alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Jelang Dini Hari, Warkop Jalan Reformasi Dirazia

PONTIANAK- Satuan Tugas Covid-19 Kota Pontianak menggelar razia di kawasan Jalan Reformasi, Minggu (24/4) tepat pukul 00.00. Razia tersebut menyasar salah satu warung kopi yang masih beroperasi dan menimbulkan kerumunan. Razia yang semula untuk melakukan pembubaran, menjadi tes swab massal untuk mengambil sampel. Lebih dari 100 orang dites PCR oleh petugas medis dengan pakaian lengkap.

Razia yang dipantau langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dr Sidiq Handanu ini berjalan alot. Satu persatu secara acak pengunjung warung kopi diambil sampelnya. Petugas gabungan dari Satpol PP, Polri hingga TNI turut terlibat untuk membantu pengamanan jalannya razia.

“Ini razia rutin, biasanya razia pembubaran saja, hanya saja malam ini saya minta untuk diambil sampel. Kali ini agak banyak jumlahnya, lebih dari 100 orang,” kata Handanu saat diwawancarai Pontianak Post di Jalan Reformasi.

Baca Juga :  Bangun Pontianak dengan Kebijakan Toleran

Handanu mengakui, seminggu terakhir di Kota Pontianak terdapat penambahan positif Covid-19 yang tinggi. Salah satu kluster terbesar ada di kampus Poltekes.

“Di Poltekes ada lebih dari 40 orang yang positif Covid-19, semuanya sudah diisolasi di asrama,” tambah Handanu.

Menanggapi instruksi tentang pembatasan jam operasional tempat usaha hingga pukul 21.00, Handanu mengatakan akan lebih rutin menggelar razia.

“Instruksi itu tak hanya untuk warung kopi dan tempat usaha saja, tetapi juga tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan,” tutupnya. (ndo)

PONTIANAK- Satuan Tugas Covid-19 Kota Pontianak menggelar razia di kawasan Jalan Reformasi, Minggu (24/4) tepat pukul 00.00. Razia tersebut menyasar salah satu warung kopi yang masih beroperasi dan menimbulkan kerumunan. Razia yang semula untuk melakukan pembubaran, menjadi tes swab massal untuk mengambil sampel. Lebih dari 100 orang dites PCR oleh petugas medis dengan pakaian lengkap.

Razia yang dipantau langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak dr Sidiq Handanu ini berjalan alot. Satu persatu secara acak pengunjung warung kopi diambil sampelnya. Petugas gabungan dari Satpol PP, Polri hingga TNI turut terlibat untuk membantu pengamanan jalannya razia.

“Ini razia rutin, biasanya razia pembubaran saja, hanya saja malam ini saya minta untuk diambil sampel. Kali ini agak banyak jumlahnya, lebih dari 100 orang,” kata Handanu saat diwawancarai Pontianak Post di Jalan Reformasi.

Baca Juga :  Pemkot Pontianak Ciptakan Remaja ber SDM Unggul

Handanu mengakui, seminggu terakhir di Kota Pontianak terdapat penambahan positif Covid-19 yang tinggi. Salah satu kluster terbesar ada di kampus Poltekes.

“Di Poltekes ada lebih dari 40 orang yang positif Covid-19, semuanya sudah diisolasi di asrama,” tambah Handanu.

Menanggapi instruksi tentang pembatasan jam operasional tempat usaha hingga pukul 21.00, Handanu mengatakan akan lebih rutin menggelar razia.

“Instruksi itu tak hanya untuk warung kopi dan tempat usaha saja, tetapi juga tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan,” tutupnya. (ndo)

Most Read

Artikel Terbaru

/