alexametrics
27.8 C
Pontianak
Friday, August 19, 2022

Kapolda Kalbar Beri Atensi Ke Penggelola Grup Medsos

PONTIANAK—Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto memberikan atensi khusus terhadap grup-grup informasi yang beredar di Media Sosial (Medsos) Facebook, Whatsapp, Twitter menjelang perhelatan Pesta Pilkada serentak pada tujuh Kabupaten di Kalimantan Barat.

Dia tidak mau grup-grup beredar tersebut rentan dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab dalam menyebar informasi tidak sehat, tidak valid dan berpotensi menjadi triagle hoax.

“Jujur saya belum tahu persis banyak grup media sosial seperti facebook dikelola admin tapi tidak tahu siapa orangnya. Nanti jajaran saya (Polda Kalbar) akan mencoba kumpulkan dengan cara profiling siapa pengelola dan pemilik grup tersebut. Ini menjadi masukan dan informasi penting bagi saya,” katanya baru-baru ini di Pontianak.

Baca Juga :  Joni Isnaini Gugat Kapolda Kalbar Lewat Sidang Praperadilan

Kapolda menyebutkan memang harusnya grup-grup medsos beredar di Kalimantan Barat, ditindaklanjuti dari tim Cyber Crime Polda Kalbar. Sebab dengan jumlah follower mencapai ribuan, belasan ribuan hingga puluhan ribuan jelas berpotensi membuat suasana daerah, apalagi jelang Pilkada menjadi tak kondusif.

”Intinya, siapa penanggung jawab atau penggelola grup tersebut harus diketahui. Kumpulkan dan panggil. Kalau sudah tidak sehat menjurus pidana, jelas ada sanksi bagi penyebar termasuk adminnya sendiri. Tapi saya akan coba lakukan pendekatan persuasif dahulu dengan mengumpulkan mereka,” ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Kalbar, AKBD Donny Charles Go.

Kabid Humas sendiri melanjutkan, bahwa memang banyak kasus terkait kasus ITE ditangani Polda Kalbar. Setidaknya ada 82 kasus diproses dan ditangani. “Terkadang tim cyber Polda Kalbar ikut kewalahan,” ujar Donny sapaan karibnya.

Baca Juga :  Ini Harapan Bupati Landak Kepada Kapolda Kalbar Baru

Kapolda Sigit melanjutkan dan meminta penggelola grup medsos seperti facebook, twitter dan lainnya dikumpulkan, khususnya admin penggelola. Ini diibaratkan supaya alamat, nama dan siapa penggelola dapat dikenal dengan jelas. Itu karena menjelang perhelatan pesta Pilkada tujuh kabupaten, rentan disalahgunakan bagi kepentingan politik tertentu.(den)

PONTIANAK—Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto memberikan atensi khusus terhadap grup-grup informasi yang beredar di Media Sosial (Medsos) Facebook, Whatsapp, Twitter menjelang perhelatan Pesta Pilkada serentak pada tujuh Kabupaten di Kalimantan Barat.

Dia tidak mau grup-grup beredar tersebut rentan dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab dalam menyebar informasi tidak sehat, tidak valid dan berpotensi menjadi triagle hoax.

“Jujur saya belum tahu persis banyak grup media sosial seperti facebook dikelola admin tapi tidak tahu siapa orangnya. Nanti jajaran saya (Polda Kalbar) akan mencoba kumpulkan dengan cara profiling siapa pengelola dan pemilik grup tersebut. Ini menjadi masukan dan informasi penting bagi saya,” katanya baru-baru ini di Pontianak.

Baca Juga :  Almarhum Firman Muntaco di Mata Sahabat dan Sejawat

Kapolda menyebutkan memang harusnya grup-grup medsos beredar di Kalimantan Barat, ditindaklanjuti dari tim Cyber Crime Polda Kalbar. Sebab dengan jumlah follower mencapai ribuan, belasan ribuan hingga puluhan ribuan jelas berpotensi membuat suasana daerah, apalagi jelang Pilkada menjadi tak kondusif.

”Intinya, siapa penanggung jawab atau penggelola grup tersebut harus diketahui. Kumpulkan dan panggil. Kalau sudah tidak sehat menjurus pidana, jelas ada sanksi bagi penyebar termasuk adminnya sendiri. Tapi saya akan coba lakukan pendekatan persuasif dahulu dengan mengumpulkan mereka,” ujarnya didampingi Kabid Humas Polda Kalbar, AKBD Donny Charles Go.

Kabid Humas sendiri melanjutkan, bahwa memang banyak kasus terkait kasus ITE ditangani Polda Kalbar. Setidaknya ada 82 kasus diproses dan ditangani. “Terkadang tim cyber Polda Kalbar ikut kewalahan,” ujar Donny sapaan karibnya.

Baca Juga :  Upacara Kenaikan Pangkat Dilakukan Dini Hari

Kapolda Sigit melanjutkan dan meminta penggelola grup medsos seperti facebook, twitter dan lainnya dikumpulkan, khususnya admin penggelola. Ini diibaratkan supaya alamat, nama dan siapa penggelola dapat dikenal dengan jelas. Itu karena menjelang perhelatan pesta Pilkada tujuh kabupaten, rentan disalahgunakan bagi kepentingan politik tertentu.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/