alexametrics
32 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Dorong Perekonomian Warga di Area NKT

Perusahaan MoU dengan Kelompok Masyarakat

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat mencanangkan skema green collaboration. Program ini memfasilitasi kerja sama antara pemegang izin usaha dengan masyarakat di dalam dan sekitar wilayah kerja dalam pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Kemarin setidaknya sudah ada empat perusahaan pemegang izin usaha yang menandatangani kesepakatan dengan kelompok masyarakat. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar Adi Yani, green collaboration dicanangkan dalam rangka mendorong perekonomian masyarakat pada areal bernilai konservasi tinggi (NKT). Baik nilai biologis, ekologi, sosial atau budaya dan nilai nilai yang dianggap luar biasa signifikan atau penting, baik di tingkat nasional, regional atau global.

Tujuan utama dari NKT dijelaskan dia adalah memelihara dan meningkatkan nilai dan fungsi-fungsi konservasi. Identifikasi NKT adalah langkah awal yang penting sebelum bergerak pada pengelolaan dan pemantauan. Konsep NKT merupakan konsep yang dinamis dan berkembang sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan baru.

Ia menilai pembelajaran dari Kalbar untuk pengelolaan area bernilai konservasi tinggi sudah sangat maju. Misalnya penetapan kawasan ekosistem essensial di Kalbar sebagai upaya memayungi kebijakan pengelolaan NKT di level landscape. “Termasuk memperkuat pendekatan keseimbangan dari aspek produksi, proteksi dan inklusi,” ungkap Adi Yani usai penandatanganan naskah kerja sama antara pemegang izin usaha dengan kelompok  masyarakat di Hotel GoldernTulip, Selasa (25/8).

Baca Juga :  Pemkot Komitmen Pemenuhan Hak Anak

Adapun empat pemegang izin usaha yang sudah berkolaborasi antara lain, PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari dengan kelompok nelayan Mungguk Linang di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Kedua PT Kandelia Alam dengan kelompok Usaha Bersama Mentari Alam Lestari di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

Ketiga PT Mayangkara Tanaman Industri dengan kelompok tani Tanjung Maju di Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Dan yang terakhir PT Wana Subur Lestari dengan kelompok anyaman Tuah Katalino di Desa Radak 2, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Adi Yani mengatakan salah satu sumber daya alam yang sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang hidup, beraktifitas dan menggantungkan pencaharian ekonominya dari sumber daya alam setempat adalah kawasan atau areal bernilai konservasi tinggi.

Melalui skema kolaborasi berbagai pihak, yang tentunya harus dikelola dengan konsep pengelolaan kawasan yang mensyaratkan dan menjamin pemeliharaan atau peningkatan nilai konservasi tinggi. “Sehingga upaya memperluas akses serta mendorong perekonomian masyarakat yang berada di dalam dan sekitar areal bernilai konservasi sekaligus menjaga kelestariannya dapat berjalan dengan baik,” katanya. Hal ini menurutnya sangat sejalan pula dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yakni mewujudkan masyarakat sejahtera dan mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan. “Ini merupakan momentum yang sangat penting dan strategis dalam mendorong perekonomian masyarakat pada areal bernilai konservasi tinggi sebagai perwujudan konsep green collaboration,” pungkasnya.

Baca Juga :  Putra Sintang Gugur Diserang KKB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar AL Leysandri yang hadir dalam kesempatan tersebut sangat mendukung program ini. Ia menilai ini bisa menjadi salah satu upaya trobosan pemerintah lewat DLHK terkait bagaimana mengembangkan hasil hutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya green collaboration ini diharapkan kebijakan Pak Gubernur tarkait dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar dapat terwujud. Ini salah satu upaya yang dijalankan jajaran Pemprov,” ungkapnya. Salah satu perwakilan dari kelompok Usaha Bersama Mentari Alam Lestari di Desa Kubu Sofiansyah (49) berharap kerja sama ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Mereka yang selama ini sebagai perajin budi daya madu sudah cukup mendapatkan kemudahan. “Selama ini kami bekerja di dalam lahan (perusahaan) mereka namun memang tidak ada kendala, dengan ada kerjasama ini diharapkan semakin mudah,” teragnya.(bar)

Perusahaan MoU dengan Kelompok Masyarakat

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat mencanangkan skema green collaboration. Program ini memfasilitasi kerja sama antara pemegang izin usaha dengan masyarakat di dalam dan sekitar wilayah kerja dalam pengelolaan dan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu.

Kemarin setidaknya sudah ada empat perusahaan pemegang izin usaha yang menandatangani kesepakatan dengan kelompok masyarakat. Seperti diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar Adi Yani, green collaboration dicanangkan dalam rangka mendorong perekonomian masyarakat pada areal bernilai konservasi tinggi (NKT). Baik nilai biologis, ekologi, sosial atau budaya dan nilai nilai yang dianggap luar biasa signifikan atau penting, baik di tingkat nasional, regional atau global.

Tujuan utama dari NKT dijelaskan dia adalah memelihara dan meningkatkan nilai dan fungsi-fungsi konservasi. Identifikasi NKT adalah langkah awal yang penting sebelum bergerak pada pengelolaan dan pemantauan. Konsep NKT merupakan konsep yang dinamis dan berkembang sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan baru.

Ia menilai pembelajaran dari Kalbar untuk pengelolaan area bernilai konservasi tinggi sudah sangat maju. Misalnya penetapan kawasan ekosistem essensial di Kalbar sebagai upaya memayungi kebijakan pengelolaan NKT di level landscape. “Termasuk memperkuat pendekatan keseimbangan dari aspek produksi, proteksi dan inklusi,” ungkap Adi Yani usai penandatanganan naskah kerja sama antara pemegang izin usaha dengan kelompok  masyarakat di Hotel GoldernTulip, Selasa (25/8).

Baca Juga :  Ketua KOI dan Irwasum Jajal Rute Pontianak-Mempawah

Adapun empat pemegang izin usaha yang sudah berkolaborasi antara lain, PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari dengan kelompok nelayan Mungguk Linang di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Kedua PT Kandelia Alam dengan kelompok Usaha Bersama Mentari Alam Lestari di Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

Ketiga PT Mayangkara Tanaman Industri dengan kelompok tani Tanjung Maju di Desa Kampung Baru, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Dan yang terakhir PT Wana Subur Lestari dengan kelompok anyaman Tuah Katalino di Desa Radak 2, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya. Adi Yani mengatakan salah satu sumber daya alam yang sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang hidup, beraktifitas dan menggantungkan pencaharian ekonominya dari sumber daya alam setempat adalah kawasan atau areal bernilai konservasi tinggi.

Melalui skema kolaborasi berbagai pihak, yang tentunya harus dikelola dengan konsep pengelolaan kawasan yang mensyaratkan dan menjamin pemeliharaan atau peningkatan nilai konservasi tinggi. “Sehingga upaya memperluas akses serta mendorong perekonomian masyarakat yang berada di dalam dan sekitar areal bernilai konservasi sekaligus menjaga kelestariannya dapat berjalan dengan baik,” katanya. Hal ini menurutnya sangat sejalan pula dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar yakni mewujudkan masyarakat sejahtera dan mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan. “Ini merupakan momentum yang sangat penting dan strategis dalam mendorong perekonomian masyarakat pada areal bernilai konservasi tinggi sebagai perwujudan konsep green collaboration,” pungkasnya.

Baca Juga :  Oke! Pojok Pajak Hadir di Mandiri Taspen KC Pontianak

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalbar AL Leysandri yang hadir dalam kesempatan tersebut sangat mendukung program ini. Ia menilai ini bisa menjadi salah satu upaya trobosan pemerintah lewat DLHK terkait bagaimana mengembangkan hasil hutan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya green collaboration ini diharapkan kebijakan Pak Gubernur tarkait dengan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalbar dapat terwujud. Ini salah satu upaya yang dijalankan jajaran Pemprov,” ungkapnya. Salah satu perwakilan dari kelompok Usaha Bersama Mentari Alam Lestari di Desa Kubu Sofiansyah (49) berharap kerja sama ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Mereka yang selama ini sebagai perajin budi daya madu sudah cukup mendapatkan kemudahan. “Selama ini kami bekerja di dalam lahan (perusahaan) mereka namun memang tidak ada kendala, dengan ada kerjasama ini diharapkan semakin mudah,” teragnya.(bar)

Most Read

Klopp Puji Flick

Sidang Isbat Hari Ini

Gelar Dialog Antar Umat Beragama

Artikel Terbaru

/