alexametrics
32.8 C
Pontianak
Tuesday, May 24, 2022

Masalah Banjir Jangan Saling Menyalahkan

Buat Masterplan Jangka Panjang

PONTIANAK-Anggota DPRD Pontianak Lutfi Almutahar membenarkan bahwa genangan banjir masih terjadi dibeberapa wilayah Kota Pontianak. Banyak faktor yang memungkinkan terjadinya genangan banjir disejumlah permukiman masyarakat. Sebagai solusi pemerintah mesti membuat satu masterplan jangka panjang.

“Banjir yang masih terjadi di Kota Pontianak ini bukan menjadi persoalan pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah Provinsi Kalbar maupun pemerintah pusat,” kata Lutfi, Selasa (26/11).

Sudah jama, Pontianak dikenal sebagai kota yang memiliki banyak parit. Namum kondisinya saat ini sudah banyak tertutup atau mengalami pendangkalan, sehingga ketika hujan deras parit tidak bisa menampung dan menyalurkan debit air dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Midji Tegaskan Bahwa Pengadaan Ambulans Infeksius Bukan Penyelewengan Anggaran

Belum lagi posisi Pontianak berada di pesisir dengan posisi dataran rendah. Sehingga ketika hujan dan air pasang luapan air bisa masuk dan terjadilah banjir.

Sungai kapuas saat ini juga kondisinya sudah sangat dangkal dikarenakan endapan lumpur dan pelapukan yang hanyut dari hulu.

Ditambah memang drainase saat ini belum terlalu baik, baik dari sisi volume drainase maupun posisinya yang rendah.

Sekarang kata dia jangan saling menyalahkan. Persoalan banjir harus dicari solusinya. “Mari kita duduk bersama. Panggil para ahli untuk memetakan persoalan ini. Rencana Tata Ruang Wilayah berkelanjutan harus dilakukan. Hindari pengerjaan bongkar pasang. Buat satu masterplan tata ruang untuk puluhan tahun ke depan,” katanya.(iza)

Baca Juga :  Pemprov Kalbar Hibahkan 23 Hektare Untuk Asrama Haji

Buat Masterplan Jangka Panjang

PONTIANAK-Anggota DPRD Pontianak Lutfi Almutahar membenarkan bahwa genangan banjir masih terjadi dibeberapa wilayah Kota Pontianak. Banyak faktor yang memungkinkan terjadinya genangan banjir disejumlah permukiman masyarakat. Sebagai solusi pemerintah mesti membuat satu masterplan jangka panjang.

“Banjir yang masih terjadi di Kota Pontianak ini bukan menjadi persoalan pemerintah saja, namun menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pemerintah Provinsi Kalbar maupun pemerintah pusat,” kata Lutfi, Selasa (26/11).

Sudah jama, Pontianak dikenal sebagai kota yang memiliki banyak parit. Namum kondisinya saat ini sudah banyak tertutup atau mengalami pendangkalan, sehingga ketika hujan deras parit tidak bisa menampung dan menyalurkan debit air dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Sosialisasi Bunda PAUD Kalbar, Penguatan Peran Lembaga pada Pendidikan Anak Usia Dini

Belum lagi posisi Pontianak berada di pesisir dengan posisi dataran rendah. Sehingga ketika hujan dan air pasang luapan air bisa masuk dan terjadilah banjir.

Sungai kapuas saat ini juga kondisinya sudah sangat dangkal dikarenakan endapan lumpur dan pelapukan yang hanyut dari hulu.

Ditambah memang drainase saat ini belum terlalu baik, baik dari sisi volume drainase maupun posisinya yang rendah.

Sekarang kata dia jangan saling menyalahkan. Persoalan banjir harus dicari solusinya. “Mari kita duduk bersama. Panggil para ahli untuk memetakan persoalan ini. Rencana Tata Ruang Wilayah berkelanjutan harus dilakukan. Hindari pengerjaan bongkar pasang. Buat satu masterplan tata ruang untuk puluhan tahun ke depan,” katanya.(iza)

Baca Juga :  Midji Minta Pemda Tegas

Most Read

Artikel Terbaru

/