Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemprov Kalbar Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Harga Bahan Pokok

IN
Harisson, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar
Harisson, Sekretaris Daerah Provinsi Kalbar

PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson menegaskan, pemerintah provinsi terus memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan melakukan langkah pengendalian yang diperlukan agar inflasi tetap terkendali, sehingga tidak memberatkan masyarakat.


Advertisement

Lanjut Harisson, langkah antisipatif ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Harisson juga menyebutkan jika Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi daerah.

“Pemprov Kalbar terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota,” kata Harisson usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Nasional secara virtual yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dari Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalbar, Senin (22/12).

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir menekankan pentingnya kewaspadaan pemerintah daerah terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu distribusi barang dan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Advertisement

“Saya minta seluruh kepala daerah terus memonitor laporan prakiraan cuaca. Cuaca ekstrem dapat berdampak pada banjir, longsor, hingga terputusnya akses jalan dan jembatan, yang pada akhirnya memengaruhi distribusi dan harga bahan pokok,” ujar Tomsi.

Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan daerah menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi, termasuk kesiapan peralatan dan langkah antisipasi di lapangan guna meminimalkan gangguan distribusi.

Selain itu, Tomsi meminta agar Rakor Pengendalian Inflasi difokuskan pada komoditas dan wilayah yang mengalami kenaikan harga.

Advertisement

“Ketika BPS menyampaikan komoditas dan daerah yang mengalami kenaikan harga, pembahasan harus fokus pada hal tersebut disertai upaya konkret pengendaliannya agar rapat benar-benar efektif,” tegasnya.

Direktur Statistik Harga Badan Pusat Statistik (BPS), Windhiarso Ponco Adi Putranto, menyampaikan bahwa secara historis inflasi cenderung meningkat menjelang Natal dan Tahun Baru seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

“Dalam empat tahun terakhir, kelompok makanan, minuman, dan tembakau konsisten menjadi penyumbang inflasi terbesar di bulan Desember, disusul kelompok transportasi,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, meskipun inflasi pada November 2025 sempat melambat, tekanan inflasi kembali meningkat menjelang akhir tahun.

Khusus cabai rawit, ia menyebutkan harga secara nasional meningkat signifikan hingga 52,86 persen dibandingkan November 2025 dan telah melampaui harga acuan.

“Hingga minggu ketiga Desember 2025, tercatat 37 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Komoditas utama pendorong kenaikan antara lain cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan minyak goreng,” ungkap Windhiarso. (mse/bar)

Advertisement

Artikel Terkait

Petani dan Nelayan Kubu Raya Diminta Adaptif Hadapi Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim

Petani dan Nelayan Kubu Raya Diminta Adaptif Hadapi Cuaca Ekstrem dan Perubahan Iklim

Petani dan nelayan Kubu Raya diminta memanfaatkan informasi cuaca dan iklim BMKG untuk mengantisipasi cuaca ekstrem

Cuaca Buruk, Empat Rumah Tertimpa Pohon di Mamek Landak

Cuaca Buruk, Empat Rumah Tertimpa Pohon di Mamek Landak

Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan empat rumah warga di Menyuke, Landak, rusak tertimpa pohon dengan kerugian mencapai Rp60 juta

Kalbar Hadapi Ancaman Banjir dan Karhutla Bersamaan, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan

Kalbar Hadapi Ancaman Banjir dan Karhutla Bersamaan, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan

Kalbar hadapi ancaman banjir, longsor, dan karhutla sekaligus. BPBD minta warga waspada cuaca ekstrem.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer