alexametrics
30 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Kalbar Bakal Dilanda Cuaca Buruk 

Dipengaruhi Siklon Ferdinand

JAKARTA – Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat bakal terus terjadi di Kalimantan Barat. Kemarin (24/2), BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia, termasuk Kalbar, memasuki kategori siaga cuaca ekstrem. Selain Kalbar, sejumlah wilayah lain akan dilanda hujan lebat kategori siaga. Mulai dari Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan Tengah hingga Sulawesi Selatan. Peringatan ini berlaku hingga tanggal 26 Februari 2020.

Hal ini diperparah dengan kehadiran siklon tropis (TC) Ferdinand di perairan Barat Laut Australia tepatnya di Samudera Hindia selatan kepulauan Nusa Tenggara dengan kecepatan angin maksimum 45 knot. Selain itu, ada siklon tropis lain yakni TC Esther di

teluk Carpentaria Australia dengan kecepatan angin maksimum 30 knot.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo mengungkapkan kondisi ini bakal meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa bagian Timur, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara hingga  Laut Arafuru dan Papua. “Selain itu, gelombang laut di perairan selatan Jawa Bali dan Nusa Tenggara bisa meningkat mulai 1,25, 1,5 hingga 4 meter,” jelas Prabowo kemarin.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi Berlanjut, BPBD Serukan Waspada

Sementara itu, ancaman banjir belum juga mereda. Sejak sabtu (22/2), banjir dengan tinggi muka air (TMA) sekitar 30 sentimeter masih menggenangi permukiman warga di wilayah RW 20 di Jalan Nusa Indah perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi, berlanjut hingga kemarin (24/2).

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menyatakan, banjir dipicu oleh faktor intensitas hujan tinggi sejak Sabtu (22/2) pukul 23.00 WIB hingga Minggu (23/2) pukul 07.00 WIB dan ditambah buruknya drainase itu telah merendam lima RW yakni RW 16, RW 17, RW 18, RW 19 dan RW 20 dengan TMA sekitar 150 sentimeter.

Berdasarkan data lapangan yang diambil dan diolah tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), kondisi perubahan ketinggian TMA tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa banjir sudah berangsur surut, namun prosesnya tergolong lama.
“Selain buruknya sistem drainase, proses lambatnya penyurutan genangan air di lima RW tersebut juga disebabkan oleh kondisi topografi yang merupakan daerah cekungan sehingga mengakibatkan genangan air tidak dapat keluar atau mengalir melalui saluran pembuangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pedagang Wajib Pakai Masker

Di samping itu, lanjut Agus, berdasarkan kajian dan pantauan tim lapangan dari udara menggunakan drone di RW 18, tembok pembatas setinggi sekitar 5 meter berdiri di antara Harapan Indah I (Nusa Indah) dengan Harapan Indah II (Garden Indah) dan terdapat sumbatan saluran air yang terletak dibawah tembok pembatas.
Agus menambahkan, masyarakat harus senantiasa waspada dan mempersiapkan diri untuk memitigasi potensi yang diakibatkan dari cuaca buruk sesuai dengan peringatan BMKG. (tau)

 

Dipengaruhi Siklon Ferdinand

JAKARTA – Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan lebat bakal terus terjadi di Kalimantan Barat. Kemarin (24/2), BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia, termasuk Kalbar, memasuki kategori siaga cuaca ekstrem. Selain Kalbar, sejumlah wilayah lain akan dilanda hujan lebat kategori siaga. Mulai dari Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Kalimantan Tengah hingga Sulawesi Selatan. Peringatan ini berlaku hingga tanggal 26 Februari 2020.

Hal ini diperparah dengan kehadiran siklon tropis (TC) Ferdinand di perairan Barat Laut Australia tepatnya di Samudera Hindia selatan kepulauan Nusa Tenggara dengan kecepatan angin maksimum 45 knot. Selain itu, ada siklon tropis lain yakni TC Esther di

teluk Carpentaria Australia dengan kecepatan angin maksimum 30 knot.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo mengungkapkan kondisi ini bakal meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa bagian Timur, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara hingga  Laut Arafuru dan Papua. “Selain itu, gelombang laut di perairan selatan Jawa Bali dan Nusa Tenggara bisa meningkat mulai 1,25, 1,5 hingga 4 meter,” jelas Prabowo kemarin.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Tiga Kota di Kalbar Kompak Inflasi

Sementara itu, ancaman banjir belum juga mereda. Sejak sabtu (22/2), banjir dengan tinggi muka air (TMA) sekitar 30 sentimeter masih menggenangi permukiman warga di wilayah RW 20 di Jalan Nusa Indah perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi, berlanjut hingga kemarin (24/2).

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menyatakan, banjir dipicu oleh faktor intensitas hujan tinggi sejak Sabtu (22/2) pukul 23.00 WIB hingga Minggu (23/2) pukul 07.00 WIB dan ditambah buruknya drainase itu telah merendam lima RW yakni RW 16, RW 17, RW 18, RW 19 dan RW 20 dengan TMA sekitar 150 sentimeter.

Berdasarkan data lapangan yang diambil dan diolah tim Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom) Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB), kondisi perubahan ketinggian TMA tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa banjir sudah berangsur surut, namun prosesnya tergolong lama.
“Selain buruknya sistem drainase, proses lambatnya penyurutan genangan air di lima RW tersebut juga disebabkan oleh kondisi topografi yang merupakan daerah cekungan sehingga mengakibatkan genangan air tidak dapat keluar atau mengalir melalui saluran pembuangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sebanyak 29 Arwana Dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum

Di samping itu, lanjut Agus, berdasarkan kajian dan pantauan tim lapangan dari udara menggunakan drone di RW 18, tembok pembatas setinggi sekitar 5 meter berdiri di antara Harapan Indah I (Nusa Indah) dengan Harapan Indah II (Garden Indah) dan terdapat sumbatan saluran air yang terletak dibawah tembok pembatas.
Agus menambahkan, masyarakat harus senantiasa waspada dan mempersiapkan diri untuk memitigasi potensi yang diakibatkan dari cuaca buruk sesuai dengan peringatan BMKG. (tau)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/