alexametrics
30.6 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Sebanyak 29 Arwana Dilepasliarkan di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum

PONTIANAK – Sebanyak 29 ekor indukan arwana super red dilepasliarkan di Danau Merebung, Desa Melembah, Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Sabtu (23/10).

Pelepasliaran ikan arwana ke habitat aslinya di lanskap Danau Sentarum ini memang bukan pertama kalinya. Namun, untuk kali ini, pelepasliaran ikan purba endemik Kalimantan Barat itu dilakukan BKSDA Kalbar dengan melibatkan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, bersama PT. Mitra Sarana Aquatama.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, saat ini populasi ikan arwana di alam secara pasti belum terdata, namun demikian keberadaan dan peredaran ikan arwana dari penangkaran sudah sangat banyak. Bahkan bisa dikatakan, kekhawatiran akan ancaman terhadap kelestarian ikan arwana hampir tidak ada.

Baca Juga :  YBS Imbau Tiadakan Perjamuan Makan Bersama

“Yang perlu dijaga dan terus didorong adalah upaya pengembalian ke alam melalui kegiatan pelepasliaran yang sudah beberapa kali dilakukan dan akan terus dilakukan ke depannya” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Wahju Rudianto. Ia mengatakan, pihaknya telah membangun sanctuary ikan Arwana Super Red berbasis masyarakat dalam rangka pelestariannya di alam khususnya di Danau Merebung Taman Nasional Danau Sentarum.

Ikan Arwana indukan yang dilepasliarkan tersebut merupakan sumbangan dari PT. Mitra Sarana Aquatama, sebagai upaya dalam mendukung operasionalisasi sanctuary tersebut, dan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan anakannya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pihak Balai KSDA Kalimantan Barat dan PT. Mitra Sarana Aquatama yang telah berkontribusi membantu kami dalam operasionalisasi sanctuary Ikan Arwana Super Red, Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk mengatur pola pemanfaatan ikan Arwana dari alam agar kelestariannya dapat terus terjaga,” tambah Wahju.

Baca Juga :  Perahu Mesin Terbalik, Pasutri Meninggal Dunia di Danau Sentarum

Kegiatan pelepasliaran kali ini juga diikuti oleh Sekretaris Kecamatan Batang Lupar, Kepala Desa Melembah beserta masyarakat setempat. Antusiasme dan harapan masyarakat dalam pelepasliaran merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan Sanctuary Arwana Super Red ini. (arf)

PONTIANAK – Sebanyak 29 ekor indukan arwana super red dilepasliarkan di Danau Merebung, Desa Melembah, Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Sabtu (23/10).

Pelepasliaran ikan arwana ke habitat aslinya di lanskap Danau Sentarum ini memang bukan pertama kalinya. Namun, untuk kali ini, pelepasliaran ikan purba endemik Kalimantan Barat itu dilakukan BKSDA Kalbar dengan melibatkan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, bersama PT. Mitra Sarana Aquatama.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta mengatakan, saat ini populasi ikan arwana di alam secara pasti belum terdata, namun demikian keberadaan dan peredaran ikan arwana dari penangkaran sudah sangat banyak. Bahkan bisa dikatakan, kekhawatiran akan ancaman terhadap kelestarian ikan arwana hampir tidak ada.

Baca Juga :  Desa Segedong Optimis Turunkan Angka Stunting

“Yang perlu dijaga dan terus didorong adalah upaya pengembalian ke alam melalui kegiatan pelepasliaran yang sudah beberapa kali dilakukan dan akan terus dilakukan ke depannya” katanya.

Hal senada diungkapkan Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Wahju Rudianto. Ia mengatakan, pihaknya telah membangun sanctuary ikan Arwana Super Red berbasis masyarakat dalam rangka pelestariannya di alam khususnya di Danau Merebung Taman Nasional Danau Sentarum.

Ikan Arwana indukan yang dilepasliarkan tersebut merupakan sumbangan dari PT. Mitra Sarana Aquatama, sebagai upaya dalam mendukung operasionalisasi sanctuary tersebut, dan diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan anakannya.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pihak Balai KSDA Kalimantan Barat dan PT. Mitra Sarana Aquatama yang telah berkontribusi membantu kami dalam operasionalisasi sanctuary Ikan Arwana Super Red, Saya juga mengajak kepada masyarakat untuk mengatur pola pemanfaatan ikan Arwana dari alam agar kelestariannya dapat terus terjaga,” tambah Wahju.

Baca Juga :  Pengunjung Bisa Berselfie dari Ketinggian Pulau Sepandan

Kegiatan pelepasliaran kali ini juga diikuti oleh Sekretaris Kecamatan Batang Lupar, Kepala Desa Melembah beserta masyarakat setempat. Antusiasme dan harapan masyarakat dalam pelepasliaran merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan Sanctuary Arwana Super Red ini. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/