Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Iduladha, DPRD Kalbar Minta Pengawasan Hewan Kurban Diperketat dan Distribusi Dipermudah

D
Penulis: Deny Hamdani❯
Seorang pemilik menunggang indukan sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur. Kebutuhan hewan kurban di Pontianak masih sangat bergantung pada pasokan dari luar Kalbar. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)
Seorang pemilik menunggang indukan sapi Bali (Bos Javanicus domesticus) di sebuah kandang di Tanjung, Banyuwangi, Jawa Timur. Kebutuhan hewan kurban di Pontianak masih sangat bergantung pada pasokan dari luar Kalbar. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)

Advertisement

PONTIANAK POST — Menjelang Iduladha, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Kubu Raya–Mempawah, Sueb, meminta pemerintah memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban sekaligus mempermudah regulasi dan akses transportasi distribusi ternak dari luar daerah.

Menurut Sueb, pemeriksaan kesehatan hewan kurban merupakan langkah krusial untuk memastikan hewan yang diperjualbelikan dan disembelih dalam kondisi layak serta bebas dari penyakit.

“Kita berharap selain pengawasan kondisi kesehatan hewan kurban, pemerintah juga mempermudah regulasi dan akses transportasi untuk angkutan hewan kurban dari luar daerah,” ujarnya.

Advertisement

Sueb menjelaskan, kebutuhan hewan kurban di Pontianak diperkirakan tetap tercukupi menjelang Idul Adha. Namun, ketersediaan tersebut masih sangat bergantung pada pasokan dari luar Kalimantan Barat.

Sejumlah daerah yang selama ini menjadi pemasok antara lain Pulau Jawa, Bali, Lampung, hingga Kalimantan Tengah. “Insyaallah mencukupi kebutuhan, walaupun masih mengandalkan pasokan dari luar daerah,” katanya.

Advertisement

Ketergantungan tersebut, lanjutnya, membuat aspek distribusi menjadi faktor penting yang harus dijaga kelancarannya agar tidak mengganggu stabilitas pasokan maupun harga di pasaran.

Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, instansi teknis, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan distribusi hewan kurban berjalan lancar.

Menurutnya, pengawasan yang ketat dan distribusi yang lancar akan berdampak langsung pada stabilitas harga serta ketersediaan hewan kurban bagi masyarakat. “Sinergi ini penting agar pasokan tetap terjaga dan harga tidak melonjak,” ujarnya.

Selain aspek distribusi, Sueb juga mengingatkan pentingnya memastikan hewan kurban memenuhi syarat secara syariat dan kesehatan. Hewan kurban harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan layak untuk disembelih.

"Misalnya hewan kurbanyang buta, baik sebagian maupun seluruhnya, sakit dengan gejala yang tampak jelas,  pincang atau tidak dapat berjalan normal dan hewan kurban terlalu kurus dan tidak memiliki daging yang cukup. Itu tak memenuhi syarat disebut hewan kurban," jelasnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Pengawasan Satpol PP Ungkap Pelanggaran Kafe dan THM di Kapuas Hulu, Warga Minta Penutupan Permanen

Pengawasan Satpol PP Ungkap Pelanggaran Kafe dan THM di Kapuas Hulu, Warga Minta Penutupan Permanen

Warga Pengkadan minta kafe dan THM di Kapuas Hulu yang melanggar aturan ditutup permanen usai ditemukan pelanggaran izin dan miras.

TOA-CCTV Simpang Diponegoro Singkawang Kembali Aktif, Dorong Disiplin Pengguna Jalan dan Perkuat Pengawasan Lalu Lintas

TOA-CCTV Simpang Diponegoro Singkawang Kembali Aktif, Dorong Disiplin Pengguna Jalan dan Perkuat Pengawasan Lalu Lintas

Forum LLAJ Singkawang mengaktifkan kembali TOA-CCTV untuk memperkuat pengawasan, edukasi, dan keselamatan pengguna jalan.

Mempawah Perketat Pengawasan Solar Subsidi, SPBU Wajib Verifikasi QR Code MyPertamina atau Terancam Sanksi

Mempawah Perketat Pengawasan Solar Subsidi, SPBU Wajib Verifikasi QR Code MyPertamina atau Terancam Sanksi

Mempawah perketat pengawasan solar subsidi. SPBU wajib verifikasi QR Code MyPertamina, pelanggaran terancam sanksi tegas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer