alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

BKKBN Gandeng AIMI Kalbar Buat Penanganan Stunting

PONTIANAK – BKKBN Provinsi Kalimantan Barat menggandeng Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat buat penanganan stunting. Adanya kerja sama ini diharap bisa memberikan kontribusi dalam membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul, Sehat, Cerdas dan sejahtera.

Kepala BKKBN Kalbar Tenny C Soriton mengatakan dengan ditunjuknya BKKBN sebagai Koordinator Penanganan Stunting oleh Presiden Joko Widodo melalui Kepres 72 Tahun 2021, BKKBN telah melakukan terobosan dengan meluncurkan program penanganan Stunting.

Salah satu kerjasamanya, BKKBN Kalbar dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat yang dilangsungkan di ruang rapat Kantor BKKBN Kalimantan Barat, Senin (25/10).

Ia menjelaskan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat merupakan Organisasi Masyarakat yang bergerak di bidang Sosial dan Kesehatan, dimana program programnya bisa di kolaborasikan dengan program BKKBN. Tujuannya juga buat mengatasi stunting dan membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul khususnya di Provinsi Kalimantan Barat dan Indonesia pada umumnya.

Baca Juga :  Intervensi Gizi Terpadu Tekan Angka Stunting

Sementara itu, Aditya Gali Mustika selaku Ketua AIMI Kalbar mengatakan, AIMI adalah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Daerah Kalimantan Barat, Organisasi ini tersebar di 19 cabang di seluruh Indonesia salah satunya ada di Kalimantan Barat.

“Walaupun namanya AIMI Kalbar, fokusnya kami itu bukan hanya tentang Ibu menyusui saja tapi berfokus juga dari kehamilan sampai anak di bawah lima tahun”, Katanya.

Jadi rentangnya mulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan sampai rencana lima tahun kehidupan itulah target dari AIMI, bahkan sekarang sasarannya sudah melebar lagi ke remaja, calon pengantin dan ini sesuai dengan apa yang di program kan dan dicanangkan oleh BKKBN.

Selanjutnya, dengan latar belakang program dari AIMI ini, sasarannya adalah Ibu Hamil, Balita, Remaja dan Calon pengantin, “Kami berharap sekali bisa memperkuat Kerjasama kedepan untuk bersama membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul,” katanya.

Baca Juga :  Nurul Oktaviani, Duta GenRe Putri Kalimantan Barat, Semangat GenRe Semangat Jiwa Enterpreneur

Sekaitan dengan kerja sama ini Aditya pun mengungkapkan bahwa pengurus dengan ruang lingkup yang terdiri dari konselor dan fasilitator menyusui, konselor dan fasilitator memberi makan bayi dan anak akan memberikan Edukasi dan Motivasi serta konseling. Apabila ada masalah dalam penanganan tersebut akan dilakukan tindakan dengan memberikan edukasi terhadap Ibu menyusui serta kader yang ingin jadi konselor sebagai tindakan preventif terhadap masalah masalah tersebut.

Harapannya apapun program dari pihaknya yang ada di bidang stunting baik di bidang edukasi, konseling ataupun tindakan preventif itu bisa masuk dalam program BKKBN ke depannya. (iza)

PONTIANAK – BKKBN Provinsi Kalimantan Barat menggandeng Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat buat penanganan stunting. Adanya kerja sama ini diharap bisa memberikan kontribusi dalam membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul, Sehat, Cerdas dan sejahtera.

Kepala BKKBN Kalbar Tenny C Soriton mengatakan dengan ditunjuknya BKKBN sebagai Koordinator Penanganan Stunting oleh Presiden Joko Widodo melalui Kepres 72 Tahun 2021, BKKBN telah melakukan terobosan dengan meluncurkan program penanganan Stunting.

Salah satu kerjasamanya, BKKBN Kalbar dengan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat yang dilangsungkan di ruang rapat Kantor BKKBN Kalimantan Barat, Senin (25/10).

Ia menjelaskan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Barat merupakan Organisasi Masyarakat yang bergerak di bidang Sosial dan Kesehatan, dimana program programnya bisa di kolaborasikan dengan program BKKBN. Tujuannya juga buat mengatasi stunting dan membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul khususnya di Provinsi Kalimantan Barat dan Indonesia pada umumnya.

Baca Juga :  BRI Sinergikan Ekosistem Digital dengan Peruri Digital Security

Sementara itu, Aditya Gali Mustika selaku Ketua AIMI Kalbar mengatakan, AIMI adalah Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia Daerah Kalimantan Barat, Organisasi ini tersebar di 19 cabang di seluruh Indonesia salah satunya ada di Kalimantan Barat.

“Walaupun namanya AIMI Kalbar, fokusnya kami itu bukan hanya tentang Ibu menyusui saja tapi berfokus juga dari kehamilan sampai anak di bawah lima tahun”, Katanya.

Jadi rentangnya mulai dari 1000 Hari Pertama Kehidupan sampai rencana lima tahun kehidupan itulah target dari AIMI, bahkan sekarang sasarannya sudah melebar lagi ke remaja, calon pengantin dan ini sesuai dengan apa yang di program kan dan dicanangkan oleh BKKBN.

Selanjutnya, dengan latar belakang program dari AIMI ini, sasarannya adalah Ibu Hamil, Balita, Remaja dan Calon pengantin, “Kami berharap sekali bisa memperkuat Kerjasama kedepan untuk bersama membangun Sumber Daya Manusia yang Unggul,” katanya.

Baca Juga :  Tenaga Penyuluh KB di Kalbar Kurang, Satu Penyuluh KB Tangani Hingga 12 Desa

Sekaitan dengan kerja sama ini Aditya pun mengungkapkan bahwa pengurus dengan ruang lingkup yang terdiri dari konselor dan fasilitator menyusui, konselor dan fasilitator memberi makan bayi dan anak akan memberikan Edukasi dan Motivasi serta konseling. Apabila ada masalah dalam penanganan tersebut akan dilakukan tindakan dengan memberikan edukasi terhadap Ibu menyusui serta kader yang ingin jadi konselor sebagai tindakan preventif terhadap masalah masalah tersebut.

Harapannya apapun program dari pihaknya yang ada di bidang stunting baik di bidang edukasi, konseling ataupun tindakan preventif itu bisa masuk dalam program BKKBN ke depannya. (iza)

Most Read

Artikel Terbaru

/