alexametrics
28 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Remaja Bagian Penting Dari Pembangunan Keluarga

PONTIANAK-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat Tenny Calvenny Soriton mengatakan remaja merupakan bagian terpenting dari Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Demikian dikatakannya saat membuka kegiatan Orientasi Kader Bina Keluarga Remaja di Hotel Mercure, Senin (24/8).

“Bina Keluarga Remaja sebagai wadah kegiatan orang tua yang memiliki remaja, di design untuk menciptakan keluarga sebagai lingkungan yang mampu mendukung dan mengarahkan kembang tumbuh remaja,” ujar Tenny.

Dari hasil kajian, menunjukkan bahwa kelompok sebaya dan orang tua menjadi tempat paling nyaman bagi remaja untuk berdiskusi tentang kesehatan reproduksi yang dialaminya.

Dimana 62 persen remaja perempuan dan 51 persen remaja laki laki berdiskusi kesehatan reproduksi dengan temannya. Sedangkan 53 persen remaja perempuan serta 11 persen remaja laki laki berdiskusi kespro dengan ibunya.

Baca Juga :  Bapak dan Anak Diisolasi di Singkawang

Pembinaan ketahanan remaja ini dilakukan dalam upaya menyiapkan remaja sebagai calon orang tua agar mampu membangun keluarga berkualitas. Remaja juga sebagai calon penduduk usai produktif agar mampu menjadi pelaku pembangunan.

Tenny melanjutkan, kondisi remaja saat ini bukan tidak penuh tantangan. Permasalahan yang mengancam remaja seperti kesehatan reproduksi dan gizi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai actor pembangunan dan kesiapannya dalam membangun keluarga.

Belum lagi kematangan seksual yang semakin dini dan aksebilitas terhadap berbagai media serta pengaruh negatif sebaya menjadikan remaja rentan terhadap perilaku seksual beresiko. Tentunya ini harus dicegah.

Salah satunya dengan Program untuk remaja, yang dikemas dengan nama Program Generasi Remaja atau lebih dikenal GenRe ini.

Baca Juga :  Teliti Soal Peran Perusahaan Dalam Kemandirian Desa

Ketua penyelenggara, Elsi dalam laporannya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kapasitas pengelola program GenRe lokus Pro PN dalam melakukan edukasi substansi materi penyiapan perencanaan Kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga hasil yang diharapkan tersedianya kader BKR lokus Pro PN yang memiliki pengetahuan substansi GenRe dan meningkatnya angka keterpaparan Pro PN PKBR terhadap Keluarga yang memiliki remaja di Kabupaten/Kota. Peserta adalah Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) dari 7 Kabupaten/Kota berjumlah 39 orang.(iza)

PONTIANAK-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat Tenny Calvenny Soriton mengatakan remaja merupakan bagian terpenting dari Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Demikian dikatakannya saat membuka kegiatan Orientasi Kader Bina Keluarga Remaja di Hotel Mercure, Senin (24/8).

“Bina Keluarga Remaja sebagai wadah kegiatan orang tua yang memiliki remaja, di design untuk menciptakan keluarga sebagai lingkungan yang mampu mendukung dan mengarahkan kembang tumbuh remaja,” ujar Tenny.

Dari hasil kajian, menunjukkan bahwa kelompok sebaya dan orang tua menjadi tempat paling nyaman bagi remaja untuk berdiskusi tentang kesehatan reproduksi yang dialaminya.

Dimana 62 persen remaja perempuan dan 51 persen remaja laki laki berdiskusi kesehatan reproduksi dengan temannya. Sedangkan 53 persen remaja perempuan serta 11 persen remaja laki laki berdiskusi kespro dengan ibunya.

Baca Juga :  Bapak dan Anak Diisolasi di Singkawang

Pembinaan ketahanan remaja ini dilakukan dalam upaya menyiapkan remaja sebagai calon orang tua agar mampu membangun keluarga berkualitas. Remaja juga sebagai calon penduduk usai produktif agar mampu menjadi pelaku pembangunan.

Tenny melanjutkan, kondisi remaja saat ini bukan tidak penuh tantangan. Permasalahan yang mengancam remaja seperti kesehatan reproduksi dan gizi yang akan berdampak pada kualitasnya sebagai actor pembangunan dan kesiapannya dalam membangun keluarga.

Belum lagi kematangan seksual yang semakin dini dan aksebilitas terhadap berbagai media serta pengaruh negatif sebaya menjadikan remaja rentan terhadap perilaku seksual beresiko. Tentunya ini harus dicegah.

Salah satunya dengan Program untuk remaja, yang dikemas dengan nama Program Generasi Remaja atau lebih dikenal GenRe ini.

Baca Juga :  Teliti Soal Peran Perusahaan Dalam Kemandirian Desa

Ketua penyelenggara, Elsi dalam laporannya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kapasitas pengelola program GenRe lokus Pro PN dalam melakukan edukasi substansi materi penyiapan perencanaan Kehidupan berkeluarga bagi remaja sehingga hasil yang diharapkan tersedianya kader BKR lokus Pro PN yang memiliki pengetahuan substansi GenRe dan meningkatnya angka keterpaparan Pro PN PKBR terhadap Keluarga yang memiliki remaja di Kabupaten/Kota. Peserta adalah Kader Bina Keluarga Remaja (BKR) dari 7 Kabupaten/Kota berjumlah 39 orang.(iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/