Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ekonomi Kalbar Tumbuh 6,14 Persen, Tertinggi se-Kalimantan

M
Penulis: Marsita Riandini❯
Gubernur Kalbar, Ria Norsan
Gubernur Kalbar, Ria Norsan

Advertisement

PONTIANAK POST – Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,14 persen secara year-on-year (yoy) pada Triwulan I Tahun 2026. Capaian ini menempatkan Kalbar sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Kalimantan sekaligus berada di atas rata-rata nasional.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan hasil sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendorong investasi serta hilirisasi industri.

"Alhamdulillah, ini hasil kerja bersama seluruh elemen daerah. Fokus kita adalah menciptakan iklim investasi sehat dan mendorong hilirisasi sumber daya alam agar nilai tambahnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Ria Norsan, Minggu (10/5).

Advertisement

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi motor utama dengan kontribusi sebesar 49,22 persen terhadap struktur ekonomi daerah. Momentum hari besar seperti Ramadan, Idulfitri, dan Imlek turut mendongkrak sektor perdagangan, transportasi, serta UMKM.

Sementara dari sisi produksi, lapangan usaha pertambangan mencatat lompatan signifikan sebesar 34,14 persen. Penguatan hilirisasi bauksit dan alumina di kawasan Mempawah dinilai memberikan pengaruh besar terhadap akselerasi ekonomi daerah.

Advertisement

"Kita tidak ingin Kalbar hanya menjual bahan mentah. Hilirisasi harus diperkuat agar lapangan kerja terbuka luas dan pendapatan daerah meningkat," tegas Gubernur.

Pemerintah Provinsi Kalbar kini membidik operasional penuh Pelabuhan Internasional Kijing sebagai kunci akselerasi ekonomi masa depan. Keberadaan pelabuhan ini diharapkan mampu memangkas biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekspor daerah.

Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, menambahkan bahwa Pelabuhan Kijing akan mengakhiri kerugian fiskal akibat aktivitas ekspor komoditas unggulan yang selama ini sering tercatat di pelabuhan provinsi lain.

"Selama ini banyak ekspor kita tercatat melalui daerah lain karena keterbatasan fasilitas. Kijing harus menjadi tulang punggung industrialisasi agar nilai tambah maksimal tetap berada di daerah," kata Krisantus.

Capaian pada Triwulan I 2026 ini menunjukkan akselerasi yang signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu (5,00 persen yoy). Kontribusi ekonomi Kalbar terhadap regional Kalimantan kini mencapai 17,61 persen.

Advertisement

Artikel Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Triwulan I 2026 Tembus 6,14 Persen, Tertinggi di Kalimantan dan Lampaui Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Kalbar Triwulan I 2026 Tembus 6,14 Persen, Tertinggi di Kalimantan dan Lampaui Nasional

Ekonomi Kalbar pada Triwulan I 2026 tumbuh 6,14 persen didorong investasi, hilirisasi industri, konsumsi rumah tangga, dan sektor tambang.

Pemkab Kayong Utara Dukung Sensus Ekonomi 2026 untuk Data Akurat dan Kebijakan Tepat Sasaran

Pemkab Kayong Utara Dukung Sensus Ekonomi 2026 untuk Data Akurat dan Kebijakan Tepat Sasaran

Pemkab Kayong Utara dukung Sensus Ekonomi 2026 guna hasilkan data akurat untuk kebijakan pembangunan daerah.

Bupati Sujiwo Ajak Warga Kubu Raya Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi Data Akurat

Bupati Sujiwo Ajak Warga Kubu Raya Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi Data Akurat

Bupati Kubu Raya ajak masyarakat sukseskan Sensus Ekonomi 2026 demi kebijakan pembangunan tepat sasaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer