alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Sidang Gugatan dr Ismawan Masuki Putusan Sela

PONTIANAK– Pengadilan Negeri Putussibau kembali menggelar sidang gugatan seorang dokter bernama Ismawan Adrianto terhadap Bupati, Dinas Kesehatan, dan Kepala Puskesmas di Kabupaten Kapuas Hulu.

Sidang yang digelar pada Selasa (23/2) itu beragendakan putusan sela. Di mana putusan sela, tersebut diadakan sebelum hakim memutus perkaranya, yaitu yang memungkinkan atau mempermudah kelanjutan pemeriksaan perkara selanjutnya.

“Setelah beberapa kali melakukan persidangan, agenda sidang kali ini adalah sidang putusan sela,” kata Ismawan Adrianto melalui penasehat hukumnya Seselia Jurnjati, kemarin.

Dikatakan Seselia, pihaknya mengapresiasikan terhadap Kebijakan Majelis Hakim dalam putusan sela, dimana majelis hakim Pengadilan Negeri Putussibau masih melanjutkan pekara tersebut.

“Artinya, putusan sela ini diadakan sebelum hakim memutus perkaranya, yaitu yang memungkinkan atau mempermudah kelanjutan pemeriksaan perkara selanjutnya. Dan kami mengapresiasi hal itu,” kata Seselia.

Agenda sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2021 dengan agenda Pembuktian dan Keterangan saksi.

Baca Juga :  Lahirkan Buku di Tengah Pandemi

“Disini kami juga berharap kepada majelis hakim yang menangani perkara ini dapat memberikan keadilan yang seadil-adil nya,” harapnya.

Ismawan Adrianto merupakan seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Bika, Kabupaten Kapuas Hulu. Selama tahun 2017, tidak mendapatkan tunjangan atau insentif.

“Selama 12 bulan, di tahun 2017, tidak pernah menerima tunjangan insentif yang merupakan haknya sebagai seorang dokter, sebesar Rp 45.600.000,” katanya.

Terpisah, Dokter Ismawan Adrianto memulai karirnya sejak Maret 2007, dan ditempatkan di Puskesmas Banua Martinus, sebagai dokter PTT (Pengawai Tidak Tetap). Sejak itu, ia beberapa kali pindah tugas sebagai dokter PTT di beberapa puskesmas, di antaranya Puskesmas Semitau, Puskesmas Suhaid, dan Puskesmas Pala Pulau.

Pada Agustus 2010, ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan ditempatkan di RSUD dr. Ahmad Diponegoro Putussibau. Setelah sekitar lima tahun bertugas di sana, Ismawan dimutasi ke Puskesmas Bika. Tepatnya pada 19 Juli 2016.

Baca Juga :  Sidang Gugatan Ismawan, Tergugat Hadirkan Dua Saksi

Sejak Januari hingga Desember 2017, dirinya tidak diberikan tunjangan insensif atau tunjangan dokter, karena alasan absensi.

Menurut Ismawan, pada Mei 2017, saat pulang dinas dari Puskesmas Bika, dirinya mengalami kecelakaan, dan tidak sadarkan diri, sehingga harus ditangani dengan serius.

Ia juga sempat dirujuk ke rumah sakit di Pontianak, melalui surat rujukan dari dokter spesialis saraf karena mengalami Fraktur Basis Cranii atau cidera kepala sedang, hingga berat dan dislokasi clavicula sinistra.

Yang membuatnya heran, saat sudah mulai berdinas, dirinya juga tidak bisa mengisi lembar absensi. Karena selama itu lembar absensi disimpan oleh Kepala Puskesmas.

Akibat hal tersebut, selama tahun 2017, Ismawan tidak pernah mendapatkan hak insentif atau tunjangan dokter, sebesar Rp. 45.600.000.(arf)

PONTIANAK– Pengadilan Negeri Putussibau kembali menggelar sidang gugatan seorang dokter bernama Ismawan Adrianto terhadap Bupati, Dinas Kesehatan, dan Kepala Puskesmas di Kabupaten Kapuas Hulu.

Sidang yang digelar pada Selasa (23/2) itu beragendakan putusan sela. Di mana putusan sela, tersebut diadakan sebelum hakim memutus perkaranya, yaitu yang memungkinkan atau mempermudah kelanjutan pemeriksaan perkara selanjutnya.

“Setelah beberapa kali melakukan persidangan, agenda sidang kali ini adalah sidang putusan sela,” kata Ismawan Adrianto melalui penasehat hukumnya Seselia Jurnjati, kemarin.

Dikatakan Seselia, pihaknya mengapresiasikan terhadap Kebijakan Majelis Hakim dalam putusan sela, dimana majelis hakim Pengadilan Negeri Putussibau masih melanjutkan pekara tersebut.

“Artinya, putusan sela ini diadakan sebelum hakim memutus perkaranya, yaitu yang memungkinkan atau mempermudah kelanjutan pemeriksaan perkara selanjutnya. Dan kami mengapresiasi hal itu,” kata Seselia.

Agenda sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2021 dengan agenda Pembuktian dan Keterangan saksi.

Baca Juga :  Peduli Kesehatan, CITA Bantu Puskesmas Marau

“Disini kami juga berharap kepada majelis hakim yang menangani perkara ini dapat memberikan keadilan yang seadil-adil nya,” harapnya.

Ismawan Adrianto merupakan seorang dokter yang bertugas di Puskesmas Bika, Kabupaten Kapuas Hulu. Selama tahun 2017, tidak mendapatkan tunjangan atau insentif.

“Selama 12 bulan, di tahun 2017, tidak pernah menerima tunjangan insentif yang merupakan haknya sebagai seorang dokter, sebesar Rp 45.600.000,” katanya.

Terpisah, Dokter Ismawan Adrianto memulai karirnya sejak Maret 2007, dan ditempatkan di Puskesmas Banua Martinus, sebagai dokter PTT (Pengawai Tidak Tetap). Sejak itu, ia beberapa kali pindah tugas sebagai dokter PTT di beberapa puskesmas, di antaranya Puskesmas Semitau, Puskesmas Suhaid, dan Puskesmas Pala Pulau.

Pada Agustus 2010, ia diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan ditempatkan di RSUD dr. Ahmad Diponegoro Putussibau. Setelah sekitar lima tahun bertugas di sana, Ismawan dimutasi ke Puskesmas Bika. Tepatnya pada 19 Juli 2016.

Baca Juga :  Juli, Pemprov Kalbar Bentuk CSIRT

Sejak Januari hingga Desember 2017, dirinya tidak diberikan tunjangan insensif atau tunjangan dokter, karena alasan absensi.

Menurut Ismawan, pada Mei 2017, saat pulang dinas dari Puskesmas Bika, dirinya mengalami kecelakaan, dan tidak sadarkan diri, sehingga harus ditangani dengan serius.

Ia juga sempat dirujuk ke rumah sakit di Pontianak, melalui surat rujukan dari dokter spesialis saraf karena mengalami Fraktur Basis Cranii atau cidera kepala sedang, hingga berat dan dislokasi clavicula sinistra.

Yang membuatnya heran, saat sudah mulai berdinas, dirinya juga tidak bisa mengisi lembar absensi. Karena selama itu lembar absensi disimpan oleh Kepala Puskesmas.

Akibat hal tersebut, selama tahun 2017, Ismawan tidak pernah mendapatkan hak insentif atau tunjangan dokter, sebesar Rp. 45.600.000.(arf)

Most Read

Seorang TKI Bebas dari Hukuman Mati

Jokowi Ajukan Calon Tunggal Kapolri

PPKM hingga 15 Juli

Artikel Terbaru

/