alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Polresta Bersama Buruh Langsungkan Pertemuan Terbatas

PONTIANAK – Jajaran Polresta Pontianak bersama kaum buruh di Kota Pontianak melakukan pertemuan terbatas guna membahas persiapan-persiapan jelang peringatan hari buruh internasional (Mayday). Giat tersebut turut melibatkan sejumlah kaum buruh dari berbagai asosiasi, yang dilaksanakan pada Rabu (24/3) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PS Pelikha, Jasmin Sibarani yang merupakan salah satu perwakilan asosiasi buruh menanggapi positif giat yang diusung pihak Polresta Pontianak tersebut. Sesuai dengan tema yang diambil bahwa, dia berharap agar peringatan Mayday nantinya bisa berjalan aman dan lancar.

“Koordinasi dengan pihak kepolisian sejauh ini juga bagus. Terutama dalam saling bertukar masukan-masukan, serta keluhan-keluhan kita bisa tersampaikan melalui jajaran kepolisian Polda Kalbar, khususnya Polresta Pontianak,” katanya.

“Sementara terkait Mayday nanti kita sudah koordinasi dengan aliansi buruh terkait apa yang akan kita lakukan nanti. Namun pada intinya Mayday itu adalah ajang euforia kebebasan berserikat, dan sekaligus menunjukkan bahwa serikat itu ada,” timpalnya.

Dia juga memastikan beberapa hal yang turut menjadi atensi juga telah disampaikan, terutama terkait hak-hak para pekerja.
Selain itu, melalui seminar tersebut dia berharap tak ada negatif thinking terhadap kaum buruh menjelang peringatan Mayday mendatang.

Baca Juga :  Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Kembali Membuka Pendaftaran Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2021-2022

“Karena disini tugas serikat pekerja adalah untuk memperjuangkan hak pekerja, terutama agar tak terjadi PHK. Itu tujuan kita dan yang terus kita perjuang,”

Dia berharap kedepan dengan diadakannya pertemuan tatap muka dengan pihak kepolisian seperti ini kedepannya dapat membuka hati para pekerja untuk tidak takut berserikat. Karena menurutnya, apabila pekerja takut atau ragu untuk berserikat maka hak-haknya sebagai pekerja bisa saja terzalimi.

“Contohnya tidak dapat BPJS atau bahkan mungkin gajinya tidak sesuai UMK. Ini merupakan salah satu contoh apabila tidak berserikat dan tentunya kita tidak mau hal seperti itu terjadi kepada rekan sesama pekerja (buruh),”

Disisi lain, dia juga tak menutup fakta bahwa masih ada ketakutan dari para pekerja untuk berserikat. Maka dari itu, lewat giat seperti ini diharap mampu membuka pola pemikiran kaum buruh untuk tak takut berserikat.

“Yang jelas disini kita tetap berkomitmen untuk membela dan memperjuangkan hak-hak buruh agar mereka cerdas dan jangan takut apabila hak-haknya terzalimi,” tegasnya.

Baca Juga :  Peran GOW Penting Dalam Pembangunan

Ditempat yang sama, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo melalui Ksat Binmas Kompol Gatot Purnomo menilai giat tersebut merupakan ajang untuk menjaga sinergitas antara kepolisian dan kaum buruh yang ada di Kota Pontianak. Dia berharap melalui pertemuan yang diadakan secara terbatas tersebut kedepan dapat membuka mindset kaum buruh untuk merayakan Mayday nanti secara harmonis.

“Kita tetap menjaga keutuhan yang sudah dibangun sampai saat ini. Begitu pula agar situasi Kamtibmas kita tetap terjaga dan terpelihara secara kondusif,” harapnya.

Dia juga memastikan bahwa terkait permasalahan yang kerap dialami oleh kaum buruh juga terus dipantau. Terutama dalam menampung keluhan hak-hak pekerja.

“Kita sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan BPJS dan Dinas Ketenagakerjaan selaku pihak yang berhubungan dengan hal tersebut (hak buruh),”

Dia juga mengimbau kepada kaum buruh agar tak segan untuk berkoordinasi apabila ada masalah atau hal mengganjal lainnya.

“Sementara terkait menjelang peringatan Mayday, kita juga sudah merencanakan untuk melakukan aksi gotong royong. Salah satunya memberikan bantuan kepada kaum buruh yang terkena PHK,” tutupnya. (*)

PONTIANAK – Jajaran Polresta Pontianak bersama kaum buruh di Kota Pontianak melakukan pertemuan terbatas guna membahas persiapan-persiapan jelang peringatan hari buruh internasional (Mayday). Giat tersebut turut melibatkan sejumlah kaum buruh dari berbagai asosiasi, yang dilaksanakan pada Rabu (24/3) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PS Pelikha, Jasmin Sibarani yang merupakan salah satu perwakilan asosiasi buruh menanggapi positif giat yang diusung pihak Polresta Pontianak tersebut. Sesuai dengan tema yang diambil bahwa, dia berharap agar peringatan Mayday nantinya bisa berjalan aman dan lancar.

“Koordinasi dengan pihak kepolisian sejauh ini juga bagus. Terutama dalam saling bertukar masukan-masukan, serta keluhan-keluhan kita bisa tersampaikan melalui jajaran kepolisian Polda Kalbar, khususnya Polresta Pontianak,” katanya.

“Sementara terkait Mayday nanti kita sudah koordinasi dengan aliansi buruh terkait apa yang akan kita lakukan nanti. Namun pada intinya Mayday itu adalah ajang euforia kebebasan berserikat, dan sekaligus menunjukkan bahwa serikat itu ada,” timpalnya.

Dia juga memastikan beberapa hal yang turut menjadi atensi juga telah disampaikan, terutama terkait hak-hak para pekerja.
Selain itu, melalui seminar tersebut dia berharap tak ada negatif thinking terhadap kaum buruh menjelang peringatan Mayday mendatang.

Baca Juga :  Midji Sebut Masuk Sintang Harus Gunakan Syarat Negatif Rapid Test Antigen

“Karena disini tugas serikat pekerja adalah untuk memperjuangkan hak pekerja, terutama agar tak terjadi PHK. Itu tujuan kita dan yang terus kita perjuang,”

Dia berharap kedepan dengan diadakannya pertemuan tatap muka dengan pihak kepolisian seperti ini kedepannya dapat membuka hati para pekerja untuk tidak takut berserikat. Karena menurutnya, apabila pekerja takut atau ragu untuk berserikat maka hak-haknya sebagai pekerja bisa saja terzalimi.

“Contohnya tidak dapat BPJS atau bahkan mungkin gajinya tidak sesuai UMK. Ini merupakan salah satu contoh apabila tidak berserikat dan tentunya kita tidak mau hal seperti itu terjadi kepada rekan sesama pekerja (buruh),”

Disisi lain, dia juga tak menutup fakta bahwa masih ada ketakutan dari para pekerja untuk berserikat. Maka dari itu, lewat giat seperti ini diharap mampu membuka pola pemikiran kaum buruh untuk tak takut berserikat.

“Yang jelas disini kita tetap berkomitmen untuk membela dan memperjuangkan hak-hak buruh agar mereka cerdas dan jangan takut apabila hak-haknya terzalimi,” tegasnya.

Baca Juga :  Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Kembali Membuka Pendaftaran Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) 2021-2022

Ditempat yang sama, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo melalui Ksat Binmas Kompol Gatot Purnomo menilai giat tersebut merupakan ajang untuk menjaga sinergitas antara kepolisian dan kaum buruh yang ada di Kota Pontianak. Dia berharap melalui pertemuan yang diadakan secara terbatas tersebut kedepan dapat membuka mindset kaum buruh untuk merayakan Mayday nanti secara harmonis.

“Kita tetap menjaga keutuhan yang sudah dibangun sampai saat ini. Begitu pula agar situasi Kamtibmas kita tetap terjaga dan terpelihara secara kondusif,” harapnya.

Dia juga memastikan bahwa terkait permasalahan yang kerap dialami oleh kaum buruh juga terus dipantau. Terutama dalam menampung keluhan hak-hak pekerja.

“Kita sebelumnya juga sudah bekerjasama dengan BPJS dan Dinas Ketenagakerjaan selaku pihak yang berhubungan dengan hal tersebut (hak buruh),”

Dia juga mengimbau kepada kaum buruh agar tak segan untuk berkoordinasi apabila ada masalah atau hal mengganjal lainnya.

“Sementara terkait menjelang peringatan Mayday, kita juga sudah merencanakan untuk melakukan aksi gotong royong. Salah satunya memberikan bantuan kepada kaum buruh yang terkena PHK,” tutupnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/