alexametrics
28 C
Pontianak
Thursday, May 26, 2022

Midji: Masuk Kalbar Tetap Wajib PCR

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memastikan pelaku perjalanan yang memasuki provinsi ini tetap diwajibkan mengantongi surat negatif tes usap PCR. Hal tersebut guna menjaga tidak terjadi peningkatan penularan Covid-19 di masyarakat.

“Jadi tetap PCR, semuanya. Orang mau ini, kan ini sudah level 1 level 2, cukup antigen, tidak, semuanya PCR, mau marah-marahlah orang,” tegasnya, Jumat (24/9).

Ia juga mengimbau kepala daerah untuk tidak lengah terhadap potensi lonjakan kasus. Jangan sampai masyarakat terbuai dengan zona risiko yang sudah menurun kemudian membuat kegiatan-kegiatan keramaian tanpa memperhatikan protokol kesehatan (prokes). “Jadi kalau dia (kepala daerah) mau tetap (daerahnya) aman, ya dia harus tetap cerewet lah,” ucapnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga Ajak Calon Investor untuk Berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus dalam Forum Bisnis Dubai Expo 2021

Pemerintah Provinsi menurutnya tetap akan mengantisipasi sesuai dengan kewenangannya. Seperti menyiapkan rumah sakit khusus infeksius di RSUD Soedarso. Termasuk yang sudah dilaksanakan dengan memberikan bantuan ambulans infeksius kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Ribut kemarin (mahal) beli mobil ambulans apa, jangan sepok, jangan pikir ambulans hanya untuk bawa jenazah,” ujarnya.

Ambulans infeksius yang dibeli merupakan mobil dengan peralatan khusus yang lengkap. Seperti ketika membawa pasien positif Covid-19, maka ada saringan udara bertekanan negatif. Hanya untuk alat itu saja harganya mencapai puluhan juta. Belum lagi ada alat-alat kesehatan untuk pertolongan pertama serta kursi dokter untuk tindakan. Juga karoseri berupa tempat kursi dokter, sirine dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Pembagian Bansos Harus Merata dan Adil

“Jadi ambulans itu fungsinya juga penanganan pertama, jangan orang sakit dibiarkan saja. Peralatan untuk darurat semuanya ada di situ. Peralatan ini lah yang mahal,” pungkasnya.(bar)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji memastikan pelaku perjalanan yang memasuki provinsi ini tetap diwajibkan mengantongi surat negatif tes usap PCR. Hal tersebut guna menjaga tidak terjadi peningkatan penularan Covid-19 di masyarakat.

“Jadi tetap PCR, semuanya. Orang mau ini, kan ini sudah level 1 level 2, cukup antigen, tidak, semuanya PCR, mau marah-marahlah orang,” tegasnya, Jumat (24/9).

Ia juga mengimbau kepala daerah untuk tidak lengah terhadap potensi lonjakan kasus. Jangan sampai masyarakat terbuai dengan zona risiko yang sudah menurun kemudian membuat kegiatan-kegiatan keramaian tanpa memperhatikan protokol kesehatan (prokes). “Jadi kalau dia (kepala daerah) mau tetap (daerahnya) aman, ya dia harus tetap cerewet lah,” ucapnya.

Baca Juga :  Pembagian Bansos Harus Merata dan Adil

Pemerintah Provinsi menurutnya tetap akan mengantisipasi sesuai dengan kewenangannya. Seperti menyiapkan rumah sakit khusus infeksius di RSUD Soedarso. Termasuk yang sudah dilaksanakan dengan memberikan bantuan ambulans infeksius kepada pemerintah kabupaten/kota.

“Ribut kemarin (mahal) beli mobil ambulans apa, jangan sepok, jangan pikir ambulans hanya untuk bawa jenazah,” ujarnya.

Ambulans infeksius yang dibeli merupakan mobil dengan peralatan khusus yang lengkap. Seperti ketika membawa pasien positif Covid-19, maka ada saringan udara bertekanan negatif. Hanya untuk alat itu saja harganya mencapai puluhan juta. Belum lagi ada alat-alat kesehatan untuk pertolongan pertama serta kursi dokter untuk tindakan. Juga karoseri berupa tempat kursi dokter, sirine dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Pemprov Kalbar Siapkan Rencana Penataan GOR

“Jadi ambulans itu fungsinya juga penanganan pertama, jangan orang sakit dibiarkan saja. Peralatan untuk darurat semuanya ada di situ. Peralatan ini lah yang mahal,” pungkasnya.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/