alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Momentum Kembalikan Kejayaan Tilawatil Quran di Kalbar

Hafizah asal Kalbar, Rohidah bakal menjadi salah satu duta RI dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Internasional di Casablanca, Maroko 26 Oktober-6 November 2019. Kesempatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan tilawatil quran di Kalbar.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KESUKSESAN meraih medali emas dalam STQ XXV Nasional 2019 di Kota Pontianak pada Juli lalu mengantarkan Rohidah mengikuti ajang serupa di tingkat yang lebih tinggi. Gadis 20 tahun itu menjadi satu-satunya perwakilan Kalbar yang masuk dalam kafilah Indonesia di MTQ tingkat Internasional, Casablanca, Maroko. Ia akan menjadi wakil negara ini di cabang tahfiz 30 juz puteri.

Sebelum berangkat, hafizah asal Kabupaten Mempawah itu sempat menghadap Gubernur Kalbar, Sutarmidji untuk meminta restu dan dukungan, Jumat (25/10) siang. Perempuan yang dikenal jarang berbicara di depan umum itu turut didampingi Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Ridwansyah, pengurus LPTQ serta pelatih.

Besar harapan Rohidah kembali mampu menampilkan yang terbaik di tingkat internasional. Ia diharapkan bisa meraih medali emas dari cabang yang diikutinya. “Tentu saja kami berharap putri terbaik Kalbar ini dapat berprestasi di tingkat internasional dan membawa harum nama Kalbar dan Indonesia,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Ridwansyah.

Baca Juga :  Kafilah Kalbar Siap Bersaing dalam STQN XXVI di Sofifi

Ridwansyah mengakui, memang sudah cukup lama belum ada lagi qari atau qariah asal Kalbar yang mampu berprestasi di tingkat internasional. “Ini tentu kami sudah lama menunggu. Mudah-mudahan ini momen yang terbaik, menjadi momentum bagi lahirnya qari qariah dan para hafiz hafizah asal Kalbar untuk mengukir prestasi,” harapnya.

Hal serupa diungkapkan Gubernur Kalbar Sutarmidji. Momen ini diharapkan bisa menjadi awal kembalinya kejayaan tilawatil quran di Kalbar, seperti yang pernah terjadi di masa lalu. “Saya berharap Rohidah bisa mendapatkan juara di sana (MTQ Internasional),” ungkapnya.

Prestasi ini tentu akan menjadi penyemangat dalam mendukung program Pemprov Kalbar untuk melahirkan lima ribu penghafal Alquran dalam waktu lima tahun ke depan. Ia juga bersyukur masih ada perwakilan Kalbar yang bisa membawa nama Indonesia di ajang internasional.

“Alhamdulillah yang 20 juz pun kita (Kalbar) sebenarnya punya (kader), 10 juz juga punya. Kalau untuk hafiz dan hafizah bisa tampil di internasional kita punya stok yang banyak,” jelasnya.

Lewat momen ini, orang nomor satu di Kalbar itu ingin mengembalikan nama besar provinsi Kalbar di dunia tilawatil quran. Dulunya, kata dia, qari dan qariah asal Kalbar cukup banyak dikenal di seluruh Indonesia, bahkan di dunia internasional. “Nah, ini mudah-mudahan Rohidah bisa mengembalikan itu. Alhamdulillah juga kita STQ kemarin bisa di ranking lima (nasional),” pungkasnya.

Baca Juga :  Siapkan Skenario Jika Hujan

Seperti diketahui, Rohidah  yang merupakan anak pasangan dari Fahri (ayah) dan Marginten (ibu) itu mulai menjadi penghafal Alquran sejak usia 17 tahun. Ia mampu menghafalkan Alquran 30 juz hanya dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Kebetulan ia memang fokus menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren Nurul Huda, Mempawah di bawah naungan Ustaz Nawawi.

Prestasinya di ajang tilawatil quran juga sudah lumayan banyak. Di tingkat kabupaten/kota sampai provinsi ia selalu meraih juara pertama. Sedangkan di tingkat nasional, beberapa kali Rohidah sukses mengharumkan nama Kalbar.

Seperti pada MTQ XXVII Nasional tahun 2018 di Medan, ia berhasil mendapat juara harapan satu. Lalu meraih juara kedua pada Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) ke-50 RRI tahun 2019 di NTB. Terakhir ia meraih medali emas dalam pelaksanaan STQ XXV Nasional 2019 di Kota Pontianak pada Juli lalu.*

Hafizah asal Kalbar, Rohidah bakal menjadi salah satu duta RI dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Internasional di Casablanca, Maroko 26 Oktober-6 November 2019. Kesempatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan tilawatil quran di Kalbar.

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KESUKSESAN meraih medali emas dalam STQ XXV Nasional 2019 di Kota Pontianak pada Juli lalu mengantarkan Rohidah mengikuti ajang serupa di tingkat yang lebih tinggi. Gadis 20 tahun itu menjadi satu-satunya perwakilan Kalbar yang masuk dalam kafilah Indonesia di MTQ tingkat Internasional, Casablanca, Maroko. Ia akan menjadi wakil negara ini di cabang tahfiz 30 juz puteri.

Sebelum berangkat, hafizah asal Kabupaten Mempawah itu sempat menghadap Gubernur Kalbar, Sutarmidji untuk meminta restu dan dukungan, Jumat (25/10) siang. Perempuan yang dikenal jarang berbicara di depan umum itu turut didampingi Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Ridwansyah, pengurus LPTQ serta pelatih.

Besar harapan Rohidah kembali mampu menampilkan yang terbaik di tingkat internasional. Ia diharapkan bisa meraih medali emas dari cabang yang diikutinya. “Tentu saja kami berharap putri terbaik Kalbar ini dapat berprestasi di tingkat internasional dan membawa harum nama Kalbar dan Indonesia,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalbar Ridwansyah.

Baca Juga :  Siapkan Skenario Jika Hujan

Ridwansyah mengakui, memang sudah cukup lama belum ada lagi qari atau qariah asal Kalbar yang mampu berprestasi di tingkat internasional. “Ini tentu kami sudah lama menunggu. Mudah-mudahan ini momen yang terbaik, menjadi momentum bagi lahirnya qari qariah dan para hafiz hafizah asal Kalbar untuk mengukir prestasi,” harapnya.

Hal serupa diungkapkan Gubernur Kalbar Sutarmidji. Momen ini diharapkan bisa menjadi awal kembalinya kejayaan tilawatil quran di Kalbar, seperti yang pernah terjadi di masa lalu. “Saya berharap Rohidah bisa mendapatkan juara di sana (MTQ Internasional),” ungkapnya.

Prestasi ini tentu akan menjadi penyemangat dalam mendukung program Pemprov Kalbar untuk melahirkan lima ribu penghafal Alquran dalam waktu lima tahun ke depan. Ia juga bersyukur masih ada perwakilan Kalbar yang bisa membawa nama Indonesia di ajang internasional.

“Alhamdulillah yang 20 juz pun kita (Kalbar) sebenarnya punya (kader), 10 juz juga punya. Kalau untuk hafiz dan hafizah bisa tampil di internasional kita punya stok yang banyak,” jelasnya.

Lewat momen ini, orang nomor satu di Kalbar itu ingin mengembalikan nama besar provinsi Kalbar di dunia tilawatil quran. Dulunya, kata dia, qari dan qariah asal Kalbar cukup banyak dikenal di seluruh Indonesia, bahkan di dunia internasional. “Nah, ini mudah-mudahan Rohidah bisa mengembalikan itu. Alhamdulillah juga kita STQ kemarin bisa di ranking lima (nasional),” pungkasnya.

Baca Juga :  Kafilah Kalbar Siap Bersaing dalam STQN XXVI di Sofifi

Seperti diketahui, Rohidah  yang merupakan anak pasangan dari Fahri (ayah) dan Marginten (ibu) itu mulai menjadi penghafal Alquran sejak usia 17 tahun. Ia mampu menghafalkan Alquran 30 juz hanya dalam waktu sekitar satu setengah tahun. Kebetulan ia memang fokus menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren Nurul Huda, Mempawah di bawah naungan Ustaz Nawawi.

Prestasinya di ajang tilawatil quran juga sudah lumayan banyak. Di tingkat kabupaten/kota sampai provinsi ia selalu meraih juara pertama. Sedangkan di tingkat nasional, beberapa kali Rohidah sukses mengharumkan nama Kalbar.

Seperti pada MTQ XXVII Nasional tahun 2018 di Medan, ia berhasil mendapat juara harapan satu. Lalu meraih juara kedua pada Pekan Tilawatil Qur’an (PTQ) ke-50 RRI tahun 2019 di NTB. Terakhir ia meraih medali emas dalam pelaksanaan STQ XXV Nasional 2019 di Kota Pontianak pada Juli lalu.*

Most Read

Artikel Terbaru

/