Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS PBI Dinonaktifkan, RSUD Soedarso Tetap Layani Pasien Cuci Darah

I
Penulis: Idil Aqsa Akbary❯
Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi.
Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi.

PONTIANAK POST – Kebijakan penonaktifan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) secara nasional turut berdampak pada pelayanan kesehatan di Kalimantan Barat (Kalbar). Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso misalnya, tercatat sejumlah pasien terdampak kebijakan tersebut, termasuk pasien dengan penyakit kronik.


Advertisement

Direktur RSUD Soedarso, Hary Agung Tjahyadi, mengatakan, terdapat enam pasien hemodialisa dengan status BPJS Kesehatan PBI yang kepesertaannya dinonaktifkan. “Ada enam pasien hemodialisa status BPJS (PBI) yang dinonaktifkan. Kami tetap layani karena sudah jadwalnya, dan kami sarankan untuk mengaktifkan kembali BPJS-nya. Saat ini pasien sedang mengurus pengaktifan ke BPJS,” kata Hary Agung kepada Pontianak Post, Senin (9/2).

Ia menegaskan, pihak rumah sakit tetap mengedepankan pelayanan medis, terutama bagi pasien dengan kondisi kronik yang membutuhkan perawatan rutin, dan berkelanjutan, seperti cuci darah.

Hary menjelaskan, bagi peserta BPJS PBI pusat yang kepesertaannya dinonaktifkan, maka disarankan segera melapor ke BPJS Kesehatan. Sementara untuk peserta BPJS PBI daerah, diarahkan untuk melapor ke Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota sesuai domisili.

Advertisement

“Kepada pasien-pasien dengan penyakit kronik, segera cek keaktifan kepesertaan BPJS-nya. Jika termasuk yang dinonaktifkan, dan masih dalam kategori tidak mampu, segera melaporkan, dan mengurus keaktifan kartu BPJS,” ujarnya.

Menurutnya, mekanisme pengurusan keaktifan disesuaikan dengan jenis kepesertaan. Untuk PBI pusat melalui BPJS Kesehatan, sedangkan PBI daerah melalui Dinsos kabupaten/kota.

Namun, bagi masyarakat yang dinilai sudah mampu secara ekonomi, maka bisa beralih ke kepesertaan mandiri dengan mendaftar langsung ke kantor BPJS Kesehatan kabupaten/kota setempat. “Jika sudah mampu, maka disarankan untuk mendaftar ke kepesertaan mandiri,” tambahnya.

Advertisement

RSUD Soedarso mengimbau masyarakat, khususnya pasien dengan penyakit kronik, agar proaktif memastikan status kepesertaan BPJS Kesehatan masing-masing. Hal tersebut penting guna menghindari kendala pelayanan kesehatan di kemudian hari. (bar)

Advertisement

Artikel Terkait

Kemarau Picu Kadar Garam Air Naik, Layanan Cuci Darah RSUD SSMA Terancam

Kemarau Picu Kadar Garam Air Naik, Layanan Cuci Darah RSUD SSMA Terancam

Pasokan air bersih untuk layanan hemodialisa RSUD SSMA Pontianak terancam akibat kadar garam air meningkat selama kemarau.

Krisis Air Bersih Pontianak, Rumah Sakit yang Layani Pasien Cuci Darah Jadi Prioritas

Krisis Air Bersih Pontianak, Rumah Sakit yang Layani Pasien Cuci Darah Jadi Prioritas

Krisis air bersih di Pontianak membuat rumah sakit, terutama layanan cuci darah, diprioritaskan. Warga dapat air gratis.

Kronologi Ambulans RSUD Soedarso Masuk Jurang di Meliau, Pengemudi Sempat Mengeluh Sakit

Kronologi Ambulans RSUD Soedarso Masuk Jurang di Meliau, Pengemudi Sempat Mengeluh Sakit

Pengemudi ambulans RSUD Soedarso meninggal setelah ambulans masuk jurang di Meliau. Ia sempat mengeluhkan sakit sebelum kecelakaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer