alexametrics
33.9 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Disporapar Kalbar Gelar Pelatihan Kepemanduan Arung Jeram dan Mitigasi Bencana

PONTIANAK– Sebanyak 40 penggiat dan pemandu wisata alam, khususnya arung jeram mengikuti pelatihan Kepemanduan Wisata Arung Jeram dan Mitigasi Bencana di Destinasi Wisata yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama sepekan, mulai tanggal 19-23 Oktober 2021.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi tentang mitigasi bencana, pengelolaan krisis kepariwisataan, manajemen resiko, penyelenggaraan wisata alam arung jeram pada masa pandemi, merencanakan dan mempersiapkan perjalanan arung jeram oleh para narasumber yang berkompeten, di antaranya BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Basarnas, Dinas Kesehatan Provinsi, travel agen dan instruktur arung jeram yang didatangkan langsung dari Bogor, Jawa Barat.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat, Windy Prihastari mengatakan, tujuan dari digelarnya pelatihan ini, untuk mendukung penyelenggaraan layanan kepariwisataan khususnya arung jeram.

“Pelatihan Kepemanduan Arung Jeram dan Mitigasi Bencana ini dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kemampuan para pengelola daya tarik wisata dan desa wisata dalam melakukan mitigasi bencana dan pengelolaan krisis akibat bencana di destinasi wisata,” tutur Windy Prihastari.

Windy memgatakan, pertumbuhan wisata minat khusus, seperti arung jeram di Kalimantan Barat ini, semakin hari semakin menggeliat. Beberapa kawasan sungai di sejumlah lokasi, yang sebelumnya hanya sesekali dijajaki oleh para penggemar olahraga ekstrem ini untuk sekadar menyalurkan minat atau ekspedisi pengarungan saja, kini perlahan tapi pasti berubah menjadi sebuah destinasi baru wisata arung jeram.

Baca Juga :  Sepatu Ulat Sutra Samia, UMKM BRI Naik Kelas Hingga ke Mancanegara

Namun dibalik meningkatnya minat para pengarung jeram membuka akses wisata pengarungan bagi masyarakat umum, ada potensi bahaya yang harus diwaspadai dari kegiatan ini. Namanya juga beraktivitas di alam terbuka dan cenderung ekstrem, segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi.

Alasan inilah, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat, menggandeng Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalbar menggelar pelatihan pemandu wisata alam khususnya arung jeram yang disandingkan dengan pelatihan mitigasi bencana di destinasi wisata.

“Pelatihan ini untuk mendukung penyelenggaraan layanan kepariwisataan, terkait teknik kepemanduan dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi serta kemampuan para pengelola wisata arung jeram di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan terori di dalam kelas. Mereka juga akan praktik lapangan yang dilaksanakan di Sungai Tanggi, Dusun Segonde, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang.

“Jadi, selain mendapatkan materi di dalam kelas, juga praktik lapangan,” kata Windy.

Sementara itu, Pj Sekda Kalbar Samuel mengatakan, tahun 2020 lalu sudah dilaksanakan launching Daya Tarik Wisata Minat Khusus Arung Jeram di Riam Pangar. Menindaklanjuti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap kegiatan tersebut maka pada tahun ini dilaksanakan kegiatan pengembangan kapasitas SDM.

Baca Juga :  Perajin Ikuti Pelatihan Pembuatan Face Shield

“Kepemanduan Arung Jeram ini agar nantinya pelaksanaan wisata arung jeram dapat dilaksanakan sesuai dengan standar.Potensi alam yang kita miliki tersebut selain dipandang sebagai suatu peluang wisata juga merupakan ancaman terjadinya bencana seperti banjir, tanah longsor maupun kebakaran lahan,” tutur Samuel.

Samuel berpesan kepada seluruh peserta pelatihan memahami dan memitigasi lebih awal terhadap resiko bencana tersebut. Mitigasi menduduki peranan penting mengingat bencana bisa saja terjadi, sehingga sangat perlu bagi para pengelola destinasi wisata untuk dibekali dengan kemampuan dasar tentang tanggap darurat bencana di destinasi wisata.

Terpisah, Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Barat Hermayani Putera mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Disporapar Kalimantan Barat yang sudah menggandeng FAJI dalam kegiatan ini.

Menurut Herma, sapaan akrab Hermayani Putera, 40 peserta merupakan pemandu atau operator arung jeram dan juga anggota FAJI dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

“Mereka adalah orang-orang terpilih. Pengarung jeram terpilih yang rata-rata beraktivitas memandu wisata arung jeram di Kalbar atau setidaknye para penggiat yang kerap melakukan pengarungan, baik itu hanya untuk menyalurkan minat di jalur-jalur pendek, maupun berekspedisi mengarungi sungai berjeram di jalur panjang,” pungkasnya. (arf)

PONTIANAK– Sebanyak 40 penggiat dan pemandu wisata alam, khususnya arung jeram mengikuti pelatihan Kepemanduan Wisata Arung Jeram dan Mitigasi Bencana di Destinasi Wisata yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat. Kegiatan ini dilaksanakan selama sepekan, mulai tanggal 19-23 Oktober 2021.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diberikan materi tentang mitigasi bencana, pengelolaan krisis kepariwisataan, manajemen resiko, penyelenggaraan wisata alam arung jeram pada masa pandemi, merencanakan dan mempersiapkan perjalanan arung jeram oleh para narasumber yang berkompeten, di antaranya BPBD Provinsi Kalimantan Barat, Basarnas, Dinas Kesehatan Provinsi, travel agen dan instruktur arung jeram yang didatangkan langsung dari Bogor, Jawa Barat.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalimantan Barat, Windy Prihastari mengatakan, tujuan dari digelarnya pelatihan ini, untuk mendukung penyelenggaraan layanan kepariwisataan khususnya arung jeram.

“Pelatihan Kepemanduan Arung Jeram dan Mitigasi Bencana ini dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi, dan kemampuan para pengelola daya tarik wisata dan desa wisata dalam melakukan mitigasi bencana dan pengelolaan krisis akibat bencana di destinasi wisata,” tutur Windy Prihastari.

Windy memgatakan, pertumbuhan wisata minat khusus, seperti arung jeram di Kalimantan Barat ini, semakin hari semakin menggeliat. Beberapa kawasan sungai di sejumlah lokasi, yang sebelumnya hanya sesekali dijajaki oleh para penggemar olahraga ekstrem ini untuk sekadar menyalurkan minat atau ekspedisi pengarungan saja, kini perlahan tapi pasti berubah menjadi sebuah destinasi baru wisata arung jeram.

Baca Juga :  Heboh! Remaja 14 Tahun Gantung Diri

Namun dibalik meningkatnya minat para pengarung jeram membuka akses wisata pengarungan bagi masyarakat umum, ada potensi bahaya yang harus diwaspadai dari kegiatan ini. Namanya juga beraktivitas di alam terbuka dan cenderung ekstrem, segala kemungkinan terburuk bisa saja terjadi.

Alasan inilah, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kalimantan Barat, menggandeng Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalbar menggelar pelatihan pemandu wisata alam khususnya arung jeram yang disandingkan dengan pelatihan mitigasi bencana di destinasi wisata.

“Pelatihan ini untuk mendukung penyelenggaraan layanan kepariwisataan, terkait teknik kepemanduan dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan, motivasi serta kemampuan para pengelola wisata arung jeram di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan terori di dalam kelas. Mereka juga akan praktik lapangan yang dilaksanakan di Sungai Tanggi, Dusun Segonde, Desa Pisak, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang.

“Jadi, selain mendapatkan materi di dalam kelas, juga praktik lapangan,” kata Windy.

Sementara itu, Pj Sekda Kalbar Samuel mengatakan, tahun 2020 lalu sudah dilaksanakan launching Daya Tarik Wisata Minat Khusus Arung Jeram di Riam Pangar. Menindaklanjuti komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terhadap kegiatan tersebut maka pada tahun ini dilaksanakan kegiatan pengembangan kapasitas SDM.

Baca Juga :  5 Februari Kawasan GOR Harus Steril, 230 Pedagang Diminta Angkat Kaki

“Kepemanduan Arung Jeram ini agar nantinya pelaksanaan wisata arung jeram dapat dilaksanakan sesuai dengan standar.Potensi alam yang kita miliki tersebut selain dipandang sebagai suatu peluang wisata juga merupakan ancaman terjadinya bencana seperti banjir, tanah longsor maupun kebakaran lahan,” tutur Samuel.

Samuel berpesan kepada seluruh peserta pelatihan memahami dan memitigasi lebih awal terhadap resiko bencana tersebut. Mitigasi menduduki peranan penting mengingat bencana bisa saja terjadi, sehingga sangat perlu bagi para pengelola destinasi wisata untuk dibekali dengan kemampuan dasar tentang tanggap darurat bencana di destinasi wisata.

Terpisah, Ketua Umum Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Barat Hermayani Putera mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Disporapar Kalimantan Barat yang sudah menggandeng FAJI dalam kegiatan ini.

Menurut Herma, sapaan akrab Hermayani Putera, 40 peserta merupakan pemandu atau operator arung jeram dan juga anggota FAJI dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

“Mereka adalah orang-orang terpilih. Pengarung jeram terpilih yang rata-rata beraktivitas memandu wisata arung jeram di Kalbar atau setidaknye para penggiat yang kerap melakukan pengarungan, baik itu hanya untuk menyalurkan minat di jalur-jalur pendek, maupun berekspedisi mengarungi sungai berjeram di jalur panjang,” pungkasnya. (arf)

Most Read

Gabsis Juara 2 Piala Soeratin U22

Dewan Milenial Golkar Rela Terjang Banjir

Praktisi Pers Perempuan yang Terlupakan

Doa Bersama untuk Indonesia

Artikel Terbaru

/