Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BKAD Pontianak Dorong Statecraft Modern Lewat Optimalisasi Aset Daerah

M
Penulis: Mirza Ahmad Muin❯
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Pontianak, Mahardika Sari
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Pontianak, Mahardika Sari

Advertisement

PONTIANAK POST - Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Pontianak Mahardika Sari mengatakan di tengah dinamika ekonomi global, penguatan nilai dollar dan persaingan investasi antar wilayah, pemerintah daerah dituntut tidak hanya menjalankan fungsi administrasi. Tetapi juga menghadirkan statecraft dalam tata kelola pemerintahan dan pengelolaan sumber daya daerah.

“Terdapat banyak dampak dari dinamika perekonomian global yang terjadi saat ini. Mulai dari penguatan nilai dollar, kondisi ekonomi nasional dan persaingan investasi antar daerah. Saat ini kita harus bekerja lebih keras buat menggeliatkan ekonomi, salah satunya menghadirkan statecraft,” katanya kepada Pontianak Post, Jumat (8/5).

Dia melanjutkan dalam konteks daerah, statecraft diwujudkan melalui kemampuan pemerintah mengelola keuangan dan aset daerah secara strategis, produktif, dan berorientasi pada masa depan.

Advertisement

BKAD tidak lagi hanya berfungsi sebagai pengelola administrasi keuangan dan barang milik daerah, tetapi menjadi motor penguatan kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi aset dan penciptaan nilai tambah ekonomi.

Kata dia, aset daerah yang selama ini bersifat pasif perlu ditransformasikan menjadi aset produktif melalui pola pemanfaatan yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan. Pemanfaatan aset melalui kerja sama, digitalisasi layanan, monetisasi aset, hingga pengembangan kawasan ekonomi daerah merupakan bagian dari economic statecraft di tingkat daerah.

Advertisement

Oleh sebab itu, hilirisasi ekonomi daerah menjadi langkah strategis agar potensi daerah tidak berhenti sebagai sumber daya mentah, tetapi berkembang menjadi aktivitas ekonomi bernilai tambah yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, memperkuat PAD, dan mendorong kemandirian fiskal daerah.

Melalui tata kelola aset yang modern, digital, transparan, dan akuntabel, pemerintah daerah dapat membangun kekuatan ekonomi baru berbasis potensi lokal.

“Inilah bentuk statecraft daerah yaitu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya mengelola anggaran, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi dan masa depan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ketika aset bisa menjadi sumber pendapatan daerah, maka potensi peningkatan PAD secara sendirinya juga bisa bertambah.(iza) 

Advertisement

Artikel Terkait

Kapolres Singkawang Tekankan Pendidikan Karakter pada HUT Yayasan Kemala Bhayangkari

Kapolres Singkawang Tekankan Pendidikan Karakter pada HUT Yayasan Kemala Bhayangkari

Kapolres Singkawang tekankan pentingnya pendidikan karakter saat HUT ke-46 Yayasan Kemala Bhayangkari.

Jemaah Kalbar Mulai Padati Tanah Suci, Suhu Arab Saudi di Atas 39 Derajat   

Jemaah Kalbar Mulai Padati Tanah Suci, Suhu Arab Saudi di Atas 39 Derajat  

Mayoritas jemaah haji Kalimantan Barat telah tiba di Arab Saudi secara bertahap melalui embarkasi Batam, dengan ribuan jemaah mulai memadati

Pemerintah Perkuat Penanganan Kejahatan Digital, Fokus pada Perjudian Online, Penipuan, dan Perlindungan Kelompok Rentan

Pemerintah Perkuat Penanganan Kejahatan Digital, Fokus pada Perjudian Online, Penipuan, dan Perlindungan Kelompok Rentan

Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan tidak ada toleransi bagi kejahatan digital, dengan penguatan kolaborasi, literasi, perlindungan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer