alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Begini Cara Coplos di TPS, Agar Terhindar Klaster Pilkada

PONTIANAK–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan tips kepada para pemilih dalam memberikan hak suaranya pada Pilkada serentak 7 Kabupaten, awal Desember 2020 mendatang. Cara ini diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari akses kegiatan tahapan Pilkada. Jangan sampai klaster pilkada tercipta di beberapa daerah.

“Untuk tahapan Pilkada tahun 2020 memang masih sampai sekarang hingga menuju penyesuaian akan Covid-19. Hendaknya penerapan pelaksanaan Pilkada mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan,” kata Ramdan, Ketua KPU Kalimantan Barat, Senin (26/10).

Menurutnya protokol kesehatan pada hari pencoblosan memang sudah disesuaikan.  Misalnya, berkaitan jumlah maksimal pemilih pada satu TPS (Tempat Pemungutan Suara). Sebelum Covid-19 mendera, jumlah pemilih maksimal bisa sampai 800 orang. “Sekarang maksimal hanya diperkenankan 500 pemilih,” ucapnya.

Di TPS, sambungnya, petugas menyediakan tempat mencuci tangan portabel di pintu masuk dan pintu keluar. Tempat cuci tangan tersebut dipersiapkan dan disediakan kepada pemilih yang datang. “Petugas juga menyediakan hand sanytizer,” kata
dia.

Baca Juga :  Demam Babi Afrika Serang Sintang

Pada saat pencoblosan, para pemilih yang datang juga diberikan sarung tangan. Sarung tangan hanya diperkenankan untuk sekali pakai. “Karena sifatnya hanya sekali pakai, maka ada tempat pembuangan sampah juga disiapkan,” ucapnya.

Untuk memperketat pemilih, petugas juga menyediakan Termogun atau Thermometer Gun. Alat pendeteksi suhu tubuh ini dipersiapkan bagi pemilih yang hadir di TPS. Nah, untuk perlakuan pemilih dengan ukuran suhu tubuh tercatat 37,3
derajat celcius sampai ke atas, akan dipersiapkan bilik khusus tersendiri. Sementara pemilih dengan ukuran suhu tubuh di bawahnya, tetap dipersiapkan bilik biasa.

Ramdan melanjutkan soal tinta di jari kelingking bagi pemilih yang tercatat sudah mencoblos, nantinya tidak lagi dengan cara dicelupkan. Para petugas di TPS akan memberikan tanda sendiri bahwa pemilih sudah memmberikan hak suara  dengan cara ditetes.

Baca Juga :  Real Count Sambas, Satono-Fahrrurofi Unggul Sementara

Pun untuk tempat pengaturan kursi dan jarak pemilih diatur masing-masing 1 meter. Peraturannya tertuang dalam Peraturan KPU nomor 6 tahun 2020 pasal 68 dan 69. “Di dalamnya berisi tentang pelaksanaan pemilihan disesuaikan dengan protokol Covid-19,” ucapnya.

Mantan Ketua KPU Kota Singkawang ini juga menghimbau kepada seluruh pihak penyelenggara kepada pemilih dan peserta pilkada untuk mentaati dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. “Tujuannya juga agar ketakutan terhadap klaster pilkada baru untuk Covid-19 tidak tercipta,” pungkas dia.

Perhelatan pelaksanaan Pilkada serentak pada 7 Kabupaten di Kalimantan Barat,  KPU menyiapkan setidaknya 6.230 TPS. (den)

PONTIANAK–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat (Kalbar) memberikan tips kepada para pemilih dalam memberikan hak suaranya pada Pilkada serentak 7 Kabupaten, awal Desember 2020 mendatang. Cara ini diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari akses kegiatan tahapan Pilkada. Jangan sampai klaster pilkada tercipta di beberapa daerah.

“Untuk tahapan Pilkada tahun 2020 memang masih sampai sekarang hingga menuju penyesuaian akan Covid-19. Hendaknya penerapan pelaksanaan Pilkada mematuhi dan memperhatikan protokol kesehatan,” kata Ramdan, Ketua KPU Kalimantan Barat, Senin (26/10).

Menurutnya protokol kesehatan pada hari pencoblosan memang sudah disesuaikan.  Misalnya, berkaitan jumlah maksimal pemilih pada satu TPS (Tempat Pemungutan Suara). Sebelum Covid-19 mendera, jumlah pemilih maksimal bisa sampai 800 orang. “Sekarang maksimal hanya diperkenankan 500 pemilih,” ucapnya.

Di TPS, sambungnya, petugas menyediakan tempat mencuci tangan portabel di pintu masuk dan pintu keluar. Tempat cuci tangan tersebut dipersiapkan dan disediakan kepada pemilih yang datang. “Petugas juga menyediakan hand sanytizer,” kata
dia.

Baca Juga :  IIMS 2021; Wuling Usung Tema New Era New Experiences

Pada saat pencoblosan, para pemilih yang datang juga diberikan sarung tangan. Sarung tangan hanya diperkenankan untuk sekali pakai. “Karena sifatnya hanya sekali pakai, maka ada tempat pembuangan sampah juga disiapkan,” ucapnya.

Untuk memperketat pemilih, petugas juga menyediakan Termogun atau Thermometer Gun. Alat pendeteksi suhu tubuh ini dipersiapkan bagi pemilih yang hadir di TPS. Nah, untuk perlakuan pemilih dengan ukuran suhu tubuh tercatat 37,3
derajat celcius sampai ke atas, akan dipersiapkan bilik khusus tersendiri. Sementara pemilih dengan ukuran suhu tubuh di bawahnya, tetap dipersiapkan bilik biasa.

Ramdan melanjutkan soal tinta di jari kelingking bagi pemilih yang tercatat sudah mencoblos, nantinya tidak lagi dengan cara dicelupkan. Para petugas di TPS akan memberikan tanda sendiri bahwa pemilih sudah memmberikan hak suara  dengan cara ditetes.

Baca Juga :  2 Hari Jelang Coblos, Temukan 85 Pelanggar 

Pun untuk tempat pengaturan kursi dan jarak pemilih diatur masing-masing 1 meter. Peraturannya tertuang dalam Peraturan KPU nomor 6 tahun 2020 pasal 68 dan 69. “Di dalamnya berisi tentang pelaksanaan pemilihan disesuaikan dengan protokol Covid-19,” ucapnya.

Mantan Ketua KPU Kota Singkawang ini juga menghimbau kepada seluruh pihak penyelenggara kepada pemilih dan peserta pilkada untuk mentaati dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan. “Tujuannya juga agar ketakutan terhadap klaster pilkada baru untuk Covid-19 tidak tercipta,” pungkas dia.

Perhelatan pelaksanaan Pilkada serentak pada 7 Kabupaten di Kalimantan Barat,  KPU menyiapkan setidaknya 6.230 TPS. (den)

Most Read

Artikel Terbaru

/