alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Kampanyekan Penanganan Anemia di Peringatan Hari Gizi

PONTIANAK – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi Kota Pontianak membagikan masker dan leaflet remaja putri bebas anemia pada rangkaian kegiatan peringatan hari gizi ke 61 Minggu (24/1). Tahun ini, fokus ahli gizi adalah remaja dan menurunkan angka anemia.

“Pembagian masker dan leaflet ini kami (DPC Persatuan Ahli Gizi Kota Pontianak) lakukan dalam rangkaian peringatan hari gizi yang jatuhnya di hari ini. Pembagian masker di kawasan waterfront sudah dilakukan kemarin,” ujar Ketua Ahli Gizi Kota Pontianak, Herkulana kepada Pontianak Post (25/1).

Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari. Tahun ini fokus peringatan hari gizi menyasar pada remaja dan anemia. Berdasar data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, terdapat 32 persen angka anemia remaja se nasional. Artinya 3 sampai 4 dari 10 remaja menderita anemia.

Baca Juga :  Maksimalkan Peran Dharma Wanita Bantu Program Pembangunan

Kasus anemia merupakan salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada usia remaja. Akibat dari anemia dapat meningkatkan kerentanan terhadap munculnya penyakit di usia dewasa serta beresiko melahirkan generasi yang bermasalah pada gizi.

Persoalan gizi pada remaja juga berpengaruh pada perkembangan kognitif, produktivitas, kinerja serta daya saing di tingkat global. Apabila tidak ditekan, ancaman besar akan mengintai terhadap kualitas SDM pada masa depan.

Dalam upaya penanggulangan anemia, sudah dilakukan dengan pemberian suplementasi tambah darah pada remaja putri. Remaja putri menjadi sasaran dikarenakan ada siklus haid dan ke depannya remaja putri menjadi calon ibu, tentunya harus bebas dari anemia. Karena anemia pada ibu hamil bisa berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Salah satu yang membahayakan adalah pendarahan yang berujung kematian.

Baca Juga :  Selamatkan Uang Negara Rp21 Miliar

“Meski peringatannya di saat pandemi, kami tetap berupaya memberikan edukasi khususnya remaja putri untuk menekan angka anemia. Dalam kegiatan kami juga menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.(iza)

PONTIANAK – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Ahli Gizi Kota Pontianak membagikan masker dan leaflet remaja putri bebas anemia pada rangkaian kegiatan peringatan hari gizi ke 61 Minggu (24/1). Tahun ini, fokus ahli gizi adalah remaja dan menurunkan angka anemia.

“Pembagian masker dan leaflet ini kami (DPC Persatuan Ahli Gizi Kota Pontianak) lakukan dalam rangkaian peringatan hari gizi yang jatuhnya di hari ini. Pembagian masker di kawasan waterfront sudah dilakukan kemarin,” ujar Ketua Ahli Gizi Kota Pontianak, Herkulana kepada Pontianak Post (25/1).

Hari Gizi Nasional diperingati setiap 25 Januari. Tahun ini fokus peringatan hari gizi menyasar pada remaja dan anemia. Berdasar data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, terdapat 32 persen angka anemia remaja se nasional. Artinya 3 sampai 4 dari 10 remaja menderita anemia.

Baca Juga :  Maksimalkan Peran Dharma Wanita Bantu Program Pembangunan

Kasus anemia merupakan salah satu masalah gizi yang banyak terjadi pada usia remaja. Akibat dari anemia dapat meningkatkan kerentanan terhadap munculnya penyakit di usia dewasa serta beresiko melahirkan generasi yang bermasalah pada gizi.

Persoalan gizi pada remaja juga berpengaruh pada perkembangan kognitif, produktivitas, kinerja serta daya saing di tingkat global. Apabila tidak ditekan, ancaman besar akan mengintai terhadap kualitas SDM pada masa depan.

Dalam upaya penanggulangan anemia, sudah dilakukan dengan pemberian suplementasi tambah darah pada remaja putri. Remaja putri menjadi sasaran dikarenakan ada siklus haid dan ke depannya remaja putri menjadi calon ibu, tentunya harus bebas dari anemia. Karena anemia pada ibu hamil bisa berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Salah satu yang membahayakan adalah pendarahan yang berujung kematian.

Baca Juga :  Selamatkan Uang Negara Rp21 Miliar

“Meski peringatannya di saat pandemi, kami tetap berupaya memberikan edukasi khususnya remaja putri untuk menekan angka anemia. Dalam kegiatan kami juga menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/