alexametrics
24 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Tepis Isu Tidak Sah, DPC PERADI Pontianak Gelar PKPA ke-18

PONTIANAK – Tepis Isu miring terkait keabsahan PERADI dibawah pimpinan Otto Hasibuan, DPC PERADI Pontianak tetap menggelar pendidikan khusus profesi advokat. PKPA angkatan ke-18 tersebut dimulai Sabtu, 21 Mei 2022, ditandai dengan pembukaan oleh Ketua PSMH (Program Studi Magister Hukum), Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Dr. Hermansyah, SH MHum. Karena masih dalam penerapan Prokes, peserta yang mengikuti pendidikan sebanyak 26 orang. Pendidikan kali ini mengusung tema “Pengembangan Profesi Advokat yang Bermoralitas dalam menjaga marwah organisasi demi terwujudnya supremasi hukum di masyarakat.”

Dalam sambutannya, Dr Hermansyah SH MH menyampaikan bahwa pendidikan advokat ini sangat penting untuk diikuti para calon advokat. Mutu dan kualitas advokat ke depannya akan ditentukan pula dari keseriusan peserta dalam mengikuti pendidikan, sehingga mereka kelak mampu menjadi Advokat yang profesional bermartabat dan menjaga marwah profesi advokat demi terwujudnya supremasi hukum.

Selain itu, meskipun kelak peserta ada yang tidak menjadi advokat, paling tidak dilanjutkannya, mereka yang mengikuti pendidikan dapat mengetahui dan memahami jika nantinya timbul permasalahan hukum, baik yang berkaitan dengan dunia usaha/bisnis yang mereka lakukan, maupun bagi mereka yang bertugas sebagai “Legal Act” di institusi maupun perusahaan tempat mereka bekerja.

Baca Juga :  Menanti Kuasa Tuhan

Agus Adam Ritonga, SH. MH., Ketua Panitia PKPA angkatan ke-18 menambahkan, agar para peserta dapat  mengikuti pendidikan ini sampai selesai. Karena PKPA ini merupakan jenjang yang harus dilalui bagi mereka yang ingin menjadi Advokat sebagaimana amanah Undang-undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat.

Pengarahan Pengurus DPC PERADI Pontianak kepada Peserta PKPA angkatan-18

Sementara itu, Plt Ketua DPC PERADI Pontianak, Irenius Kadem, SH bersama Pengurus DPN PERADI Korwil Kalimantan Barat, Uspalino SH, menyampaikan pengarahan pada hari kedua pelaksanaan PKPA. Dalam pengarahannya, ia meyakinkan kepada peserta untuk tidak ragu mengikuti PKPA yang diadakan PERADI dibawah pimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH MCL MM. Karena Undang undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, telah jelas memberikan amanah bagi PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) untuk menyelenggarakan PKPA yang juga telah dipertegas dalam putusan Mahkamah Konstitusi atas Perkara Nomor: 35/PPUXVII/2018 Tanggal 28 November 2019.

Putusan  tersebut menguatkan Peradi sebagai Organisasi Advokat (OA) sebagai Single Bar dan mengembalikan Wewenang Peradi sebagai OA di dalam UU Advokat, salah satunya menyelenggarakan PKPA. Hal inilah menjadi komitmen DPC Peradi Pontianak-Kalimantan Barat, untuk kembali menggelar PKPA bagi para lulusan sarjana hukum.

Baca Juga :  BTN Ajak Anak-Anak Gemar Menabung

“Sebab itu para peserta tak usah terpengaruh apalagi bimbang untuk mengikuti pendidikan ini. Pernyataan-pernyataan dan gonjang ganjing miring terkait organisasi PERADI dibawah pimpinan Otto Hasibuan, adalah riak-riak dan dinamisasi sebuah organisasi besar. Semua sudah dijawab dalam Rapimnas PERADI di Jakarta kemarin. Jadi para peserta ikuti saja pendidikan ini dengan serius. Karena masih ada tahapan berupa ujian, magang dan pengangkatan serta penyumpahan lagi, sehingga rekan-rekan sekalian menjadi advokat,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Uspalino, SH, DPN PERADI Korwil Kalimantan Barat. Ia menyatakan PERADI adalah organisasi advokat yang terbentuk karena undang-undang.

“Kalau ada yang menyatakan PKPA yang diselenggarakan PERADI kita ini, tidak sah, itu hoaks. Buktinya kita masih dipercayai bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk menggelar pendidikan. Jadi saya tegaskan tak ada masalah dan tak ada persoalan. Ikuti saja proses menjadi advokat melalui PERADI sebagaimana yang diamanahkan undang-undang,” tegasnya.  (pay)

PONTIANAK – Tepis Isu miring terkait keabsahan PERADI dibawah pimpinan Otto Hasibuan, DPC PERADI Pontianak tetap menggelar pendidikan khusus profesi advokat. PKPA angkatan ke-18 tersebut dimulai Sabtu, 21 Mei 2022, ditandai dengan pembukaan oleh Ketua PSMH (Program Studi Magister Hukum), Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura, Dr. Hermansyah, SH MHum. Karena masih dalam penerapan Prokes, peserta yang mengikuti pendidikan sebanyak 26 orang. Pendidikan kali ini mengusung tema “Pengembangan Profesi Advokat yang Bermoralitas dalam menjaga marwah organisasi demi terwujudnya supremasi hukum di masyarakat.”

Dalam sambutannya, Dr Hermansyah SH MH menyampaikan bahwa pendidikan advokat ini sangat penting untuk diikuti para calon advokat. Mutu dan kualitas advokat ke depannya akan ditentukan pula dari keseriusan peserta dalam mengikuti pendidikan, sehingga mereka kelak mampu menjadi Advokat yang profesional bermartabat dan menjaga marwah profesi advokat demi terwujudnya supremasi hukum.

Selain itu, meskipun kelak peserta ada yang tidak menjadi advokat, paling tidak dilanjutkannya, mereka yang mengikuti pendidikan dapat mengetahui dan memahami jika nantinya timbul permasalahan hukum, baik yang berkaitan dengan dunia usaha/bisnis yang mereka lakukan, maupun bagi mereka yang bertugas sebagai “Legal Act” di institusi maupun perusahaan tempat mereka bekerja.

Baca Juga :  Kawasan Stadion SSA Ditutup Seminggu

Agus Adam Ritonga, SH. MH., Ketua Panitia PKPA angkatan ke-18 menambahkan, agar para peserta dapat  mengikuti pendidikan ini sampai selesai. Karena PKPA ini merupakan jenjang yang harus dilalui bagi mereka yang ingin menjadi Advokat sebagaimana amanah Undang-undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat.

Pengarahan Pengurus DPC PERADI Pontianak kepada Peserta PKPA angkatan-18

Sementara itu, Plt Ketua DPC PERADI Pontianak, Irenius Kadem, SH bersama Pengurus DPN PERADI Korwil Kalimantan Barat, Uspalino SH, menyampaikan pengarahan pada hari kedua pelaksanaan PKPA. Dalam pengarahannya, ia meyakinkan kepada peserta untuk tidak ragu mengikuti PKPA yang diadakan PERADI dibawah pimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan, SH MCL MM. Karena Undang undang Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, telah jelas memberikan amanah bagi PERADI (Perhimpunan Advokat Indonesia) untuk menyelenggarakan PKPA yang juga telah dipertegas dalam putusan Mahkamah Konstitusi atas Perkara Nomor: 35/PPUXVII/2018 Tanggal 28 November 2019.

Putusan  tersebut menguatkan Peradi sebagai Organisasi Advokat (OA) sebagai Single Bar dan mengembalikan Wewenang Peradi sebagai OA di dalam UU Advokat, salah satunya menyelenggarakan PKPA. Hal inilah menjadi komitmen DPC Peradi Pontianak-Kalimantan Barat, untuk kembali menggelar PKPA bagi para lulusan sarjana hukum.

Baca Juga :  Polisi Bantah Kasus Perorangan Terkesan Dipaksakan

“Sebab itu para peserta tak usah terpengaruh apalagi bimbang untuk mengikuti pendidikan ini. Pernyataan-pernyataan dan gonjang ganjing miring terkait organisasi PERADI dibawah pimpinan Otto Hasibuan, adalah riak-riak dan dinamisasi sebuah organisasi besar. Semua sudah dijawab dalam Rapimnas PERADI di Jakarta kemarin. Jadi para peserta ikuti saja pendidikan ini dengan serius. Karena masih ada tahapan berupa ujian, magang dan pengangkatan serta penyumpahan lagi, sehingga rekan-rekan sekalian menjadi advokat,” tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan Uspalino, SH, DPN PERADI Korwil Kalimantan Barat. Ia menyatakan PERADI adalah organisasi advokat yang terbentuk karena undang-undang.

“Kalau ada yang menyatakan PKPA yang diselenggarakan PERADI kita ini, tidak sah, itu hoaks. Buktinya kita masih dipercayai bekerjasama dengan Perguruan Tinggi untuk menggelar pendidikan. Jadi saya tegaskan tak ada masalah dan tak ada persoalan. Ikuti saja proses menjadi advokat melalui PERADI sebagaimana yang diamanahkan undang-undang,” tegasnya.  (pay)

Most Read

Artikel Terbaru

/