alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Apa Kata Mereka Tentang Program Kotaku; Peningkatan Akses Jalan Antar Kelurahan

Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan salah satu program padat karya tunai (PKT) yang dilaksanakan melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda) dan kelompok masyarakat untuk melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan.

Program Kotaku merupakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat. Program Kotaku menjalankan program reguler seperti perbaikan saluran drainase, perbaikan jalan lingkungan, dan perbaikan jembatan.

Menurut Ajang, Asisten Koordinator Kotaku Kota Pontianak Bidang Kelembagaan dan Kaloborasi, salah satu lokasi yang memperoleh Program Kotaku di Kota Pontianak adalah di Kelurahan Dalam Bugis RT 2 /RW 7, Kampung Arab, Kecamatan Pontianak Timur, ungkapnya ketika ditemui, Sabtu (10/10).

Foto Bersama: Lurah Dalam Bugis, Ketua RT 2/RW 7, Koordinator BKM Corak Insan, Asisten Koordinator Kotaku kota pontianak bidang kelembagaan dan kaloborasi beserta masyarakat.

Ajang menambahkan, dalam pelaksanaanya, Program Kotaku bekerja sama dengan BKM Corak Insan Kelurahan Dalam Bugis.
Sementara itu, Koordinator BKM Corak Insan Dalam Bugis, Rabuansyah mengatakan, pengerjaan Program Kotaku di RT. 2/ RW. 7 Kampung Arab berupa peningkatan infrastruktur pengecoran jalan beton, perbaikan saluran air, dan jembatan.

” Untuk Program kotaku BKM Corak Insan mendapatkan amanah untuk mengerjakan pengecoran jalan beton, turap beton, dan jembatan,” ujarnya.

Menurut Rabuansyah, lokasi jalan ini merupakan jalan penghubung antara kelurahan Dalam Bugis dan Kelurahan Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur. Sehingga dengan peningkatan kualitas jalan tersebut melalui Program Kotaku ini, semakin mempercepat mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  Amankan 231 Aset Tanah, PLN Terus Upayakan Percepatan Sertifikasi

Hal senada juga disampailan Ketua RT. 2 / RW. 7, Syafarudin yang menceritakan bahwal awalnya jalan penghubung antara kelurahan Dalam Bugis dan Kelurahan Tanjung Hilir tidak tembus dan kondisi jalan tidak baik seperti saat ini.

” Awalnye dulu disini jalan gertak, pakai bahan kayu, dan juga jalannya tidak tembus, kadang – kadang saya kasian melihat warga yang melintasi jalan ini dengan hati hati sekali mereka mendorong grobak dagangannya. masyarakat disini dikenal dengan pedagang sate. tapi sekarang alhamdulillah dengan Program Kotaku jalan sudah bagus dan selain itu menjadi jalan akses antara kelurahan Dalam Bugis dan Tanjung Hilir,” kenangnya.

Sementara itu Lurah Dalam Bugis, Herman mengapresiasi atas kerja nyata melalui program Kotaku dan BKM Corak Insan Dalam Bugis. Dengan Pembangunan ini dapat mengurangi kekumuhan di Kampung Arab.

Baca Juga :  Mitragyna Speciosa Masuk Narkotika Golongan 1

Dirinya berharap kepada masyarakat Kampung Arap khususnya RT. 2/ RT. 7 agar selalu merawat jalan dan parit agar menjadi wadah wisata bagi masyarakat yang melintasi jalan penghubung antar kelurahan.

” Mari kita pelihara jalan dan parit agar air tidak sumbat, jaga kebersihan parit, dengan demikian RT 2 / RW 7 menjadi pemukiman yag sejuk dan menjadi wadah wisata bagi masyarakat sekitar,” tutupnya. (Pms/ser)

 

 

Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) merupakan salah satu program padat karya tunai (PKT) yang dilaksanakan melalui Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR bersinergi dengan pemerintah daerah (pemda) dan kelompok masyarakat untuk melakukan perbaikan kualitas kawasan permukiman kumuh di perkotaan.

Program Kotaku merupakan pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat. Program Kotaku menjalankan program reguler seperti perbaikan saluran drainase, perbaikan jalan lingkungan, dan perbaikan jembatan.

Menurut Ajang, Asisten Koordinator Kotaku Kota Pontianak Bidang Kelembagaan dan Kaloborasi, salah satu lokasi yang memperoleh Program Kotaku di Kota Pontianak adalah di Kelurahan Dalam Bugis RT 2 /RW 7, Kampung Arab, Kecamatan Pontianak Timur, ungkapnya ketika ditemui, Sabtu (10/10).

Foto Bersama: Lurah Dalam Bugis, Ketua RT 2/RW 7, Koordinator BKM Corak Insan, Asisten Koordinator Kotaku kota pontianak bidang kelembagaan dan kaloborasi beserta masyarakat.

Ajang menambahkan, dalam pelaksanaanya, Program Kotaku bekerja sama dengan BKM Corak Insan Kelurahan Dalam Bugis.
Sementara itu, Koordinator BKM Corak Insan Dalam Bugis, Rabuansyah mengatakan, pengerjaan Program Kotaku di RT. 2/ RW. 7 Kampung Arab berupa peningkatan infrastruktur pengecoran jalan beton, perbaikan saluran air, dan jembatan.

” Untuk Program kotaku BKM Corak Insan mendapatkan amanah untuk mengerjakan pengecoran jalan beton, turap beton, dan jembatan,” ujarnya.

Menurut Rabuansyah, lokasi jalan ini merupakan jalan penghubung antara kelurahan Dalam Bugis dan Kelurahan Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur. Sehingga dengan peningkatan kualitas jalan tersebut melalui Program Kotaku ini, semakin mempercepat mobilitas masyarakat.

Baca Juga :  Livelihood KOTAKU; Kain Tenun Motif Corak Insang Khas Pontianak

Hal senada juga disampailan Ketua RT. 2 / RW. 7, Syafarudin yang menceritakan bahwal awalnya jalan penghubung antara kelurahan Dalam Bugis dan Kelurahan Tanjung Hilir tidak tembus dan kondisi jalan tidak baik seperti saat ini.

” Awalnye dulu disini jalan gertak, pakai bahan kayu, dan juga jalannya tidak tembus, kadang – kadang saya kasian melihat warga yang melintasi jalan ini dengan hati hati sekali mereka mendorong grobak dagangannya. masyarakat disini dikenal dengan pedagang sate. tapi sekarang alhamdulillah dengan Program Kotaku jalan sudah bagus dan selain itu menjadi jalan akses antara kelurahan Dalam Bugis dan Tanjung Hilir,” kenangnya.

Sementara itu Lurah Dalam Bugis, Herman mengapresiasi atas kerja nyata melalui program Kotaku dan BKM Corak Insan Dalam Bugis. Dengan Pembangunan ini dapat mengurangi kekumuhan di Kampung Arab.

Baca Juga :  Amankan 231 Aset Tanah, PLN Terus Upayakan Percepatan Sertifikasi

Dirinya berharap kepada masyarakat Kampung Arap khususnya RT. 2/ RT. 7 agar selalu merawat jalan dan parit agar menjadi wadah wisata bagi masyarakat yang melintasi jalan penghubung antar kelurahan.

” Mari kita pelihara jalan dan parit agar air tidak sumbat, jaga kebersihan parit, dengan demikian RT 2 / RW 7 menjadi pemukiman yag sejuk dan menjadi wadah wisata bagi masyarakat sekitar,” tutupnya. (Pms/ser)

 

 

Most Read

Artikel Terbaru

/