alexametrics
27 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Sita Dua Miliar, Mobil Mewah dan Motor Sport dari Tersangka Narkoba

Kasus Dugaan TPPU Narkotika

PONTIANAK – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar menyita uang sebesar Rp2,05 miliar dari kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika. Selain uang, polisi juga menyita sejumlah mobil, sepeda motor dan perhiasan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Gembong Yudha menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menangani dua perkara TPPU narkotika. Perkara pertama menjerat tersangka Muhammad Iqbal, warga Jalan Tanjung Raya II, Gang Nusa Indah, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur. Sedangkan perkara kedua melibatkan tersangka Johnny Hendra, warga Jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, Pontianak Utara.

Menurut Yudha, penyidikan perkara TPPU ini berawal dari adanya kecurigaan penyidik terhadap data transaksi salah satu rekening milik tersangka Iqbal. Saldo rekeningnya lebih dari dua miliar rupiah yang diduga berasal dari bisnis narkotika yang dijalankan selama ini.

“Kami mencurigai adanya aliran dana atau data transaksi di salah satu rekening tersangka Iqbal yang tidak wajar. Dari situ kemudian kami melakukan pengembangan dan menduga uang tersebut bersumber dari bisnis narkoba,” kata Yudha dalam keterangan pers, kemarin.

Baca Juga :  Sindikat Mafia Tanah Ditahan, Rugikan Korban hingga Miliaran Rupiah

Selain menyita miliaran rupiah uang milik tersangka, pihaknya juga menyita sejumlah aset lainnya, seperti satu mobil Nissan X-Trail, satu mobil Wuling, satu motor Kawasaki Ninja EX250L, satu sepeda motor Yamaha BK6R M/T, satu sepeda motor Scoopy, satu buku tabungan berisi saldo Rp2.051.600.000, uang tunai Rp2 juta, satu kalung emas dan satu gelang emas.

“Tersangka Iqbal sendiri kami amankan dengan barang bukti sabu seberat lima kilogram,” ungkap Yudha. “Saat ini kami masih menyelidiki aset lain yang berkaitan dengan narkoba,” sambungnya.

Sementara untuk perkara TPPU tersangka Jhonny Hendra, pihaknya menemukan dua rekening atas nama tersangka (Jhonny Hendra) serta dua rekening lain atas nama Klara Tiara yang tak lain adalah istri Jhonny Hendra. Keempat rekening tersebut diduga menampung uang hasil kejahatan narkoba.

Dari pemeriksaan, ada transaksi-transaksi yang dinilai mencurigakan. Sebagian dana telah berubah bentuk atau dibelanjakan untuk membeli aset dan barang-barang berupa perhiasan. “Dari pemeriksaan itu kami kemudian melakukan pemblokiran dan penyitaan,” kata Yudha. Barang bukti yang disita antara lain empat rekening, dua cincin emas, satu gelas emas putih, dua jam tangan, dan satu mobil merek Honda HRV.

Baca Juga :  Zona Merah Peredaran Narkoba

Kedua tersangka saat ini dijerat dengan pasal 3 dan pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Selain itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar juga memusnahkan narkoba jenis sabu seberat 5,3 kilogram.

Sementara itu, Muhammad Iqbal membantah dugaan kepolisian. Ia menyatakan bahwa aset yang disita polisi bukanlah hasil dari bisnis narkoba melainkan hasil bisnis sarang burung walet. “Saya bisnis sarang burung walet,” kata Iqbal saat ditemui Pontianak Post.

Menurutnya, sebelum menjalankan bisnis narkoba, dirinya berbisnis jual beli sarang burung walet. “Kalau narkoba baru Mei 2019 ini,” katanya. Ia diamankan polisi karena kedapatan membawa sabu seberat 5 kg dari Malaysia. Saat ini ia pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. (arf)

 

Kasus Dugaan TPPU Narkotika

PONTIANAK – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar menyita uang sebesar Rp2,05 miliar dari kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika. Selain uang, polisi juga menyita sejumlah mobil, sepeda motor dan perhiasan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Gembong Yudha menjelaskan, saat ini pihaknya tengah menangani dua perkara TPPU narkotika. Perkara pertama menjerat tersangka Muhammad Iqbal, warga Jalan Tanjung Raya II, Gang Nusa Indah, Kelurahan Parit Mayor, Kecamatan Pontianak Timur. Sedangkan perkara kedua melibatkan tersangka Johnny Hendra, warga Jalan Budi Utomo, Siantan Hulu, Pontianak Utara.

Menurut Yudha, penyidikan perkara TPPU ini berawal dari adanya kecurigaan penyidik terhadap data transaksi salah satu rekening milik tersangka Iqbal. Saldo rekeningnya lebih dari dua miliar rupiah yang diduga berasal dari bisnis narkotika yang dijalankan selama ini.

“Kami mencurigai adanya aliran dana atau data transaksi di salah satu rekening tersangka Iqbal yang tidak wajar. Dari situ kemudian kami melakukan pengembangan dan menduga uang tersebut bersumber dari bisnis narkoba,” kata Yudha dalam keterangan pers, kemarin.

Baca Juga :  Perempuan Perawat Kerukunan dan Perdamaian

Selain menyita miliaran rupiah uang milik tersangka, pihaknya juga menyita sejumlah aset lainnya, seperti satu mobil Nissan X-Trail, satu mobil Wuling, satu motor Kawasaki Ninja EX250L, satu sepeda motor Yamaha BK6R M/T, satu sepeda motor Scoopy, satu buku tabungan berisi saldo Rp2.051.600.000, uang tunai Rp2 juta, satu kalung emas dan satu gelang emas.

“Tersangka Iqbal sendiri kami amankan dengan barang bukti sabu seberat lima kilogram,” ungkap Yudha. “Saat ini kami masih menyelidiki aset lain yang berkaitan dengan narkoba,” sambungnya.

Sementara untuk perkara TPPU tersangka Jhonny Hendra, pihaknya menemukan dua rekening atas nama tersangka (Jhonny Hendra) serta dua rekening lain atas nama Klara Tiara yang tak lain adalah istri Jhonny Hendra. Keempat rekening tersebut diduga menampung uang hasil kejahatan narkoba.

Dari pemeriksaan, ada transaksi-transaksi yang dinilai mencurigakan. Sebagian dana telah berubah bentuk atau dibelanjakan untuk membeli aset dan barang-barang berupa perhiasan. “Dari pemeriksaan itu kami kemudian melakukan pemblokiran dan penyitaan,” kata Yudha. Barang bukti yang disita antara lain empat rekening, dua cincin emas, satu gelas emas putih, dua jam tangan, dan satu mobil merek Honda HRV.

Baca Juga :  Balitbang Kalbar Peringkat Pertama Badan Publik Informatif

Kedua tersangka saat ini dijerat dengan pasal 3 dan pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Selain itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar juga memusnahkan narkoba jenis sabu seberat 5,3 kilogram.

Sementara itu, Muhammad Iqbal membantah dugaan kepolisian. Ia menyatakan bahwa aset yang disita polisi bukanlah hasil dari bisnis narkoba melainkan hasil bisnis sarang burung walet. “Saya bisnis sarang burung walet,” kata Iqbal saat ditemui Pontianak Post.

Menurutnya, sebelum menjalankan bisnis narkoba, dirinya berbisnis jual beli sarang burung walet. “Kalau narkoba baru Mei 2019 ini,” katanya. Ia diamankan polisi karena kedapatan membawa sabu seberat 5 kg dari Malaysia. Saat ini ia pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. (arf)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/