alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Midji Tolak Pemulangan TKI Lewat Kalbar dan Ancam Kembalikan ke Malaysia

PONTIANAK- Sebanyak 252 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang direpratiasi dari negara Malaysia dipulangkan lewat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (24/4). Tak hanya PMI asal Kalbar, mereka yang dipulangkan juga berasal dari berbagai provinsi se-Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji langsung menyurati Konsulat Jenderal (KJRI) di Kuching agar tidak lagi mengembalikan PMI asal luar Kalbar lewat provinsi ini. Jika masih, mereka terpaksa dipulangkan kembali dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) juga sudah diperintahkan untuk ditutup.

Pasalnya menurut orang nomor satu di Kalbar itu, jumlah PMI asal daerah luar Kalbar yang ada di Sarawak cukup banyak. “Saya sudah surati Konjend di Kuching agar tidak mengembalikan tenaga kerja luar Kalbar lewat Kalbar, kalau masih saya perintah kembalikan lagi, kecuali masyarakat Kalbar,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Sabtu (25/4).

Baca Juga :  Kantongi Izin Pedagang Minuman Beralkohol Ditangkap Polisi

Midji sapaan akrabnya memperkirakan lebih dari 10 ribu PMI asal daerah luar Kalbar berada di Malaysia. Untuk mengurus sebanyak 200 orang yang sudah dipulangkan saja, ia mengaku Kalbar cukup direpotkan. Apalagi jika ada 10 ribu orang PMI yang harus diurus kepulangannya.

“Kasihan yang (asal) luar Kalbar mau ditampung di mana, sementara kita (Kalbar) punya ODP juga. Kalau yang luar Kalbar (masih) dikembalikan ke Kalbar, saya kembalikan lagi ke Kuching,” tegasnya.

Midji memastikan sudah menutup semua pintu PLBN, terkecuali hanya untuk warga Kalbar yang dipulangkan. Solusinya ia menyarankan kepulangan PMI asal luar Kalbar bisa secara langsung dengan pesawat khusus (charter).

“Kan lebih aman, murah dan manusiawi. Masa dalam kondisi puasa, pandemi Covid-19, orang disuruh tinggal dalam tenda dan makan asal-asalan. Kenapa yang kerja di kapal mewah (di Malaysia) bisa dijemput mereka tidak,” ucapnya heran.(bar)

Baca Juga :  Kritisi DLH, Bebby Minta Penanganan Sampah Pasar Jangan Setengah-Setengah

PONTIANAK- Sebanyak 252 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang direpratiasi dari negara Malaysia dipulangkan lewat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Jumat (24/4). Tak hanya PMI asal Kalbar, mereka yang dipulangkan juga berasal dari berbagai provinsi se-Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji langsung menyurati Konsulat Jenderal (KJRI) di Kuching agar tidak lagi mengembalikan PMI asal luar Kalbar lewat provinsi ini. Jika masih, mereka terpaksa dipulangkan kembali dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) juga sudah diperintahkan untuk ditutup.

Pasalnya menurut orang nomor satu di Kalbar itu, jumlah PMI asal daerah luar Kalbar yang ada di Sarawak cukup banyak. “Saya sudah surati Konjend di Kuching agar tidak mengembalikan tenaga kerja luar Kalbar lewat Kalbar, kalau masih saya perintah kembalikan lagi, kecuali masyarakat Kalbar,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Sabtu (25/4).

Baca Juga :  Dampak Covid-19, Relawan Bergerak Bagikan Sembako Bagi Masyarakat Tak Mampu

Midji sapaan akrabnya memperkirakan lebih dari 10 ribu PMI asal daerah luar Kalbar berada di Malaysia. Untuk mengurus sebanyak 200 orang yang sudah dipulangkan saja, ia mengaku Kalbar cukup direpotkan. Apalagi jika ada 10 ribu orang PMI yang harus diurus kepulangannya.

“Kasihan yang (asal) luar Kalbar mau ditampung di mana, sementara kita (Kalbar) punya ODP juga. Kalau yang luar Kalbar (masih) dikembalikan ke Kalbar, saya kembalikan lagi ke Kuching,” tegasnya.

Midji memastikan sudah menutup semua pintu PLBN, terkecuali hanya untuk warga Kalbar yang dipulangkan. Solusinya ia menyarankan kepulangan PMI asal luar Kalbar bisa secara langsung dengan pesawat khusus (charter).

“Kan lebih aman, murah dan manusiawi. Masa dalam kondisi puasa, pandemi Covid-19, orang disuruh tinggal dalam tenda dan makan asal-asalan. Kenapa yang kerja di kapal mewah (di Malaysia) bisa dijemput mereka tidak,” ucapnya heran.(bar)

Baca Juga :  211 Kawasan Rawan Narkotika di Kalbar

Most Read

Artikel Terbaru

/