alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Ditresnarkoba Bekuk Warga Amerika

Terlibat Kepemilikan Bahan Ganja Sintetis

PONTIANAK – Direktorat Reserse Narkotika (Ditresnarkoba) Polda Kalbar menangkap seorang laki-laki berkewarganegaraan Amerika Serikat, terkait kepemilikan narkotika jenis Synthetic Cannabinoid berbentuk cair atau bahan pembuatan tembakau Gorilla. Pelaku atas nama Larry Russel Hone ditangkap di Serimbu Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, Jumat (24/4).

Penangkapan terhadap warga negara asing (WNA) asal Negeri Paman Syam ini berawal dari informasi yang diterima Ditresnarkoba pada 6 April, terkait adanya pengiriman paket yang berasal dari Amerika Serikat, yang dicurigai berisi narkotika. Dari informasi itu, Tim Subdit I Ditresnarkoba kemudian menindaklajuti dengan melakukan pemeriksaan barang bukti ke Puslabfor Polri di Jakarta.

“Penangkapan terhadap yang bersangkutan berawal dari adanya pengiriman paket dari Amerika Serikat yang dicurigai sebagai narkoba. Dari situ, Ditresnarkoba mengecek barang bukti ke Puslabfor di Jakarta, dikarenakan BPOM Pontianak tidak bisa melakukan pengujian,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, kemarin.

Berdasarkan uji laboratorium, paket tersebut diakui dia mengandung bahan 5F MDMB PICA, yang merupakan golongan narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) di Indonesia. Setelah mendapatkan uji hasil lab tersebut, Ditresnarkoba, menurut Donny, langsung melacak alamat penerima paket. Mereka dapati pemilik paket bernama Larry Russel Hone, dengan alamat di Jalan Abdurrahman Saleh Gang Sawit Nomor 6B Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Namun, pada saat polisi mendatangi rumah pelaku, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Dari keterangan keluarga yang bersangkutan, lelaki yang mereka cari tersebut sedang berada di Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.

Baca Juga :  Asyik Nyabu, Dua Pemuda Digerebek

“Selanjutnya pada tanggal 24 April 2020 sekitar pukul 16.30 WIB, setelah diketahui posisi pelaku, tim subdit 1 melakukan penangkapan di wilayah Kabupaten Landak  dan membawa tersangka dan barang bukti ke  Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar untuk penyidikan lebih lanjut,” beber Donny. (arf)

Tentang Synthetic Cannabinoid

Synthetic Cannabinoid merupakan jenis New Psychoactive Substances (NPS) yang paling banyak disalahgunakan di Indonesia, dengan persentase sebesar 68 persen (2018). Terlebih lagi ditemukan dua NPS jenis baru yang termasuk dalam golongan ini yaitu 5F-MDMB-PICA dan 4-cyano CUMYL-BUTINACA.

Tidak hanya dalam bentuk tembakau seperti biasanya, sampel 5F-MDMB-PICA pernah diterima Lab BNN dalam bentuk serbuk berwarna putih dan dalam cairan vape.

Synthetic cannabinoid berbentuk serbuk yang efeknya sama dengan penggunaan ganja karena menempati reseptor di tubuh sama dengan penggunaan ganja.

Serbuk synthetic Cannabinoid ini umumnya disemprotkan pada sampel herbal atau bahan lain, kemudian dikeringkan dan dikemas menjadi kemasan herbal ataupun rokok.

Peredaran synthetic cannabinoid di Indonesia umumnya dijual secara ilegal dalam bentuk daun-daunan/sampel herbal yang dikemas dalam kemasan menarik dengan gambar berwarna-warni.

Kemunculan pertama kemasan herbal yang mengandung sintetik cannabinoid ini adalah kemasan herbal seperti good shit yang ternyata hasil analisis di laboratorium BNN mengandung zat 5-fluoro AKB 48 dan MAM-2201. Dua zat ini tergolong dalam synthetic cannabinoid yang efeknya dalah halusinogen dan stimulan dan sifak adiksinya sangat kuat sehingga dapat mempercepat adiksi/ketergantungan terhadap zat tersebut.

Daun-daunan dalam kemasan herbal tadi sebenarnya adalah jenis daun-daunan yang tidak berbahaya namun telah disemprotkan zat sintetik cannabinoid di dalamnya sehingga efeknya menjadi efek narkoba bila digunakan.

Umumnya larut dalam pelarut organik seperti metanol, etanol, acetonitril, etil asetat dan aseton sehingga setelah larut akan dengan mudah disemprotkan ke dalam bahan lain semisal daun-daunan herbal ataupun tembakau.

Peredaran synthetic cannabinoid ini dalam kemasan sampel herbal warna-warni yang mencolok ketika kemunculannya pertama adalah penjualan melalui internet yang dapat diakses bebas oleh semua kalangan sehingga ketika peredarannya sudah sangat menyebar, produk-produk tersebut banyak yang diawasi sehingga bandar narkoba mulai mencari cara penjualan lainnya yaitu dengan menggantinya menggunakan sampel tembakau. (BERBAGAI SUMBER)

Terlibat Kepemilikan Bahan Ganja Sintetis

PONTIANAK – Direktorat Reserse Narkotika (Ditresnarkoba) Polda Kalbar menangkap seorang laki-laki berkewarganegaraan Amerika Serikat, terkait kepemilikan narkotika jenis Synthetic Cannabinoid berbentuk cair atau bahan pembuatan tembakau Gorilla. Pelaku atas nama Larry Russel Hone ditangkap di Serimbu Kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, Jumat (24/4).

Penangkapan terhadap warga negara asing (WNA) asal Negeri Paman Syam ini berawal dari informasi yang diterima Ditresnarkoba pada 6 April, terkait adanya pengiriman paket yang berasal dari Amerika Serikat, yang dicurigai berisi narkotika. Dari informasi itu, Tim Subdit I Ditresnarkoba kemudian menindaklajuti dengan melakukan pemeriksaan barang bukti ke Puslabfor Polri di Jakarta.

“Penangkapan terhadap yang bersangkutan berawal dari adanya pengiriman paket dari Amerika Serikat yang dicurigai sebagai narkoba. Dari situ, Ditresnarkoba mengecek barang bukti ke Puslabfor di Jakarta, dikarenakan BPOM Pontianak tidak bisa melakukan pengujian,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go, kemarin.

Berdasarkan uji laboratorium, paket tersebut diakui dia mengandung bahan 5F MDMB PICA, yang merupakan golongan narkotika jenis baru atau New Psychoactive Substances (NPS) di Indonesia. Setelah mendapatkan uji hasil lab tersebut, Ditresnarkoba, menurut Donny, langsung melacak alamat penerima paket. Mereka dapati pemilik paket bernama Larry Russel Hone, dengan alamat di Jalan Abdurrahman Saleh Gang Sawit Nomor 6B Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Namun, pada saat polisi mendatangi rumah pelaku, yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat. Dari keterangan keluarga yang bersangkutan, lelaki yang mereka cari tersebut sedang berada di Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.

Baca Juga :  Nekat! Demi Suami di Tahanan, Istri Sembunyikan Sabu dalam Rambutan

“Selanjutnya pada tanggal 24 April 2020 sekitar pukul 16.30 WIB, setelah diketahui posisi pelaku, tim subdit 1 melakukan penangkapan di wilayah Kabupaten Landak  dan membawa tersangka dan barang bukti ke  Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar untuk penyidikan lebih lanjut,” beber Donny. (arf)

Tentang Synthetic Cannabinoid

Synthetic Cannabinoid merupakan jenis New Psychoactive Substances (NPS) yang paling banyak disalahgunakan di Indonesia, dengan persentase sebesar 68 persen (2018). Terlebih lagi ditemukan dua NPS jenis baru yang termasuk dalam golongan ini yaitu 5F-MDMB-PICA dan 4-cyano CUMYL-BUTINACA.

Tidak hanya dalam bentuk tembakau seperti biasanya, sampel 5F-MDMB-PICA pernah diterima Lab BNN dalam bentuk serbuk berwarna putih dan dalam cairan vape.

Synthetic cannabinoid berbentuk serbuk yang efeknya sama dengan penggunaan ganja karena menempati reseptor di tubuh sama dengan penggunaan ganja.

Serbuk synthetic Cannabinoid ini umumnya disemprotkan pada sampel herbal atau bahan lain, kemudian dikeringkan dan dikemas menjadi kemasan herbal ataupun rokok.

Peredaran synthetic cannabinoid di Indonesia umumnya dijual secara ilegal dalam bentuk daun-daunan/sampel herbal yang dikemas dalam kemasan menarik dengan gambar berwarna-warni.

Kemunculan pertama kemasan herbal yang mengandung sintetik cannabinoid ini adalah kemasan herbal seperti good shit yang ternyata hasil analisis di laboratorium BNN mengandung zat 5-fluoro AKB 48 dan MAM-2201. Dua zat ini tergolong dalam synthetic cannabinoid yang efeknya dalah halusinogen dan stimulan dan sifak adiksinya sangat kuat sehingga dapat mempercepat adiksi/ketergantungan terhadap zat tersebut.

Daun-daunan dalam kemasan herbal tadi sebenarnya adalah jenis daun-daunan yang tidak berbahaya namun telah disemprotkan zat sintetik cannabinoid di dalamnya sehingga efeknya menjadi efek narkoba bila digunakan.

Umumnya larut dalam pelarut organik seperti metanol, etanol, acetonitril, etil asetat dan aseton sehingga setelah larut akan dengan mudah disemprotkan ke dalam bahan lain semisal daun-daunan herbal ataupun tembakau.

Peredaran synthetic cannabinoid ini dalam kemasan sampel herbal warna-warni yang mencolok ketika kemunculannya pertama adalah penjualan melalui internet yang dapat diakses bebas oleh semua kalangan sehingga ketika peredarannya sudah sangat menyebar, produk-produk tersebut banyak yang diawasi sehingga bandar narkoba mulai mencari cara penjualan lainnya yaitu dengan menggantinya menggunakan sampel tembakau. (BERBAGAI SUMBER)

Most Read

Artikel Terbaru

/