan Wapres, Midji juga menyampaikan adanya pertemuan BIMP-EAGA di Kalbar. Pertemuan ini, kata dia  akan membicarakan peluang-peluang bisnis,  pariwisata, perdagangan, industri transportasi, ketenagalistrikan pertanian, lingkungan hidup, kebudayaan dan pendidikan.

“Insyaallah kegiatan ini  akan banyak sekali membawa peluang-peluang pertumbuhan ekonomi kita,”paparnya.

Midji mengungkapan, angka kemiskinan di Kalbar saat ini 6,73 persen dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Menurut Midji, Salah satu peluang yang sangat besar di Kalbar ini dari sektor pariwisata. “Kalbar mempunyai pantai sangat bersih, 55 kilometer tanpa putus dan itu nomor 2 terpanjang di dunia. Dan ini belum mendapat perhatian sama sekali. Letaknya di perbatasan Malaysia, di kabupaten Sambas,” papar Midji.

Menurut Midji, beberapa tahun ini kemajuan daerah tersebut sangat besar, sehingga pariwisata ke depan akan menjadi sektor andalan di Kalbar.

Baca Juga :  Kolaborasi, Solusi dan Jalan Inklusi: Mengulik Kartu Kredit Danamon-Grab

Di sektor pertambangan, lanjut Midji harus mengubah bauksit mentah menjadi bahan setengah jadi. Jika bauksit itu dijadikan alumina, maka nilai tambahnya kata Midji menjadi 7,2 kali. Jika menjadi alumunium, maka 19,4 kali nilai tambahnya.

“Coba kita bayangkan, Kalbar itu memiliki deposit bauksit itu lebih 50 persen dari yang ada di Indonesia,” paparnya.

Kalbar juga menjadi penghasil CPO terbesar nomor 2 di Indonesia, yakni 5,6 sampai 6 juta ton per tahun.

“Ini sangat besar potensinya. Konsesi lahan untuk perkebunan sawit 3,2 juta hektar. Yang baru ditanam 2 juta 60 meter,” ulasnya.

Terkait buah-buahan di Kalbar, lanjut Midji termasuk penghasil buah-buahan cukup besar. Bahkan Kalbar juga pengekspor pasta durian ke Cina, Hongkong dan taiwan. “Lebih dari 150 ton per tahun.

“Ini akan terus meningkat seiring meningkatnya produktivitas buah-buahan di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (mrd)

PONTIANAK – Wakil Presiden  Republik Indonesia Ma’ruf Amin mengaku bangga dengan pengusaha yang berupaya melakukan pemberdayaan masyarakat untuk menghilirisasi produk-produk di daerah termasuk di Kalbar.

Ma’ruf mendorong para pengusaha  membangun kolaborasi untuk kemajuan bersama. Selain itu, Wapres juga berharap para pengusaha menerapkan digitalisasi dalam membangun bisnis.

“Kemudian menumbuhkan, menginkubasi para pengusaha yang punya bakat usaha ditumbuhkan,” ungkapnya usai membuka secara resmi Silaturahmi Bisnis XIV Ikatan Saudagar Muslim Indonesia di Pontianak, Rabu (23/11).

Menurut Ma’ruf para pengusaha memiliki peran dalam penguatan ekonomi nasional. Hanya saja  persentase pengusaha di Indonesia jauh dibanding negara maju.

“Dibanding beberapa negara maju. Pengusaha kita itu persentasenya kecil. Ini yang harus diperbanyak menjadi usahawan-usahawan,” paparnya.

Ma’ruf juga berpesan agar meningkatkan potensi pengusaha yang sudah ada agar tidak menjadi pengusaha yang kerdil.

“Saya menyebutnya jangan sampai menjadi pengusaha yang stunting ini supaya didorong, di tumbuhkan,” jelasnya.

Wapres juga mengapresiasi silaturahim yang digelar Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) yang menurutnya baik dalam rangka mengembangkan usaha dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Wapres Ma'ruf Amin: Vaksinasi Sejalan Dengan Ajaran Islam

“Juga dalam rangka penguatan ekonomi nasional,” paparnya.

Gubernur Kalbar Sutarmidji berharap kegiatan silaturahmi bisnis ini semakin mempercepat pertumbuhan ekonomi khususnya di Kalbar.

Di hadapan Wapres, Midji juga menyampaikan adanya pertemuan BIMP-EAGA di Kalbar. Pertemuan ini, kata dia  akan membicarakan peluang-peluang bisnis,  pariwisata, perdagangan, industri transportasi, ketenagalistrikan pertanian, lingkungan hidup, kebudayaan dan pendidikan.

“Insyaallah kegiatan ini  akan banyak sekali membawa peluang-peluang pertumbuhan ekonomi kita,”paparnya.

Midji mengungkapan, angka kemiskinan di Kalbar saat ini 6,73 persen dan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional. Menurut Midji, Salah satu peluang yang sangat besar di Kalbar ini dari sektor pariwisata. “Kalbar mempunyai pantai sangat bersih, 55 kilometer tanpa putus dan itu nomor 2 terpanjang di dunia. Dan ini belum mendapat perhatian sama sekali. Letaknya di perbatasan Malaysia, di kabupaten Sambas,” papar Midji.

Menurut Midji, beberapa tahun ini kemajuan daerah tersebut sangat besar, sehingga pariwisata ke depan akan menjadi sektor andalan di Kalbar.

Baca Juga :  Sultan Imbau Warga Ikut Vaksin

Di sektor pertambangan, lanjut Midji harus mengubah bauksit mentah menjadi bahan setengah jadi. Jika bauksit itu dijadikan alumina, maka nilai tambahnya kata Midji menjadi 7,2 kali. Jika menjadi alumunium, maka 19,4 kali nilai tambahnya.

“Coba kita bayangkan, Kalbar itu memiliki deposit bauksit itu lebih 50 persen dari yang ada di Indonesia,” paparnya.

Kalbar juga menjadi penghasil CPO terbesar nomor 2 di Indonesia, yakni 5,6 sampai 6 juta ton per tahun.

“Ini sangat besar potensinya. Konsesi lahan untuk perkebunan sawit 3,2 juta hektar. Yang baru ditanam 2 juta 60 meter,” ulasnya.

Terkait buah-buahan di Kalbar, lanjut Midji termasuk penghasil buah-buahan cukup besar. Bahkan Kalbar juga pengekspor pasta durian ke Cina, Hongkong dan taiwan. “Lebih dari 150 ton per tahun.

“Ini akan terus meningkat seiring meningkatnya produktivitas buah-buahan di Kalimantan Barat,” pungkasnya. (mrd)

Most Read

Artikel Terbaru

/