alexametrics
27 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Guru Honor di Sekolah Negeri Belum Bergaji

PONTIANAK – Sektor pendidikan di Pontianak masih menyisakan banyak persoalan. Bagaimana sistem pendidikan akan maju jika gaji honorer guru yang mengajar di sekolah negeri belum terbayar. Alokasi anggaran yang begitu besar buat pembangunan fisik sekolah, hingga penambahan lokal baru buat menerima murid sebanyak-banyaknya ditengarai mematikan keberadaan sekolah swasta mungkin saja berkolerasi dengan persoalan ini.

Dari informasi yang digali Pontianak Post, sudah jalan tiga bulan gaji honorer guru yang mengajar di sekolah negeri belum terbayarkan. Di tengah gencarnya Pemerintah Kota Pontianak membangun gedung sekolah megah. Ada luka yang tak kunjung sembuh.

Kini honorer guru di sekolah negeri seperti kerja rodi. Mencerdaskan anak bangsa dengan jargon sekolah gratis di negeri. Tapi nyatanya mereka bekerja seperti kala Indonesia dijajah Belanda dan Jepang. Di kota dengan indeks pembangunan manusia (IPM) tinggi, namun pencerdas bangsa yang berpredikat honor masih menjadi pesakitan.

Beberapa tenaga honorer guru yang mengajar di sekolah negeri berkeluh soal gaji yang belum terbayar tiga bulan ini.

“Ia gaji kami belum dibayar. Sudah jalan tiga bulan. Tapi untuk guru PJLP infonya aman,” terang seorang guru yang mengajar di sebuah SD Negeri di Pontianak Barat.

Guru yang sudah memiliki keluarga ini, mesti gali lubang tutup lubang buat menambal kegiatan hari-harinya. Bahkan ia sudah meminjam uang kepada kawan. Nanti, ketika gaji dibayarkan, uang tersebut rencana buat melunaskan utang dari pinjaman kawan. Tapi jika gaji tak kunjung cair.

Baca Juga :  Tanjung, Peserta KDI Asal Pontianak Bawakan Lagu Jawa di Panggung Eliminasi

Tentu beban hidup akan semakin berat. Sedikit banyak ketika mengajar juga bakal hilang konsentrasi karena terpikir untuk kebutuhan diri dan keluarga yang masih terjengal-jengal.

Senasib sepenanggungan, gaji guru yang mengajar di sebuah SD Negeri di Kecamatan Pontianak Kota juga belum terbayarkan.

“Dari bulan Mei gaji belum dibayar,” keluhnya. Dari infonya, pos gaji buat pembayaran guru honorer dialokasikan menggunakan dana Bosnas. Di sekolahnya, kurang lebih ada tiga puluhan tenaga honorer. Itu termasuk penjaga malam, petugas kebersihan dan petugas perpustakaan.

Untuk mencukupi kebutuhan hari-hari, masih untung dirinya memiliki usaha sambil jual makanan. “Yang paling sedih itu saat Iduladha kemarin, kami tak kunjung menerima gaji,” ungkapnya.

Gaji yang tak kunjung cair dirasa berat tahun ini. Seingat dia di tahun lalu gaji lumayan lancar. Jikapun nunggak tak selama ini. Nasib salah satu honorer guru di SMP Negeri di Kota Pontianak ini sedikit lebih baik. Sebab ia sudah menerima gaji di bulan Juni lalu.

“Untuk Juli ini belum. Saya tak tahu alokasi anggarannya dari mana. Tapi bulan Juni kami sudah dibayarkan,” ujarnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak, Burhansyah menuturkan keterlambatan gaji guru honor bisa disebabkan banyak faktor.  Kemungkinan karena data guru yang belum valid. Misalnya perubahan nomor rekening bank. Bisa juga karena ada perubahan prosedur keuangan atau perbaikan SK karena jumlah tenaga honorer yang banyak

Baca Juga :  Hadi Suratman Tutup Usia

“Ini berdasar pengalaman saat masih di Disdikbud. Insyaallah pihak Disidikbud dan Pemkot mungkin saat ini sedang serius memperhatikan hal ini, dengan harapan semoga gaji guru honor segera terbayar,” ujarnya.

Ia berpesan pada honorer untuk tetap tenang. Sebab gaji honor pasti dibayarkan dengan catatan tenaga honorer guru memiliki SK Pemkot.

“Tapi jika dilihat dari sisi kepentingan, bahwa gaji adalah kebutuhan buat makan minum dan trsnsportasi dalam menjalankan tugas guru. Sungguh ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Staf Pengajar Prodi Pendidikan Matematika FKIP Untan Pontianak, M Ri’fat memandang persoalan ini harus dicari solusinya.

“Semua sekolah seharusnya sudah memiliki standar pembiayaan, termasuk gaji/honor, sebagaimana diatur dalam peraturan menteri mengenai Standar Nasional Pendidikan,” ujarnya.

Jika standar pembiayaan tidak dimiliki sekolah, artinya sekolah tak punya perencanaan. Harusnya dalam perencanaan dana, gaji guru juga sudah dialokasikan. Ia melanjutkan, kalaupun gaji belum terbayar sebenarnya bisa menggunakan dana talangan.

“Tinggal dilihat, kalau tak ada mata anggaran yang disiapkan bersumber dari dana talangan, ini agak aneh. Sekolah tak akan maju,” ujarnya

Akibat belum dibayarnya gaji honorer guru, akan rawan berdampak pada kinerja sekolah secara keseluruhan. Sudah semestinya persoalan ini harus diselesaikan. (iza)

PONTIANAK – Sektor pendidikan di Pontianak masih menyisakan banyak persoalan. Bagaimana sistem pendidikan akan maju jika gaji honorer guru yang mengajar di sekolah negeri belum terbayar. Alokasi anggaran yang begitu besar buat pembangunan fisik sekolah, hingga penambahan lokal baru buat menerima murid sebanyak-banyaknya ditengarai mematikan keberadaan sekolah swasta mungkin saja berkolerasi dengan persoalan ini.

Dari informasi yang digali Pontianak Post, sudah jalan tiga bulan gaji honorer guru yang mengajar di sekolah negeri belum terbayarkan. Di tengah gencarnya Pemerintah Kota Pontianak membangun gedung sekolah megah. Ada luka yang tak kunjung sembuh.

Kini honorer guru di sekolah negeri seperti kerja rodi. Mencerdaskan anak bangsa dengan jargon sekolah gratis di negeri. Tapi nyatanya mereka bekerja seperti kala Indonesia dijajah Belanda dan Jepang. Di kota dengan indeks pembangunan manusia (IPM) tinggi, namun pencerdas bangsa yang berpredikat honor masih menjadi pesakitan.

Beberapa tenaga honorer guru yang mengajar di sekolah negeri berkeluh soal gaji yang belum terbayar tiga bulan ini.

“Ia gaji kami belum dibayar. Sudah jalan tiga bulan. Tapi untuk guru PJLP infonya aman,” terang seorang guru yang mengajar di sebuah SD Negeri di Pontianak Barat.

Guru yang sudah memiliki keluarga ini, mesti gali lubang tutup lubang buat menambal kegiatan hari-harinya. Bahkan ia sudah meminjam uang kepada kawan. Nanti, ketika gaji dibayarkan, uang tersebut rencana buat melunaskan utang dari pinjaman kawan. Tapi jika gaji tak kunjung cair.

Baca Juga :  Penyamarataan Pembangunan Wilayah Tapal Batas Mesti Berlanjut

Tentu beban hidup akan semakin berat. Sedikit banyak ketika mengajar juga bakal hilang konsentrasi karena terpikir untuk kebutuhan diri dan keluarga yang masih terjengal-jengal.

Senasib sepenanggungan, gaji guru yang mengajar di sebuah SD Negeri di Kecamatan Pontianak Kota juga belum terbayarkan.

“Dari bulan Mei gaji belum dibayar,” keluhnya. Dari infonya, pos gaji buat pembayaran guru honorer dialokasikan menggunakan dana Bosnas. Di sekolahnya, kurang lebih ada tiga puluhan tenaga honorer. Itu termasuk penjaga malam, petugas kebersihan dan petugas perpustakaan.

Untuk mencukupi kebutuhan hari-hari, masih untung dirinya memiliki usaha sambil jual makanan. “Yang paling sedih itu saat Iduladha kemarin, kami tak kunjung menerima gaji,” ungkapnya.

Gaji yang tak kunjung cair dirasa berat tahun ini. Seingat dia di tahun lalu gaji lumayan lancar. Jikapun nunggak tak selama ini. Nasib salah satu honorer guru di SMP Negeri di Kota Pontianak ini sedikit lebih baik. Sebab ia sudah menerima gaji di bulan Juni lalu.

“Untuk Juli ini belum. Saya tak tahu alokasi anggarannya dari mana. Tapi bulan Juni kami sudah dibayarkan,” ujarnya.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Pontianak, Burhansyah menuturkan keterlambatan gaji guru honor bisa disebabkan banyak faktor.  Kemungkinan karena data guru yang belum valid. Misalnya perubahan nomor rekening bank. Bisa juga karena ada perubahan prosedur keuangan atau perbaikan SK karena jumlah tenaga honorer yang banyak

Baca Juga :  Terjemahan Alquran dengan Bahasa Dayak Kanayatn untuk Syiar Islam

“Ini berdasar pengalaman saat masih di Disdikbud. Insyaallah pihak Disidikbud dan Pemkot mungkin saat ini sedang serius memperhatikan hal ini, dengan harapan semoga gaji guru honor segera terbayar,” ujarnya.

Ia berpesan pada honorer untuk tetap tenang. Sebab gaji honor pasti dibayarkan dengan catatan tenaga honorer guru memiliki SK Pemkot.

“Tapi jika dilihat dari sisi kepentingan, bahwa gaji adalah kebutuhan buat makan minum dan trsnsportasi dalam menjalankan tugas guru. Sungguh ini sangat memprihatinkan,” ujarnya.

Staf Pengajar Prodi Pendidikan Matematika FKIP Untan Pontianak, M Ri’fat memandang persoalan ini harus dicari solusinya.

“Semua sekolah seharusnya sudah memiliki standar pembiayaan, termasuk gaji/honor, sebagaimana diatur dalam peraturan menteri mengenai Standar Nasional Pendidikan,” ujarnya.

Jika standar pembiayaan tidak dimiliki sekolah, artinya sekolah tak punya perencanaan. Harusnya dalam perencanaan dana, gaji guru juga sudah dialokasikan. Ia melanjutkan, kalaupun gaji belum terbayar sebenarnya bisa menggunakan dana talangan.

“Tinggal dilihat, kalau tak ada mata anggaran yang disiapkan bersumber dari dana talangan, ini agak aneh. Sekolah tak akan maju,” ujarnya

Akibat belum dibayarnya gaji honorer guru, akan rawan berdampak pada kinerja sekolah secara keseluruhan. Sudah semestinya persoalan ini harus diselesaikan. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/