alexametrics
30.6 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Cerlang Hadirkan Sekolah Ramah Anak

Memahami Keberagaman Melalui Pendidikan Inklusi

Kreativitas ditunjukkan pelajar Sekolah Alam Terpadu Cerlang dalam berbagai kegiatan seni budaya. Selain dalam bentuk tarian, drama, juga dalam bentuk kerajinan tangan. Tujuannya mengasah kreativitas dan memahami keberagaman.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

KEGIATAN seni budaya merupakan beberapa dari 10 kecerdasan yang dikembangkan di Cerlang, yakni kecerdasan culltural, musical-audio, intrapersonal, bodily-kinesthetic, dan verbal-linguistik.

Sebagai sekolah ramah anak, sekolah ini menerapkan program sesuai dengan fitrah atau alamiah anak. Ketika bermain, anak mengeksplorasi dunia imajinasi, sebagai landasan pola pikir kreatif. Tercipta lebih banyak keriangan, kelincahan, dan kecerdasan saat anak bermain, dibanding anak semata belajar dalam ruang kelas, duduk dan diam mendengarkan ucapan guru serta menghafal pelajaran.

Dian Lestari, Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cerlang mengatakan sebagai sekolah yang mengusung keberagaman, menerapkan pendidikan inklusi. Ekologi pendidikan di sekolah ini membiasakan anak beradaptasi, bekerja sama, mengembangkan empati dan toleransi dengan mengalami langsung sehari-hari hidup dalam keberagaman. Sekolah ini menjadi simulator keberagaman yang diperlukan anak di kehidupannya kelak.

Baca Juga :  BWI Kalbar Targetkan Semua Tanah Wakaf Bersertifikat

Belum lama ini, siswa-siswinya turut memeriahkan panggung Imlek dan Cap Go Meh 2020 di Jalan Diponegoro, Pontianak. Menghadirkan aksi panggung yang unik, yakni menampilkan Tari Dengkul “Gong Xi”.

Keunikan tarian ini terletak pada kostum dan gerakan. Anak-anak mengenakan kostum boneka yang dipasang di kaki. Dengan posisi duduk di bangku, anak-anak menggerakkan kaki sehingga boneka kaki tampak lincah “menari” diiringi lagu Gong Xi.

Kreativitas yang dituangkan pada kostum pada Tari Dengkul tak sekadar unik dan lucu, melainkan juga mengandung pesan tentang Bhinneka Tunggal Ika. Boneka Tari Dengkul mengenakan kostum cheongsam dengan kain motif Dayak dan corak Kain Insang.

Lewat kostum yang melambangkan keberagaman suku dan budaya, anak-anak ini menceritakan tentang kerukunan masyarakat. Walaupun berbeda, tetapi tetap bersatu. Hidup damai berdampingan.

Baca Juga :  Wali Kota Ajak Masyarakat Tanam Pohon di Pekarangan

Drama tentang Legenda Asal Mula Penanggalan China juga menjadi aksi yang tak kalah menariknya. Selain itu, ada senam zumba Chinese New Year, dan membuat kerajinan tangan bersama siswa siswi PAUD Teratai.
Dian mengatakan berkesenian adalah kegiatan yang melatih rasa. Sebagaimana Cerlang adalah akronim dari cerdas, lincah, dan riang.

“Play Group-TK- SD Alam Terpadu Cerlang, merupakan satu di antara lembaga pendidikan berlandaskan prinsip pendidikan berpusat pada anak. Perilaku anak yang tumbuh dan dirawat dalam pola asuh yang memerdekakan,” pungkasnya. (*)

Memahami Keberagaman Melalui Pendidikan Inklusi

Kreativitas ditunjukkan pelajar Sekolah Alam Terpadu Cerlang dalam berbagai kegiatan seni budaya. Selain dalam bentuk tarian, drama, juga dalam bentuk kerajinan tangan. Tujuannya mengasah kreativitas dan memahami keberagaman.

MARSITA RIANDINI, Pontianak

KEGIATAN seni budaya merupakan beberapa dari 10 kecerdasan yang dikembangkan di Cerlang, yakni kecerdasan culltural, musical-audio, intrapersonal, bodily-kinesthetic, dan verbal-linguistik.

Sebagai sekolah ramah anak, sekolah ini menerapkan program sesuai dengan fitrah atau alamiah anak. Ketika bermain, anak mengeksplorasi dunia imajinasi, sebagai landasan pola pikir kreatif. Tercipta lebih banyak keriangan, kelincahan, dan kecerdasan saat anak bermain, dibanding anak semata belajar dalam ruang kelas, duduk dan diam mendengarkan ucapan guru serta menghafal pelajaran.

Dian Lestari, Ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Cerlang mengatakan sebagai sekolah yang mengusung keberagaman, menerapkan pendidikan inklusi. Ekologi pendidikan di sekolah ini membiasakan anak beradaptasi, bekerja sama, mengembangkan empati dan toleransi dengan mengalami langsung sehari-hari hidup dalam keberagaman. Sekolah ini menjadi simulator keberagaman yang diperlukan anak di kehidupannya kelak.

Baca Juga :  Warga Pontianak Tanam Anggur di Pekarangan Rumah, Kini Panen dan Berbuah Manis Setelah Setahun Menunggu

Belum lama ini, siswa-siswinya turut memeriahkan panggung Imlek dan Cap Go Meh 2020 di Jalan Diponegoro, Pontianak. Menghadirkan aksi panggung yang unik, yakni menampilkan Tari Dengkul “Gong Xi”.

Keunikan tarian ini terletak pada kostum dan gerakan. Anak-anak mengenakan kostum boneka yang dipasang di kaki. Dengan posisi duduk di bangku, anak-anak menggerakkan kaki sehingga boneka kaki tampak lincah “menari” diiringi lagu Gong Xi.

Kreativitas yang dituangkan pada kostum pada Tari Dengkul tak sekadar unik dan lucu, melainkan juga mengandung pesan tentang Bhinneka Tunggal Ika. Boneka Tari Dengkul mengenakan kostum cheongsam dengan kain motif Dayak dan corak Kain Insang.

Lewat kostum yang melambangkan keberagaman suku dan budaya, anak-anak ini menceritakan tentang kerukunan masyarakat. Walaupun berbeda, tetapi tetap bersatu. Hidup damai berdampingan.

Baca Juga :  Mewarnai Bersama Murid TK Negeri Pembina Pontianak Timur

Drama tentang Legenda Asal Mula Penanggalan China juga menjadi aksi yang tak kalah menariknya. Selain itu, ada senam zumba Chinese New Year, dan membuat kerajinan tangan bersama siswa siswi PAUD Teratai.
Dian mengatakan berkesenian adalah kegiatan yang melatih rasa. Sebagaimana Cerlang adalah akronim dari cerdas, lincah, dan riang.

“Play Group-TK- SD Alam Terpadu Cerlang, merupakan satu di antara lembaga pendidikan berlandaskan prinsip pendidikan berpusat pada anak. Perilaku anak yang tumbuh dan dirawat dalam pola asuh yang memerdekakan,” pungkasnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/