alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Kontribusi UMKM untuk PDRB di Pontianak Capai 30 Persen

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan kontribusi UMKM terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) di Kota Pontianak mencapai 30 persen.

“Kita harus memberikan semangat kepada pelaku UMKM karena mereka adalah masyarakat yang sudah memiliki jiwa entrepreneur atau wirausaha,” ujar Edi usai membuka Festival UMKM di Gedung Serbaguna Jalan Tanjung Raya II Pontianak Timur, Kamis (24/3).

Edi menjelaskan bahwa pelaku UMKM ini mengandalkan mata pencahariannya dari wirausaha yang digelutinya sehingga mereka menjadi contoh bagi yang lainnya agar mempunyai jiwa entrepreneur.

Pemerintah Kota Pontianak hadir memberikan ruang bagi mereka, mulai dari memfasilitasi pelatihan-pelatihan, kemudahan dalam perizinan maupun kemudahan dalam mengakses perbankan melalui modal usaha dan sebagainya.

Baca Juga :  ABDSI Dorong Pelaku UMKM Ikut Program BPUM

Cara itu dilakukan untuk memberikan semangat agar UMKM bisa tumbuh dan bangkit kembali setelah dihantam badai pandemi Covid-19. “Upaya-upaya itu dilakukan untuk mendorong UMKM lebih maju dan bisa naik kelas,” ungkap Edi.

Menurut Edi, pandemi Covid-19 memang telah banyak memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif (ekraf). Tanpa terkecuali usaha di bidang kuliner atau makanan yang ikut terdampak, meskipun sebagian diantaranya banyak yang masih bertahan hingga saat ini. Hal ini, kata dia, karena kuliner hampir setiap hari menjadi incaran masyarakat.

“Oleh sebab itu bagaimana kita berupaya mendorong mereka untuk bangkit kembali meningkatkan usahanya terutama pelaku UMKM,” tuturnya.

Tidak sedikit usaha yang tercakup dalam UMKM, mulai dari pedagang kaki lima, pedagang sayur mayur, sembako dan jasa lainnya. Demikian pula usaha kuliner yang menurutnya pelaku usaha tersebut bisa terus melakukan kreatifitas untuk memproduksi makanan atau kuliner yang diminati berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Satgas Covid-19: Kasus Meningkat di Pontianak dan Kubu Raya Jelang Imlek

“Menurut saya banyak kuliner-kuliner yang bisa terus berkembang dan ternyata penggemar yang membelinya tidak hanya masyarakat sekitar, tetapi juga diminati warga pendatang,” imbuhnya. (mse)

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan kontribusi UMKM terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) di Kota Pontianak mencapai 30 persen.

“Kita harus memberikan semangat kepada pelaku UMKM karena mereka adalah masyarakat yang sudah memiliki jiwa entrepreneur atau wirausaha,” ujar Edi usai membuka Festival UMKM di Gedung Serbaguna Jalan Tanjung Raya II Pontianak Timur, Kamis (24/3).

Edi menjelaskan bahwa pelaku UMKM ini mengandalkan mata pencahariannya dari wirausaha yang digelutinya sehingga mereka menjadi contoh bagi yang lainnya agar mempunyai jiwa entrepreneur.

Pemerintah Kota Pontianak hadir memberikan ruang bagi mereka, mulai dari memfasilitasi pelatihan-pelatihan, kemudahan dalam perizinan maupun kemudahan dalam mengakses perbankan melalui modal usaha dan sebagainya.

Baca Juga :  Perjalanan Karir ASN Harus Tercatat Detail

Cara itu dilakukan untuk memberikan semangat agar UMKM bisa tumbuh dan bangkit kembali setelah dihantam badai pandemi Covid-19. “Upaya-upaya itu dilakukan untuk mendorong UMKM lebih maju dan bisa naik kelas,” ungkap Edi.

Menurut Edi, pandemi Covid-19 memang telah banyak memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk ekonomi kreatif (ekraf). Tanpa terkecuali usaha di bidang kuliner atau makanan yang ikut terdampak, meskipun sebagian diantaranya banyak yang masih bertahan hingga saat ini. Hal ini, kata dia, karena kuliner hampir setiap hari menjadi incaran masyarakat.

“Oleh sebab itu bagaimana kita berupaya mendorong mereka untuk bangkit kembali meningkatkan usahanya terutama pelaku UMKM,” tuturnya.

Tidak sedikit usaha yang tercakup dalam UMKM, mulai dari pedagang kaki lima, pedagang sayur mayur, sembako dan jasa lainnya. Demikian pula usaha kuliner yang menurutnya pelaku usaha tersebut bisa terus melakukan kreatifitas untuk memproduksi makanan atau kuliner yang diminati berbagai lapisan masyarakat.

Baca Juga :  Midji Paparkan Fokus Anggaran 2021

“Menurut saya banyak kuliner-kuliner yang bisa terus berkembang dan ternyata penggemar yang membelinya tidak hanya masyarakat sekitar, tetapi juga diminati warga pendatang,” imbuhnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/