alexametrics
27 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Dua Pasien Covid-19 Meninggal, Masing-masing Memiliki Penyakit Bawaan

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengumumkan ada dua pasien konfirmasi (positif) Covid-19 yang meninggal dunia, Minggu (25/10). Dua pasien ini, satu merupakan warga Kabupaten Kubu Raya dan satu warga Kota Pontianak yang sebelumnya sempat dirawat di RSUD Soedarso.

Saat masuk ke RS, kedua almarhum dikatakan sudah dalam kondisi yang cukup parah. Kandungan virus Covid-19 dalam tubuh keduanya sudah mencapai jutaan copies virus. Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalbar, jika ada perubahan dalam kondisi kesehatan agar segera memeriksakan diri. Bisa dengan cara pergi ke dokter atau Puskesmas setempat, atau juga fasilitas kesehatan lainnya.

“Atau langsung minta di-swab (tes usap), kan semuanya tidak bayar, gratis, mengapa jadi takut. Swab itu tidak sakit,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Minggu (25/10).

Sebab jika kondisinya sudah parah dan masuk ke RS, lanjut dia, maka perlu tindakan perawatan dengan alat-alat tertentu. Sementara untuk alat-alat kesehatan tersebut jumlahnya terbatas. Termasuk untuk pengobatannya, jika kondisinya sudah parah maka perlu obat-obat yang harganya cukup mahal. “Seperti misalnya remdesivir itu harganya satu vial Rp1,6 juta dan untuk satu orang kalau sudah parah minimal 11 vial,” ungkapnya.

Belum lagi obat remdesivir tersebut juga tidak gampang untuk mendapatkannya. Terkadang antar Rumah Sakit (RS) harus saling meminjamkan agar mencukupi. Selain itu untuk pengobatan pasien yang sudah parah, Pemprov Kalbar dikatakan berupaya mendatangkan langsung plasma darah dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. “Jadi saya berharap kalau misalnya ada perubahan dan kita merasakan, cepat bawa ke dokter agar mudah ditangani,” pintanya.

Baca Juga :  Wagub Kalbar Lantik Pejabat Fungsional

Midji, sapaan akrabnya, menjelaskan, ketika virus dalam tubuh seseorang masih rendah atau sedikit tentu akan lebih mudah untuk diobati. Sepanjang tidak ada penyakit bawaan (komorbid) penangannya juga akan lebih gampang. Karena jika memiliki komorbid, maka penyakit tersebut akan semakin memberat ketika tubuh pengidapnya terpapar Covid-19.

“Nah virus Covid-19 kalau kita biarkan (dalam tubuh), namanya virus pertambahannya per detik. Bukan per menit atau jam. Sehingga bisa sampai jutaan,” terangnya.

Berulang kali, Midji meminta agar seluruh masyarakat lebih waspada. Jika merasa perlu tes usap segera lakukan. Dan yang juga tak kalah penting adalah selalu menaati protokol kesehatan. Jangan lalai dan lengah karena seseorang tidak akan pernah tahu virus ini berada dimana dan datang dari siapa saja.

“Tapi kalau kita pakai masker kemudian jaga jarak, bahkan lebih bagus pakai sarung tangan, maka sekalipun orang yang kita ajak bicara sudah tertular (Covid-19), kita masih bisa tidak kena (terpapar),” pungkasnya.

Baca Juga :  8 Pasien Covid Dirawat, 6 Diantaranya Belum Vaksin

Terpisah Kepala Dinas Kesehetan Kalbar Harisson menambahkan, warga Kota Pontianak yang meninggal merupakan laki-laki berusia 65 tahun. Yang bersangkutan masuk IGD RSUD Soedarso pada 20 Oktober lalu.

Adapun keluhan yang diidap antara lain, lemah, demam, sesak napas, saturasi oksigen atau SpO2 sebesar 85 persen. Sementara untuk gambaran rontgen pada paru-paru sudah terjadi pneumonia. Selain itu almarhum memiliki komorbid diabetes melitus. Setelah menjalani perawatan sekitar lima hari, pasien dinyatakan meninggal dunia, Minggu (25/10) pukul 08.40 WIB.

Sedangkan pasien meninggal dunia yang merupakan warga Kubu Raya adalah laki-laki berusia 57 tahun. Pasien sempat masuk ke IGD RSUD Soedarso pada 20 Oktober 2020 sekitar pukul 18.45 WIB. Lalu pada, Sabtu (24/10) memiliki keluhan lemah, demam, batuk, sesak napas dan saturasi oksigen atau SpO2 sebesar 78 persen.

Sementara itu gambaran rontgen pada paru-parunya terdapat pneumonia dan memang almarhum juga memiliki komorbid diabetes melitus dan hipertensi. Akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (25/10) pukul 14.08 WIB di ruang isolasi Covid-19, RSUD Soedarso. Kedua pasien yang meninggal ini kemudian sudah ditangani pemulasaran jenazahnya sesuai protokol Covid-`19.

(bar)

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengumumkan ada dua pasien konfirmasi (positif) Covid-19 yang meninggal dunia, Minggu (25/10). Dua pasien ini, satu merupakan warga Kabupaten Kubu Raya dan satu warga Kota Pontianak yang sebelumnya sempat dirawat di RSUD Soedarso.

Saat masuk ke RS, kedua almarhum dikatakan sudah dalam kondisi yang cukup parah. Kandungan virus Covid-19 dalam tubuh keduanya sudah mencapai jutaan copies virus. Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kalbar, jika ada perubahan dalam kondisi kesehatan agar segera memeriksakan diri. Bisa dengan cara pergi ke dokter atau Puskesmas setempat, atau juga fasilitas kesehatan lainnya.

“Atau langsung minta di-swab (tes usap), kan semuanya tidak bayar, gratis, mengapa jadi takut. Swab itu tidak sakit,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Minggu (25/10).

Sebab jika kondisinya sudah parah dan masuk ke RS, lanjut dia, maka perlu tindakan perawatan dengan alat-alat tertentu. Sementara untuk alat-alat kesehatan tersebut jumlahnya terbatas. Termasuk untuk pengobatannya, jika kondisinya sudah parah maka perlu obat-obat yang harganya cukup mahal. “Seperti misalnya remdesivir itu harganya satu vial Rp1,6 juta dan untuk satu orang kalau sudah parah minimal 11 vial,” ungkapnya.

Belum lagi obat remdesivir tersebut juga tidak gampang untuk mendapatkannya. Terkadang antar Rumah Sakit (RS) harus saling meminjamkan agar mencukupi. Selain itu untuk pengobatan pasien yang sudah parah, Pemprov Kalbar dikatakan berupaya mendatangkan langsung plasma darah dari RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. “Jadi saya berharap kalau misalnya ada perubahan dan kita merasakan, cepat bawa ke dokter agar mudah ditangani,” pintanya.

Baca Juga :  Virus Marburg Mematikan, WHO Bergerak Lacak 150 Orang Kontak Erat

Midji, sapaan akrabnya, menjelaskan, ketika virus dalam tubuh seseorang masih rendah atau sedikit tentu akan lebih mudah untuk diobati. Sepanjang tidak ada penyakit bawaan (komorbid) penangannya juga akan lebih gampang. Karena jika memiliki komorbid, maka penyakit tersebut akan semakin memberat ketika tubuh pengidapnya terpapar Covid-19.

“Nah virus Covid-19 kalau kita biarkan (dalam tubuh), namanya virus pertambahannya per detik. Bukan per menit atau jam. Sehingga bisa sampai jutaan,” terangnya.

Berulang kali, Midji meminta agar seluruh masyarakat lebih waspada. Jika merasa perlu tes usap segera lakukan. Dan yang juga tak kalah penting adalah selalu menaati protokol kesehatan. Jangan lalai dan lengah karena seseorang tidak akan pernah tahu virus ini berada dimana dan datang dari siapa saja.

“Tapi kalau kita pakai masker kemudian jaga jarak, bahkan lebih bagus pakai sarung tangan, maka sekalipun orang yang kita ajak bicara sudah tertular (Covid-19), kita masih bisa tidak kena (terpapar),” pungkasnya.

Baca Juga :  Kisah Sukses Babe Udin, Pengusaha Asal Pontianak

Terpisah Kepala Dinas Kesehetan Kalbar Harisson menambahkan, warga Kota Pontianak yang meninggal merupakan laki-laki berusia 65 tahun. Yang bersangkutan masuk IGD RSUD Soedarso pada 20 Oktober lalu.

Adapun keluhan yang diidap antara lain, lemah, demam, sesak napas, saturasi oksigen atau SpO2 sebesar 85 persen. Sementara untuk gambaran rontgen pada paru-paru sudah terjadi pneumonia. Selain itu almarhum memiliki komorbid diabetes melitus. Setelah menjalani perawatan sekitar lima hari, pasien dinyatakan meninggal dunia, Minggu (25/10) pukul 08.40 WIB.

Sedangkan pasien meninggal dunia yang merupakan warga Kubu Raya adalah laki-laki berusia 57 tahun. Pasien sempat masuk ke IGD RSUD Soedarso pada 20 Oktober 2020 sekitar pukul 18.45 WIB. Lalu pada, Sabtu (24/10) memiliki keluhan lemah, demam, batuk, sesak napas dan saturasi oksigen atau SpO2 sebesar 78 persen.

Sementara itu gambaran rontgen pada paru-parunya terdapat pneumonia dan memang almarhum juga memiliki komorbid diabetes melitus dan hipertensi. Akhirnya pasien dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (25/10) pukul 14.08 WIB di ruang isolasi Covid-19, RSUD Soedarso. Kedua pasien yang meninggal ini kemudian sudah ditangani pemulasaran jenazahnya sesuai protokol Covid-`19.

(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/