alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Terapkan Protokol Kesehatan Secara Ketat

PONTIANAK – Mencuci tangan wajib bagi pengunjung yang datang ke Rumah Makan Mie Tiaw Melayu, Jalan Patimura, Kecamatan Pontianak Kota.

Khairul Ali, pemilik Rumah Makan Mie Tiaw Melayu ini mengatakan pihaknya mewajibkan pengunjung yang datang untuk mencuci tangan terlebih dahulu.
“Ini upaya untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Ali di tempat usahanya, kemarin.

Pria yang akrab disapa Bang Yul ini mengatakan penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk memastikan keamanan dan kenyaman pelanggan yang datang.

Penerapannya pun dikatakan Bang Yul sejak dianjurkan oleh pemerintah. Tidak hanya untuk pelanggan yang datang tapi juga pekerja yang wajib memakai masker.

“Ketika imbauan itu keluar kami pun menyiapkan perangkat yang dibutuhkan untuk penerapan protokol kesehatan,” jelas Bang Yul.

Baca Juga :  Pulang dari Kuching, Dua Pasien Diisolasi

Bang Yul melanjutkan bahwa pihaknya menyemprotkan disinfektan di awal buka dan ketika tempat usahanya akan tutup.

Ia melanjutkan bahwa diatur juga penempatan kursi. Sebelum pandemi, ada empat kursi untuk satu meja. Ketika pandemi, jumlah kursi pelanggan hanya dua untuk satu meja.

“Untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan yang datang,” kata Bang Yul.

Ia mengakui pandemi berdampak pada tempat usahanya. Pelanggan yang datang juga berkurang. Meski demikian ia mengatur strategi agar usaha tetap jalan.

Seperti memberikan promo antar gratis jika pesan minimal lima porsi. “Untuk biaya antar pun kami yang bayar dengan menggunakan startup lokal,” pungkasnya. (mse)

PONTIANAK – Mencuci tangan wajib bagi pengunjung yang datang ke Rumah Makan Mie Tiaw Melayu, Jalan Patimura, Kecamatan Pontianak Kota.

Khairul Ali, pemilik Rumah Makan Mie Tiaw Melayu ini mengatakan pihaknya mewajibkan pengunjung yang datang untuk mencuci tangan terlebih dahulu.
“Ini upaya untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Ali di tempat usahanya, kemarin.

Pria yang akrab disapa Bang Yul ini mengatakan penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk memastikan keamanan dan kenyaman pelanggan yang datang.

Penerapannya pun dikatakan Bang Yul sejak dianjurkan oleh pemerintah. Tidak hanya untuk pelanggan yang datang tapi juga pekerja yang wajib memakai masker.

“Ketika imbauan itu keluar kami pun menyiapkan perangkat yang dibutuhkan untuk penerapan protokol kesehatan,” jelas Bang Yul.

Baca Juga :  Palu Pimpinan Rapat Diserahkan Pada Satarudin

Bang Yul melanjutkan bahwa pihaknya menyemprotkan disinfektan di awal buka dan ketika tempat usahanya akan tutup.

Ia melanjutkan bahwa diatur juga penempatan kursi. Sebelum pandemi, ada empat kursi untuk satu meja. Ketika pandemi, jumlah kursi pelanggan hanya dua untuk satu meja.

“Untuk keamanan dan kenyamanan pelanggan yang datang,” kata Bang Yul.

Ia mengakui pandemi berdampak pada tempat usahanya. Pelanggan yang datang juga berkurang. Meski demikian ia mengatur strategi agar usaha tetap jalan.

Seperti memberikan promo antar gratis jika pesan minimal lima porsi. “Untuk biaya antar pun kami yang bayar dengan menggunakan startup lokal,” pungkasnya. (mse)

Most Read

Artikel Terbaru

/