alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Pembakar Lahan jadi Tersangka, Kahurtla Hantui Warga

PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak terus meluas. Salah satunya terjadi di  Jalan Sepakat II ujung, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara. Areal yang terdiri dari lahan gambut itu kembali membara, Kamis (25/2) sore.

Api mulai muncul dan membesar menjelang malam hari. Suara ranting pohon yang terbakar terdengar hingga radius 20 meter. Padahal, sebelumnya, api berhasil dipadamkan oleh anggota kepolisian dari unit SAR Dit Samapta Polda Kalbar yang berada di lokasi.

Namun, situasi berubah menjelang sore hari. Angin yang bertiup kencang, menjadi salah satu pemicunya. Titik-titik api kembali bermunculan. Selang air yang menjadi senjata satu-satunya tak mampu menjangkau.

Salah satu petugas terpaksa merangsek di antara semak belukar yang terbakar dan memadamkannya dengan ranting pohon. Sebagian api yang tadi muncul berhasil dikendalikan.

Menjelang malam, lagi-lagi situasi berubah. Api kembali muncul lebih besar dan membakar apa saja yang ada di sekitarnya. Petugas yang semula berada di tengah lahan pun memutuskan untuk menepi dan keluar dari lokasi.

Menurut informasi yang dihimpun Pontianak Post, lahan yang terbakar merupakan lahan yang rencananya akan dibangun perumahan.

“Sepertinya ini akan dibangun perumahan Bang. Tadi ada developer-nya. Tapi kalau sumber api, kami masih belum tahu,” ujar salah satu anggota kepolisian di lokasi.

Baca Juga :  Sudah 50an Perusahaan Donasi APD

Hari sebelumnya, kebakaran hebat juga terjadi di sekitar kawasan itu. Bahkan api nyaris melahap bangunan Lembaga Sosial Tuna Netra Iqro Braille Center dan rumah milik warga. Akibatnya sejumlah santri di Lembaga pendidikan itu diungsikan di tempat yang lebih aman.

Di sisi lain, aparat kepolisian telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka kasus pembakaran lahan di Kota Pontianak. Hal itu dibenarkan oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo.

Menurut Leo, saat ini pihaknya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. “Ada dua orang. Satu pemilik lahan, satu lainnya pengelola lahan,” kata Leo kepada Pontianak Post, kemarin.

Keduanya merupakan pelaku pembakaran lahan di Jalan Parit Demang, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan.  Saat itu, Rabu, 10 Februari 2021 pemilik lahan berinisial Sg menyuruh Mg untuk membersihkan lahan seluas 18 x 27 meter persegi dan pada saat itu pemilik lahan memperbolehkan untuk membersihkan lahan tersebut dengan cara membakar.

Setelah itu Mg mulai membersihkan lahan tersebut dengan cara menebas tanaman pakis yang ada di sekitar lahan. Tebasan pakis tersebut kemudian ditumpuk lalu pada sore harinya dibakar dengan menggunakan korek api gas. Usai membakar, Mg langsung pulang ke rumah.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan Mulai Lagi

Keesokan harinya, Kamis 11 Februari 2021, Mg  kembali ke lokasi untuk membersihkan lahan tersebut. Namun setelah sampai ke lokasi, kondisi lahan sudah terbakar. Mg berusaha memadamkan dengan meminjam selang dan mesin air milik warga. Api berhasil dipadamkan tetapi masih terdapat asap.

Hari berikutnya, Jumat 12 Februari 2021, Mg kembali ke lokasi dan melihat asap. Setelah itu ia melanjutkan memadamkan api dan kembali membersihkan lahan.  Malam harinya, api membesar dan merambat sehingga Mg kewalahan.

Selanjutnya pada Sabtu 13 Februari 2021 api di lahan masih menyala dan terus membesar dan Mg tidak mampu memadamkannya. Namun, siang harinya sekitar pukul 13.00 Wib ia kembali berupaya memadamkan api tersebut sehingga api padam dan menyisakan asap.  Setelah itu Mg meninggalkan lahan dan karena pekerjaannya sudah selesai, ia pergi ke rumah pemilik lahan untuk mengambil upah sebesar Rp 350.000.

Namun, selang dua hari kemudian, api kembali menyala dan sudah besar serta merambat menuju ke arah lahan Jalan Parit Demang, hingga menyebabkan kebakaran lahan seluas kurang lebih tiga hektare,

Atas perbuatannya, tersangka pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10  tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (arf)

PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak terus meluas. Salah satunya terjadi di  Jalan Sepakat II ujung, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara. Areal yang terdiri dari lahan gambut itu kembali membara, Kamis (25/2) sore.

Api mulai muncul dan membesar menjelang malam hari. Suara ranting pohon yang terbakar terdengar hingga radius 20 meter. Padahal, sebelumnya, api berhasil dipadamkan oleh anggota kepolisian dari unit SAR Dit Samapta Polda Kalbar yang berada di lokasi.

Namun, situasi berubah menjelang sore hari. Angin yang bertiup kencang, menjadi salah satu pemicunya. Titik-titik api kembali bermunculan. Selang air yang menjadi senjata satu-satunya tak mampu menjangkau.

Salah satu petugas terpaksa merangsek di antara semak belukar yang terbakar dan memadamkannya dengan ranting pohon. Sebagian api yang tadi muncul berhasil dikendalikan.

Menjelang malam, lagi-lagi situasi berubah. Api kembali muncul lebih besar dan membakar apa saja yang ada di sekitarnya. Petugas yang semula berada di tengah lahan pun memutuskan untuk menepi dan keluar dari lokasi.

Menurut informasi yang dihimpun Pontianak Post, lahan yang terbakar merupakan lahan yang rencananya akan dibangun perumahan.

“Sepertinya ini akan dibangun perumahan Bang. Tadi ada developer-nya. Tapi kalau sumber api, kami masih belum tahu,” ujar salah satu anggota kepolisian di lokasi.

Baca Juga :  Koramil Siaga Antisipasi Kebakaran Lahan

Hari sebelumnya, kebakaran hebat juga terjadi di sekitar kawasan itu. Bahkan api nyaris melahap bangunan Lembaga Sosial Tuna Netra Iqro Braille Center dan rumah milik warga. Akibatnya sejumlah santri di Lembaga pendidikan itu diungsikan di tempat yang lebih aman.

Di sisi lain, aparat kepolisian telah menetapkan sejumlah orang sebagai tersangka kasus pembakaran lahan di Kota Pontianak. Hal itu dibenarkan oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Leo Joko Triwibowo.

Menurut Leo, saat ini pihaknya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. “Ada dua orang. Satu pemilik lahan, satu lainnya pengelola lahan,” kata Leo kepada Pontianak Post, kemarin.

Keduanya merupakan pelaku pembakaran lahan di Jalan Parit Demang, Kelurahan Parit Tokaya, Kecamatan Pontianak Selatan.  Saat itu, Rabu, 10 Februari 2021 pemilik lahan berinisial Sg menyuruh Mg untuk membersihkan lahan seluas 18 x 27 meter persegi dan pada saat itu pemilik lahan memperbolehkan untuk membersihkan lahan tersebut dengan cara membakar.

Setelah itu Mg mulai membersihkan lahan tersebut dengan cara menebas tanaman pakis yang ada di sekitar lahan. Tebasan pakis tersebut kemudian ditumpuk lalu pada sore harinya dibakar dengan menggunakan korek api gas. Usai membakar, Mg langsung pulang ke rumah.

Baca Juga :  Sepekan Tak Kunjung Padam

Keesokan harinya, Kamis 11 Februari 2021, Mg  kembali ke lokasi untuk membersihkan lahan tersebut. Namun setelah sampai ke lokasi, kondisi lahan sudah terbakar. Mg berusaha memadamkan dengan meminjam selang dan mesin air milik warga. Api berhasil dipadamkan tetapi masih terdapat asap.

Hari berikutnya, Jumat 12 Februari 2021, Mg kembali ke lokasi dan melihat asap. Setelah itu ia melanjutkan memadamkan api dan kembali membersihkan lahan.  Malam harinya, api membesar dan merambat sehingga Mg kewalahan.

Selanjutnya pada Sabtu 13 Februari 2021 api di lahan masih menyala dan terus membesar dan Mg tidak mampu memadamkannya. Namun, siang harinya sekitar pukul 13.00 Wib ia kembali berupaya memadamkan api tersebut sehingga api padam dan menyisakan asap.  Setelah itu Mg meninggalkan lahan dan karena pekerjaannya sudah selesai, ia pergi ke rumah pemilik lahan untuk mengambil upah sebesar Rp 350.000.

Namun, selang dua hari kemudian, api kembali menyala dan sudah besar serta merambat menuju ke arah lahan Jalan Parit Demang, hingga menyebabkan kebakaran lahan seluas kurang lebih tiga hektare,

Atas perbuatannya, tersangka pidana penjara paling singkat tiga tahun dan paling lama 10  tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (arf)

Most Read

Artikel Terbaru

/