alexametrics
25.6 C
Pontianak
Thursday, May 19, 2022

AKD Komisi dan Badan Final ?

Sikap Fraksi Belum Melunak

PONTIANAK—Sepertinya magnet kursi pimpinan lima Komisi dan dua Badan dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kalimantan Barat masih menjadi rebutan. Sikap delapan fraksi ternyata belum melunak “merebut” ketua melalui perwakilan anggota fraksinya masing-masing. Makanya, besok (hari ini) adalah jadwal pembentukan anggota-anggotanya dahulu baru kemudian diinternalnya dipilih pimpinannya.

“Sudah 12 hari sejak kami (pimpinan definitif) dilantik pada 13 Nopember 2019. Ternyata belum ada pembentukan AKD. Agak alot dan panjang,” ungkap Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Senin(25/11) jumpa pers di rumah makan.

Menurutnya harus diakui bahwa acara internal fraksi-fraksi memang berkeinginan menyelesaikan AKD lewat musyawarah. Masalahnya memilih pucuk ketua untuk lima komisi dan dua badan dari delapan fraksi yang ada rasanya tidak cukup.

Baca Juga :  Minta Korporat di Kalbar Berkontribusi Ringankan Warga Terdampak

“Banggar dan Banmus sudah exofficio. Jabatannya melekat pada pimpinan. Nah makanya delapan fraksi mencoba menuntaskan melalui keputusan terbaik,” tutur dia.

Agenda rapat AKD dihadiri pimpinan dan delapan fraksi. Diusulkan dan dijadwalkan setelah acara sosialisasi tatib dewan dihadiri Depgadri di paripurna akan diusulkan anggotanya dalam masing-miasng fraksi masuk di DPRD Kalbar.

“Besok (hari ini) agendanya memilih komisi. Mudahan bisa terlaksana.

Harapan kami setelah anggota terpilih nanti Banmus memfinalisasi AKD komisi dan badan. Unsur ketua sudah ada juga. Besar harapan kami mengarah ke sana,” ujarnya.

Prabasa menyebutkan bahwa tidak bisa semuanya menjadi ketua. Yang namanya unsur pimpinan di Komisi ada Wakil Ketua dan Sekretaris. Sepertinya hal ini menjadi perbedaan dari sikap fraksi di DPRD Kalbar.

Baca Juga :  DPP Garnita Serahkan Bantuan Pertanian

“Nah seandainya nanti kembali tidak ketemu sesuai tatib, maka dipilih dalam komisi masing-masing. Besok (hari ini) kami doakan supaya cepat,” ujarnya.

Sekretaris DPD Golkar Kalbar ini mengakui bahwa dewan periode sekarang 2019-2024 alot dalam memilih AKD Komisi dan Badan.

“Dulu-dulunya tidak seperti begini. Lewat musyawarah mufakat,” tutur dia.(den)

Sikap Fraksi Belum Melunak

PONTIANAK—Sepertinya magnet kursi pimpinan lima Komisi dan dua Badan dalam Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kalimantan Barat masih menjadi rebutan. Sikap delapan fraksi ternyata belum melunak “merebut” ketua melalui perwakilan anggota fraksinya masing-masing. Makanya, besok (hari ini) adalah jadwal pembentukan anggota-anggotanya dahulu baru kemudian diinternalnya dipilih pimpinannya.

“Sudah 12 hari sejak kami (pimpinan definitif) dilantik pada 13 Nopember 2019. Ternyata belum ada pembentukan AKD. Agak alot dan panjang,” ungkap Prabasa Anantatur, Wakil Ketua DPRD Kalbar, Senin(25/11) jumpa pers di rumah makan.

Menurutnya harus diakui bahwa acara internal fraksi-fraksi memang berkeinginan menyelesaikan AKD lewat musyawarah. Masalahnya memilih pucuk ketua untuk lima komisi dan dua badan dari delapan fraksi yang ada rasanya tidak cukup.

Baca Juga :  Komisi C DPRD Landak Tinjau Pembangunan Puskesmas Senakin

“Banggar dan Banmus sudah exofficio. Jabatannya melekat pada pimpinan. Nah makanya delapan fraksi mencoba menuntaskan melalui keputusan terbaik,” tutur dia.

Agenda rapat AKD dihadiri pimpinan dan delapan fraksi. Diusulkan dan dijadwalkan setelah acara sosialisasi tatib dewan dihadiri Depgadri di paripurna akan diusulkan anggotanya dalam masing-miasng fraksi masuk di DPRD Kalbar.

“Besok (hari ini) agendanya memilih komisi. Mudahan bisa terlaksana.

Harapan kami setelah anggota terpilih nanti Banmus memfinalisasi AKD komisi dan badan. Unsur ketua sudah ada juga. Besar harapan kami mengarah ke sana,” ujarnya.

Prabasa menyebutkan bahwa tidak bisa semuanya menjadi ketua. Yang namanya unsur pimpinan di Komisi ada Wakil Ketua dan Sekretaris. Sepertinya hal ini menjadi perbedaan dari sikap fraksi di DPRD Kalbar.

Baca Juga :  Larangan Mudik Lebaran Dimulai

“Nah seandainya nanti kembali tidak ketemu sesuai tatib, maka dipilih dalam komisi masing-masing. Besok (hari ini) kami doakan supaya cepat,” ujarnya.

Sekretaris DPD Golkar Kalbar ini mengakui bahwa dewan periode sekarang 2019-2024 alot dalam memilih AKD Komisi dan Badan.

“Dulu-dulunya tidak seperti begini. Lewat musyawarah mufakat,” tutur dia.(den)

Most Read

Artikel Terbaru

/