alexametrics
30.6 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Dua Pasien Positif Covid-19 di Soedarso Meninggal Dunia

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengumumkan ada dua pasien konfirmasi (positif) Covid-19 yang meninggal dunia, Minggu (25/10). Dua pasien ini sebelumnya sempat dirawat di RSUD Soedarso, Kota Pontianak.

Saat masuk ke RS, almarhum dikatakan sudah dalam kondisi yang cukup parah. Kandungan virus Covid-19 dalam tubuhnya sudah mencapai jutaan copies virus.

Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalbar, jika ada perubahan dalam kondisi kesehatan agar segera memeriksakan diri. Bisa dengan cara pergi ke dokter atau Puskesmas setempat, atau juga fasilitas kesehatan lainnya. “Atau langsung minta di-swab (tes usap), kan semuanya tidak bayar, gratis, mengapa jadi takut. Swab itu tidak sakit,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Minggu (25/10) sore.

Baca Juga :  Penjual Sisik Trenggiling Dipenjara

Sebab jika kondisinya sudah parah dan masuk ke RS, lanjut dia, maka perlu tindakan perawatan dengan alat-alat tertentu. Sementara untuk alat-alat kesehatan tersebut jumlahnya terbatas. Termasuk untuk pengobatannya, jika kondisinya sudah parah maka perlu obat-obat yang harganya cukup mahal. “Seperti misalnya remdesivir itu harganya satu vial Rp1,6 juta dan untuk satu orang kalau sudah parah minimal 11 vial,” ungkapnya.

Belum lagi obat remdesivir tersebut juga tidak gampang untuk mendapatkannya. Terkadang antar Rumah Sakit (RS) harus saling meminjamkan agar mencukupi. Selain itu untuk pengobatan, Pemprov Kalbar dikatakan sudah berupaya mendatangkan langsung plasma darah dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. “Jadi saya berharap kalau misalnya ada perubahan dan kita merasakan, cepat bawa ke dokter agar mudah ditangani,” pintanya.(bar)

Baca Juga :  Bahas APBDP 2020 Lebih Awal

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengumumkan ada dua pasien konfirmasi (positif) Covid-19 yang meninggal dunia, Minggu (25/10). Dua pasien ini sebelumnya sempat dirawat di RSUD Soedarso, Kota Pontianak.

Saat masuk ke RS, almarhum dikatakan sudah dalam kondisi yang cukup parah. Kandungan virus Covid-19 dalam tubuhnya sudah mencapai jutaan copies virus.

Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalbar, jika ada perubahan dalam kondisi kesehatan agar segera memeriksakan diri. Bisa dengan cara pergi ke dokter atau Puskesmas setempat, atau juga fasilitas kesehatan lainnya. “Atau langsung minta di-swab (tes usap), kan semuanya tidak bayar, gratis, mengapa jadi takut. Swab itu tidak sakit,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Minggu (25/10) sore.

Baca Juga :  Kematian Covid Melonjak,¬†Sehari Tambah Ratusan Kasus¬†

Sebab jika kondisinya sudah parah dan masuk ke RS, lanjut dia, maka perlu tindakan perawatan dengan alat-alat tertentu. Sementara untuk alat-alat kesehatan tersebut jumlahnya terbatas. Termasuk untuk pengobatannya, jika kondisinya sudah parah maka perlu obat-obat yang harganya cukup mahal. “Seperti misalnya remdesivir itu harganya satu vial Rp1,6 juta dan untuk satu orang kalau sudah parah minimal 11 vial,” ungkapnya.

Belum lagi obat remdesivir tersebut juga tidak gampang untuk mendapatkannya. Terkadang antar Rumah Sakit (RS) harus saling meminjamkan agar mencukupi. Selain itu untuk pengobatan, Pemprov Kalbar dikatakan sudah berupaya mendatangkan langsung plasma darah dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. “Jadi saya berharap kalau misalnya ada perubahan dan kita merasakan, cepat bawa ke dokter agar mudah ditangani,” pintanya.(bar)

Baca Juga :  Lestarikan Budaya, tak Pernah Absen Meriahkan Cap Go Meh

Most Read

Artikel Terbaru

/