Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa Geruduk DPRD Kalbar, Suarakan Tuntutan Reformasi

D
Penulis: Deny Hamdani❯
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tanjungpura dan sejumlah aliansi mahasiswa di Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kalbar, Senin (6/4). (DENY HAMDANI/PONTIANAK POST)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tanjungpura dan sejumlah aliansi mahasiswa di Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kalbar, Senin (6/4). (DENY HAMDANI/PONTIANAK POST)

Advertisement

PONTIANAK POST – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Tanjungpura dan sejumlah aliansi mahasiswa di Kalimantan Barat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kalbar, Senin (6/4).

Aksi yang semula dijadwalkan pukul 14.00 WIB itu baru dimulai sekitar pukul 17.00 WIB. Massa kemudian menyampaikan berbagai tuntutan terkait isu nasional dan daerah, mulai dari persoalan pendidikan, pengelolaan sumber daya alam, hingga kasus-kasus kemanusiaan yang tengah menjadi sorotan publik.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga sempat membakar ban bekas sebagai bentuk protes. Asap hitam membumbung tinggi hingga masuk ke area gedung DPRD Kalbar, menambah tensi aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian berpakaian berseragam lengkap.

Advertisement

Sejumlah perwakilan massa secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan anggota dewan. Mereka menyoroti berbagai isu, termasuk dugaan pembungkaman terhadap aktivis dan masyarakat sipil, serta menuntut penegakan hukum atas sejumlah kasus kekerasan.

Adapun beberapa poin tuntutan yang disampaikan antara lain berupa menolak pembungkaman terhadap aktivis dan masyarakat sipil, mendesak pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus dan Menuntut pembentukan tim pencari fakta independen.

Advertisement

Tuntutan lain yang disuarakan adalah meminta pemulihan hak korban secara menyeluruh, mendesak pengusutan kasus pembunuhan Arianto Tawakal, menolak perluasan kewenangan aparat serta meminta pengembalian fungsi TNI-Polri dan Menuntut penghentian proses hukum terhadap Tarsius Fendy Sesupi serta Mendesak pengusutan teror di Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang.

Aksi juga diwarnai desakan mahasiswa agar pimpinan daerah dan aparat keamanan hadir langsung menemui massa. Mereka meminta kehadiran Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, serta Ketua DPRD Kalbar untuk mendengarkan aspirasi secara terbuka pada aksi berikutnya.

Sejumlah anggota DPRD Kalbar yang memang berada di kantor sempat menemui massa aksi, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kalbar Prabasa Anantatur, Ketua Komisi I Rasmidi, serta Sekretaris Komisi I Zulfydar Zaidar Mochtar.

Mahasiswa bahkan meminta para wakil rakyat tersebut untuk duduk bersama mereka di area aksi sebagai bentuk keseriusan dalam menyerap aspirasi.

Hingga pukul 17.47 WIB, aksi masih berlangsung dengan pengawalan aparat. Situasi di lokasi terpantau kondusif meski sempat memanas akibat aksi pembakaran ban dan desakan massa yang terus menggema di halaman gedung DPRD Kalbar. (den)

Advertisement

Artikel Terkait

Saat Ruang Kuliah Tidak Lagi Mengundang Rasa Ingin Tahu

Saat Ruang Kuliah Tidak Lagi Mengundang Rasa Ingin Tahu

Minat belajar mahasiswa dipengaruhi metode pengajaran, lingkungan kampus, dan keterlibatan aktif dosen serta mahasiswa.

Pegadaian Edukasi 580 Mahasiswa Untan soal Keuangan, Investasi, dan Kewirausahaan

Pegadaian Edukasi 580 Mahasiswa Untan soal Keuangan, Investasi, dan Kewirausahaan

Sebanyak 580 mahasiswa Untan mengikuti edukasi finansial Pegadaian tentang keuangan, investasi, aset, dan kewirausahaan.

BCA Berbagi Ilmu Hadir Perdana di Kalbar

BCA Berbagi Ilmu Hadir Perdana di Kalbar

BCA Berbagi Ilmu hadir perdana di Kalbar. Lebih dari 1.000 mahasiswa Untan dibekali kemampuan menghadapi perubahan dunia kerja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer