alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Komit Jaga Lahan dari Kebakaran

POTENSI kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin besar seiring dengan rendahnya curah hujan di Kalimantan Barat (Kalbar). Oleh karenanya, diperlukan kesiapsiagaan semua pihak dalam rangka mencegah dan menangani karhutla, tak terkecuali bagi perusahaan perkebunan. PT Perkebunan Nusantara XIII (PTPN XIII) berkomitmen menjaga lahan konsesinya dari kebakaran.

“PTPN XIII sudah mempersiapkan sarana prasarana serta infrastruktur dengan baik. Kami juga sudah melakukan konsolidasi dengan masyarakat sekitar termasuk kepada tokoh adat di sekitar wilayah perkebunan kami,” ungkap Tuhu Bangun, selaku SEVP Operation PTPN XIII, Kamis (25/2).

Tim di lapangan menurutnya juga telah melakukan simulasi sebagai bentuk latihan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya kebakaran lahan. Pihaknya ingin agar setiap petugas memahami apa yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu ada wilayah yang terbakar, serta dapat bertindak dengan cepat.

Baca Juga :  Astra Group Rayakan HUT ke-3 Hadapi Tahun Penuh Tantangan

“Upaya ini dilakukan agar seluruh kawasan wilayah PTPN XIII betul-betul terjaga, jangan sampai terjadi kebakaran,” tuturnya. Pihaknya mendukung semua program dan upaya-upaya pencegahan dan penanganan karhutla yang dilakukan oleh pemerintah, kepolisian, TNI, dan pihak-pihak lainnya. Melalui upaya dan komitmen bersama, dirinya yakin antisipasi terhadap karhutla dapat berjalan secara optimal.

Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan, Ahmad Ridwan, menegaskan sudah menyiagakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pengendalian kebakaran lahan. Salah satunya menyediakan mesin pompa air dan perlengkapannya, serta membuat menara pemantau. Selain itu, unit kebun juga diingatkan untuk dapat mengantisipasi atau tanggap darurat dalam mengantisipasi bahaya kebakaran yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan dapat mengakibatkan kerugian perusahaan.

Baca Juga :  Antisipasi Karhutla, Pemkab Gencarkan Sosialisasi

“Pada tahun 2020 yang lalu, kami sudah memberi bantuan alat pemadam kebakaran yang tujuannya untuk menangani apabila ada kebakaran. Semua unit kerja kita siagakan saat ini,” tutur dia.

Hanya saja, menurutnya terdapat sejumlah tantangan dalam penanganan kebakaran lahan. Salah satunya adalah aturan diperbolehkannya masyarakat  menjalankan tradisi membuka lahan dengan cara membakar. Diketahui aturan tersebut tertuang Peraturan Gubernur Kalbar nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal.

“Sebenarnya ada rasa khawatir, terhadap pembukaan lahan berbasis kearifan lokal dengan cara membakar ini. Karena apabila api tidak dijaga dengan baik, bisa-bisa merambat ke area yang luas, termasuk area perkebunan milik perusahaan. Kami tentu berharap hal itu tidak terjadi,” pungkasnya. (sti)

POTENSI kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin besar seiring dengan rendahnya curah hujan di Kalimantan Barat (Kalbar). Oleh karenanya, diperlukan kesiapsiagaan semua pihak dalam rangka mencegah dan menangani karhutla, tak terkecuali bagi perusahaan perkebunan. PT Perkebunan Nusantara XIII (PTPN XIII) berkomitmen menjaga lahan konsesinya dari kebakaran.

“PTPN XIII sudah mempersiapkan sarana prasarana serta infrastruktur dengan baik. Kami juga sudah melakukan konsolidasi dengan masyarakat sekitar termasuk kepada tokoh adat di sekitar wilayah perkebunan kami,” ungkap Tuhu Bangun, selaku SEVP Operation PTPN XIII, Kamis (25/2).

Tim di lapangan menurutnya juga telah melakukan simulasi sebagai bentuk latihan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya kebakaran lahan. Pihaknya ingin agar setiap petugas memahami apa yang harus dilakukan apabila sewaktu-waktu ada wilayah yang terbakar, serta dapat bertindak dengan cepat.

Baca Juga :  Koramil Siaga Antisipasi Kebakaran Lahan

“Upaya ini dilakukan agar seluruh kawasan wilayah PTPN XIII betul-betul terjaga, jangan sampai terjadi kebakaran,” tuturnya. Pihaknya mendukung semua program dan upaya-upaya pencegahan dan penanganan karhutla yang dilakukan oleh pemerintah, kepolisian, TNI, dan pihak-pihak lainnya. Melalui upaya dan komitmen bersama, dirinya yakin antisipasi terhadap karhutla dapat berjalan secara optimal.

Kepala Bagian Sekretaris Perusahaan, Ahmad Ridwan, menegaskan sudah menyiagakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pengendalian kebakaran lahan. Salah satunya menyediakan mesin pompa air dan perlengkapannya, serta membuat menara pemantau. Selain itu, unit kebun juga diingatkan untuk dapat mengantisipasi atau tanggap darurat dalam mengantisipasi bahaya kebakaran yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan dapat mengakibatkan kerugian perusahaan.

Baca Juga :  Pelang Berasap Lagi

“Pada tahun 2020 yang lalu, kami sudah memberi bantuan alat pemadam kebakaran yang tujuannya untuk menangani apabila ada kebakaran. Semua unit kerja kita siagakan saat ini,” tutur dia.

Hanya saja, menurutnya terdapat sejumlah tantangan dalam penanganan kebakaran lahan. Salah satunya adalah aturan diperbolehkannya masyarakat  menjalankan tradisi membuka lahan dengan cara membakar. Diketahui aturan tersebut tertuang Peraturan Gubernur Kalbar nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Areal Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal.

“Sebenarnya ada rasa khawatir, terhadap pembukaan lahan berbasis kearifan lokal dengan cara membakar ini. Karena apabila api tidak dijaga dengan baik, bisa-bisa merambat ke area yang luas, termasuk area perkebunan milik perusahaan. Kami tentu berharap hal itu tidak terjadi,” pungkasnya. (sti)

Most Read

Artikel Terbaru

/