alexametrics
30.1 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Tujuh Calon KPID Terpilih, Cadangan Punya Kesempatan?

PONTIANAK–Sebanyak tujuh calon Komisioner Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar periode tahun 2022 sampai 2025 sudah ditetapkan. Nama-nama tersebut sudah ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kalbar, M. Kebing L pada 22 Juli 2022 kemarin. Mereka-mereka yang terpilih seusai bersaing menyisihkan 14 dari 21 calon KPID yang mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan.

Ketua DPRD Kalbar, M. Kebing L mengatakan berdasarkan pasal 10 ayat 2 dan 3 UU 32 tahun 2002 tentang penyiaran DPRD Kalbar melaksnakan Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) kepada 21 calon anggota KPID Kalbar periode 2022-2025 pada hari kamis dan jumat tanggal 7-8 Juli di Ruang Komisi I DPRD Kalbar.

Dari hasil Uji Kepatutan dan Kelayakan yang diikuti sebanyakk 21 peserta, maka DPRD Kalbar sudah menetapkan sebanyak 7 nama. Mereka yang terpilih diantaranya, adalah MYI Dedi Malik ST, Teresa Rante Mecer SH, Renee Fransiskus Winarno SH, Charles Armando Efraim SAP, MPA, Misrawi S.sos, Meriana SPd dan Albertus Panca Esti Widodo S.Sn.

Baca Juga :  DPC Yakorma Buka Vaksinasi Massal untuk 500 Peserta

“Sementara cadangan teratas seperti Silvina dengan Muhammad Mujiono punya kesempatan sama, andai 7 komosioner terpilih ada yang mengundurkan diri,” ucapnya.

Kepada yangb sudah terpilih, DPRD Kalbar mengucapkan selamat dan benar-benar dapat menjalankan tufoksinya sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

“Sekali lagi, selamat bagi yang terpilih. Laksanakan tugas sebaik-baiknya untuk mencerahkan dunia penyiaran di Kalbar,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi, Angeline Fremalco mengatakan sebanyak 21 calon Komisioner KPID adalah hasil seleksi dari Tim Seleksi atau Timsel. Sebelumnya mereka menjalani tes awal yang dilakukan Timsel.

Hasil Timsel KPID inilah kemudian berlanjut dengan Ujian Kepatutan dan Kelayakan di DPRD Kalbar.
Dalam menyeleksi sebanyak 21 calon KPID Kalbar tersebut pada Fit And Proper Test, Komisi I menurunkan sebanyak 10 Anggota Komisi I sebagai tim penguji.

Mereka menyeleksi 7 nama yang layak menduduki kursi KPID Kalbar. “Ketujuh nama anggota KPID Kalbar yang terpilih adalah terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan Kalbar ini berharap, perjalanan KPID Kalbar yang baru bakalan semakin kencang dan maksimal. Diapun meminta Pemerintah Daerah melalui Tim Anggaran dapat menambah anggaran KPID yang prosesnya melalui hibah. Penyebabnya adalah selama tiga tahun menjabat Ketua Komisi I, anggaran yang dimiliki KPID Kalbar sangat minim.

Baca Juga :  16 Pekerja Bangunan di Kawasan Transmart Positif Covid-19

“Itu karena Indonesia dan Kalbar ditimpa musibah COVID-19 beberapa waktu lalu. Sehingga hampir setiap lembaga terjadi refocusing anggaran. Makanya kerja Komisioner KPID belum terlalu maksimal,” ujarnya.

Anggota DPRD Kalbar dari dapil Landak ini meminta KPID Kalbar harus memperkuat apa yang selama ini menjadi program pemerintah Kalbar dan Pusat. Sehingga dapat saling bersinergi dalam memperkuat visi misi lembaga penyiaran itu sendiri.

Seandainya ke depan revisi anggaran penyiaran terjadi, bidang kerja KPID Kalbar ke depan bakalan semakin luas. Sebab yang diurus bukan hanya radio dan televisi, tetapi bisa saja pada media kekinian. “Itu artinya beban tugas bertambah,” ucap dia. (den)

PONTIANAK–Sebanyak tujuh calon Komisioner Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar periode tahun 2022 sampai 2025 sudah ditetapkan. Nama-nama tersebut sudah ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Kalbar, M. Kebing L pada 22 Juli 2022 kemarin. Mereka-mereka yang terpilih seusai bersaing menyisihkan 14 dari 21 calon KPID yang mengikuti Uji Kepatutan dan Kelayakan.

Ketua DPRD Kalbar, M. Kebing L mengatakan berdasarkan pasal 10 ayat 2 dan 3 UU 32 tahun 2002 tentang penyiaran DPRD Kalbar melaksnakan Uji Kelayakan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) kepada 21 calon anggota KPID Kalbar periode 2022-2025 pada hari kamis dan jumat tanggal 7-8 Juli di Ruang Komisi I DPRD Kalbar.

Dari hasil Uji Kepatutan dan Kelayakan yang diikuti sebanyakk 21 peserta, maka DPRD Kalbar sudah menetapkan sebanyak 7 nama. Mereka yang terpilih diantaranya, adalah MYI Dedi Malik ST, Teresa Rante Mecer SH, Renee Fransiskus Winarno SH, Charles Armando Efraim SAP, MPA, Misrawi S.sos, Meriana SPd dan Albertus Panca Esti Widodo S.Sn.

Baca Juga :  Kiprah Yayasan Pontianak Plus Sejak 2005, Kembalikan Fungsi Sosial Orang dengan HIV

“Sementara cadangan teratas seperti Silvina dengan Muhammad Mujiono punya kesempatan sama, andai 7 komosioner terpilih ada yang mengundurkan diri,” ucapnya.

Kepada yangb sudah terpilih, DPRD Kalbar mengucapkan selamat dan benar-benar dapat menjalankan tufoksinya sesuai peraturan perundang-undangan berlaku.

“Sekali lagi, selamat bagi yang terpilih. Laksanakan tugas sebaik-baiknya untuk mencerahkan dunia penyiaran di Kalbar,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi, Angeline Fremalco mengatakan sebanyak 21 calon Komisioner KPID adalah hasil seleksi dari Tim Seleksi atau Timsel. Sebelumnya mereka menjalani tes awal yang dilakukan Timsel.

Hasil Timsel KPID inilah kemudian berlanjut dengan Ujian Kepatutan dan Kelayakan di DPRD Kalbar.
Dalam menyeleksi sebanyak 21 calon KPID Kalbar tersebut pada Fit And Proper Test, Komisi I menurunkan sebanyak 10 Anggota Komisi I sebagai tim penguji.

Mereka menyeleksi 7 nama yang layak menduduki kursi KPID Kalbar. “Ketujuh nama anggota KPID Kalbar yang terpilih adalah terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan Kalbar ini berharap, perjalanan KPID Kalbar yang baru bakalan semakin kencang dan maksimal. Diapun meminta Pemerintah Daerah melalui Tim Anggaran dapat menambah anggaran KPID yang prosesnya melalui hibah. Penyebabnya adalah selama tiga tahun menjabat Ketua Komisi I, anggaran yang dimiliki KPID Kalbar sangat minim.

Baca Juga :  Gebrak Vaksinasi Covid-19 untuk Masyarakat Sehat  

“Itu karena Indonesia dan Kalbar ditimpa musibah COVID-19 beberapa waktu lalu. Sehingga hampir setiap lembaga terjadi refocusing anggaran. Makanya kerja Komisioner KPID belum terlalu maksimal,” ujarnya.

Anggota DPRD Kalbar dari dapil Landak ini meminta KPID Kalbar harus memperkuat apa yang selama ini menjadi program pemerintah Kalbar dan Pusat. Sehingga dapat saling bersinergi dalam memperkuat visi misi lembaga penyiaran itu sendiri.

Seandainya ke depan revisi anggaran penyiaran terjadi, bidang kerja KPID Kalbar ke depan bakalan semakin luas. Sebab yang diurus bukan hanya radio dan televisi, tetapi bisa saja pada media kekinian. “Itu artinya beban tugas bertambah,” ucap dia. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/