alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Sutarmidji Raih Best Overall; Terbaik di Ajang IVL Season 5

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji dianugerahi penghargaan Best Overall di ajang Indonesia Visonary Leader (IVL) Season 5 yang digelar Sindo Media. Ajang paparan visi para pemimpin daerah ini diikuti 13 orang, baik gubernur, wali kota maupun bupati.

Penghargaan Best Overall atau pencapaian nilai tertinggi diraih Sutarmidji atas program visioner dan implementatif. Dari pengumuman, Jumat (25/10) kemarin, orang nomor satu di Kalbar itu unggul dalam empat kategori penilaian. Yakni kemajuan visi, upaya menggerakkan perekonomian, komunikasi politik serta aspek kepemimpinan. Penghargaan ini akan ia terima dalam waktu dekat di Jakarta.

Saat pemaparan di hadapan dewan juri, Rabu (16/10) lalu, pria yang akrab disapa Midji ini menyampaikan beberapa hal tentang program dan kinerja yang sejalan dengan visinya. Kalbar dinilainya memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang bisa dikembangkan demi menunjang perekonomian masyarakat daerah. Berlimpahnya SDA dari beberapa komoditas yang ada bahkan bisa mendukung perekonomian secara nasional.

Ia memaparkan, dengan jumlah penduduk yang saat ini mencapai sekitar 5,7 juta jiwa, Kalbar sebenarnya telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Hanya saja, masih ada potensi alam yang belum digali kemanfaatannya. “Bicara investasi, bicara Kalbar itu penghasil CPO terbesar di Indonesia,” katanya.

Selain itu, komoditas lain seperti bauksit, karet dan kelapa asal Kalbar merupakan sumber daya alam yang telah memberikan nilai lebih bagi perekonomian nasional. Terkhusus untuk pendapatan daerah. Bauksit misalnya dalam setahun Kalbar bisa mengekspor hingga dua juta ton ke luar negeri.

Baca Juga :  Pemprov Kalbar Bantu Mahasiswa yang Tak Bisa Pulang

Besarnya potensi tersebut masih terhambat pada regulasi antara pusat dan daerah yang terkadang dinilai tidak sinkron. “Misal harga masuk mobil kita (Indonesia) ke sana (Malaysia) bisa Rp500 ribu per hari. Setiap hari itu mobil Malaysia yang ke Indonesia hanya dua, tapi kita 10 kali, jadi lebih banyak keluar (biaya),” paparnya.

Melihat kondisi yang ada, Midji mengatakan, pemerintahan yang dipimpinnya harus menyiapkan rencana yang tepat dan terukur. Di Kabupaten Mempawah misalnya. Daerah tersebut dianggap penting sebagai pusat perekonomian karena akan berdiri pelabuhan serta sentra-sentra ekonomi rakyat yang bersumber dari desa.

“Maka ketika bicara hulu ke hilir, harus ada peningkatan infrastruktur. Untuk mengolah bauksit itu, listrik berbiaya mahal dibanding industri di Malaysia. Sama dengan sawit. Perkebunan sawit (Indonesia) sulit berkembang (dibanding) dengan Malaysia,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memberikan pemahaman bahwa selain produksi daerah Kalbar berupa bauksit maupun kelapa sawit, sektor kehutanan dan pertanian juga menjadi penting. Keduanya berperan dalam mendukung ekonomi masyarakat di Kalbar.

Maka dari itu, Midji mengaku sangat mendukung program sertifikat tanah yang diberikan kepada warga dari pemerintah pusat. Adanya program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA), selain memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengolah lahan yang tepat sasaran dan produktif.  “Itu juga sebagai implementasi program desa mandiri,” pungkasnya.

Baca Juga :  Latih Kelola Limbah Jadi Pupuk Organik

Seperti diketahui, ajang ini diikuti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Tulang Bawang Winarti, Bupati Agam Indra Catri, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin, Bupati Banjar Khalilurrahman dan Bupati Sampang Slamet Junaidi.

Di tahun ini, IVL mengangkat tema ‘Memacu Visi Menuju Kedigdayaan Investasi’. IVL sendiri merupakan ajang bagi pemimpin kepala daerah untuk membuktikan visi kepemimpinanya beserta laporan kinerja yang dilakukan untuk membangun daerah yang dipimpin.

Pada ajang tersebut 13 kepala daerah yang ikut menjalani proses penilaian dari para panelis yang kompeten di bidangnya seperti Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik dan Rektor Universitas Paramadina Firmanzah. Juri lainnya yakni Ketua Pembina Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) Andi Ilham Said serta Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute dan Pakar Komunikasi Politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto.(bar/r)

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji dianugerahi penghargaan Best Overall di ajang Indonesia Visonary Leader (IVL) Season 5 yang digelar Sindo Media. Ajang paparan visi para pemimpin daerah ini diikuti 13 orang, baik gubernur, wali kota maupun bupati.

Penghargaan Best Overall atau pencapaian nilai tertinggi diraih Sutarmidji atas program visioner dan implementatif. Dari pengumuman, Jumat (25/10) kemarin, orang nomor satu di Kalbar itu unggul dalam empat kategori penilaian. Yakni kemajuan visi, upaya menggerakkan perekonomian, komunikasi politik serta aspek kepemimpinan. Penghargaan ini akan ia terima dalam waktu dekat di Jakarta.

Saat pemaparan di hadapan dewan juri, Rabu (16/10) lalu, pria yang akrab disapa Midji ini menyampaikan beberapa hal tentang program dan kinerja yang sejalan dengan visinya. Kalbar dinilainya memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang bisa dikembangkan demi menunjang perekonomian masyarakat daerah. Berlimpahnya SDA dari beberapa komoditas yang ada bahkan bisa mendukung perekonomian secara nasional.

Ia memaparkan, dengan jumlah penduduk yang saat ini mencapai sekitar 5,7 juta jiwa, Kalbar sebenarnya telah mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Hanya saja, masih ada potensi alam yang belum digali kemanfaatannya. “Bicara investasi, bicara Kalbar itu penghasil CPO terbesar di Indonesia,” katanya.

Selain itu, komoditas lain seperti bauksit, karet dan kelapa asal Kalbar merupakan sumber daya alam yang telah memberikan nilai lebih bagi perekonomian nasional. Terkhusus untuk pendapatan daerah. Bauksit misalnya dalam setahun Kalbar bisa mengekspor hingga dua juta ton ke luar negeri.

Baca Juga :  Gubernur Kalbar Komitmen Hafizh/Hafizhah Selain Hafal Qur'an Bisa Melanjutkan Pendidikan di Perguruan Tinggi

Besarnya potensi tersebut masih terhambat pada regulasi antara pusat dan daerah yang terkadang dinilai tidak sinkron. “Misal harga masuk mobil kita (Indonesia) ke sana (Malaysia) bisa Rp500 ribu per hari. Setiap hari itu mobil Malaysia yang ke Indonesia hanya dua, tapi kita 10 kali, jadi lebih banyak keluar (biaya),” paparnya.

Melihat kondisi yang ada, Midji mengatakan, pemerintahan yang dipimpinnya harus menyiapkan rencana yang tepat dan terukur. Di Kabupaten Mempawah misalnya. Daerah tersebut dianggap penting sebagai pusat perekonomian karena akan berdiri pelabuhan serta sentra-sentra ekonomi rakyat yang bersumber dari desa.

“Maka ketika bicara hulu ke hilir, harus ada peningkatan infrastruktur. Untuk mengolah bauksit itu, listrik berbiaya mahal dibanding industri di Malaysia. Sama dengan sawit. Perkebunan sawit (Indonesia) sulit berkembang (dibanding) dengan Malaysia,” ujarnya.

Selain itu, ia juga memberikan pemahaman bahwa selain produksi daerah Kalbar berupa bauksit maupun kelapa sawit, sektor kehutanan dan pertanian juga menjadi penting. Keduanya berperan dalam mendukung ekonomi masyarakat di Kalbar.

Maka dari itu, Midji mengaku sangat mendukung program sertifikat tanah yang diberikan kepada warga dari pemerintah pusat. Adanya program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA), selain memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengolah lahan yang tepat sasaran dan produktif.  “Itu juga sebagai implementasi program desa mandiri,” pungkasnya.

Baca Juga :  Komitmen Bersama Kajati Kalbar dan Jajaran Menuju WBBM

Seperti diketahui, ajang ini diikuti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Tulang Bawang Winarti, Bupati Agam Indra Catri, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Bupati Bone Bolango Hamim Pou, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, Bupati Trenggalek Muhammad Nur Arifin, Bupati Banjar Khalilurrahman dan Bupati Sampang Slamet Junaidi.

Di tahun ini, IVL mengangkat tema ‘Memacu Visi Menuju Kedigdayaan Investasi’. IVL sendiri merupakan ajang bagi pemimpin kepala daerah untuk membuktikan visi kepemimpinanya beserta laporan kinerja yang dilakukan untuk membangun daerah yang dipimpin.

Pada ajang tersebut 13 kepala daerah yang ikut menjalani proses penilaian dari para panelis yang kompeten di bidangnya seperti Dirjen Otda Kemendagri Akmal Malik dan Rektor Universitas Paramadina Firmanzah. Juri lainnya yakni Ketua Pembina Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) Andi Ilham Said serta Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute dan Pakar Komunikasi Politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto.(bar/r)

Most Read

Artikel Terbaru

/