alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

BNN Musnahkan Sabu  Dua Kilogram

BADAN Narkotika Nasional Kalimantan Barat memusnahkan barang bukti dua kilogram narkotika hasil penyelundupan antar negara, Kamis (25/2) pagi. Barang haram tersebut disita dari lima orang tersangka, dua diantaranya warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak.  Kepala Seksi Pencegahan dan Penindakan BNN Kalbar Adayana mengatakan, pengungkapan kasus ini berlangsung di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada 3 Februari 2021.

Ketika itu, dua dari lima pelaku membawa dua kilogram narkotika jenis sabu, yang mereka dapatkan dari perbatasan Malaysia. Mereka hendak membawa sabu tersebut ke Pontianak, dengan menggunakan sepeda motor.

Saat itu keberadaannya terendus oleh petugas. Pelaku berusaha kabur, namun nahas, saat kejar-kejaran dengan petugas, sepeda motor yang mereka kendarai masuk ke parit. Ponsel dan barang bukti ikut basah, akibat peristiwa itu.  Tersangka bernama An dan Do. Setelah dilakukan interogasi, tersangka mengaku mereka diperintahkan oleh seseorang bernama Bu, yang merupakan warga binaan di Lapas Kelas II A Pontianak. Kemudian, tim BNN Kalbar menyamar untuk menghubungi Bu. Dari percakapan itu, diarahkan untuk menunggu kurir yang akan menerima narkotika jenis sabu tersebut di sekitaran Bundaran Tugu Alianyang, Jalan Trans Kalimantan, yakni Mar.

Baca Juga :  Yandi: Pemkot Gagal Tangani Banjir!

“Mereka ada kurir yang diperintahkan oleh seorang warga binaan bernama Bu di Lapas Kelas IIA Pontianak dan dijanjikan upah  Rp10 juta, apabila barang (narkoba) itu sampai di Pontianak,” paparnya.

Selanjutnya, tim BNN yang menyamar didatangi oleh seorang laki-laki yang hendak mengambil narkotika jenis sabu tersebut, dan langsung diamankan oleh petugas.  Dari hasil introgasi kepada Mar. Ia merupakan suruhan He, warga binaan Rutan Kelas IIA Pontianak untuk mengambil narkoba itu. Selanjutnya tersangka Mar dihubungkan kepada Bu dan dijanjikan uang sebesar Rp 3 juta untuk menerima dan membawa narkoba.  “Narkotika ini rencananya akan dibawa ke Pontianak,” ungkapnya.

Dikatakan Adayana, karena kasus peredaran narkotika tersebut melibatkan warga binaan Lapas dan Rutan, maka tim pun berkoordinasi dengan petugas lapas dan rutan untuk mengamankan dua orang tersangka, yakni Bu dan He.

Baca Juga :  Bekuk Pengedar Narkoba, Simpan Sabu 32 Gram Dalam Kamar Kost

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat Suprobo mengatakan, para warga binaan pemasyarakatan yang terlibat kasus narkotika akan segera dipindahkan ke Nusakambangan.   “Jadi warga binaan yang terlibat narkoba seperti He dan Bu ini akan kami pindahkan ke Nusakambangan. Dan itu target kami,” kata Probo. Menurut Probo, sebelumnya Kanwil Menkumham Kalbar telah mengirim 43 napi ke Nusakambangan. (arf)

BADAN Narkotika Nasional Kalimantan Barat memusnahkan barang bukti dua kilogram narkotika hasil penyelundupan antar negara, Kamis (25/2) pagi. Barang haram tersebut disita dari lima orang tersangka, dua diantaranya warga binaan Lapas Kelas II A Pontianak.  Kepala Seksi Pencegahan dan Penindakan BNN Kalbar Adayana mengatakan, pengungkapan kasus ini berlangsung di Jalan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya pada 3 Februari 2021.

Ketika itu, dua dari lima pelaku membawa dua kilogram narkotika jenis sabu, yang mereka dapatkan dari perbatasan Malaysia. Mereka hendak membawa sabu tersebut ke Pontianak, dengan menggunakan sepeda motor.

Saat itu keberadaannya terendus oleh petugas. Pelaku berusaha kabur, namun nahas, saat kejar-kejaran dengan petugas, sepeda motor yang mereka kendarai masuk ke parit. Ponsel dan barang bukti ikut basah, akibat peristiwa itu.  Tersangka bernama An dan Do. Setelah dilakukan interogasi, tersangka mengaku mereka diperintahkan oleh seseorang bernama Bu, yang merupakan warga binaan di Lapas Kelas II A Pontianak. Kemudian, tim BNN Kalbar menyamar untuk menghubungi Bu. Dari percakapan itu, diarahkan untuk menunggu kurir yang akan menerima narkotika jenis sabu tersebut di sekitaran Bundaran Tugu Alianyang, Jalan Trans Kalimantan, yakni Mar.

Baca Juga :  Terapkan Prokes saat Misa Natal

“Mereka ada kurir yang diperintahkan oleh seorang warga binaan bernama Bu di Lapas Kelas IIA Pontianak dan dijanjikan upah  Rp10 juta, apabila barang (narkoba) itu sampai di Pontianak,” paparnya.

Selanjutnya, tim BNN yang menyamar didatangi oleh seorang laki-laki yang hendak mengambil narkotika jenis sabu tersebut, dan langsung diamankan oleh petugas.  Dari hasil introgasi kepada Mar. Ia merupakan suruhan He, warga binaan Rutan Kelas IIA Pontianak untuk mengambil narkoba itu. Selanjutnya tersangka Mar dihubungkan kepada Bu dan dijanjikan uang sebesar Rp 3 juta untuk menerima dan membawa narkoba.  “Narkotika ini rencananya akan dibawa ke Pontianak,” ungkapnya.

Dikatakan Adayana, karena kasus peredaran narkotika tersebut melibatkan warga binaan Lapas dan Rutan, maka tim pun berkoordinasi dengan petugas lapas dan rutan untuk mengamankan dua orang tersangka, yakni Bu dan He.

Baca Juga :  Rakernas PDI Perjuangan Bahas Soal Jalur Rempah Dunia

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat Suprobo mengatakan, para warga binaan pemasyarakatan yang terlibat kasus narkotika akan segera dipindahkan ke Nusakambangan.   “Jadi warga binaan yang terlibat narkoba seperti He dan Bu ini akan kami pindahkan ke Nusakambangan. Dan itu target kami,” kata Probo. Menurut Probo, sebelumnya Kanwil Menkumham Kalbar telah mengirim 43 napi ke Nusakambangan. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/