Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PWI Kalbar Soroti Tantangan Profesionalisme Wartawan Menghadapi Arus Informasi Digital

N
Penyerahan plakat dari Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir kepada Kepala Diskominfo Kalbar yang mewakili Gubernur Kalbar. (ADPIM PEMPROV KALBAR)
Penyerahan plakat dari Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir kepada Kepala Diskominfo Kalbar yang mewakili Gubernur Kalbar. (ADPIM PEMPROV KALBAR)

Advertisement

PONTIANAK POST – Tantangan menjaga profesionalisme dan integritas wartawan di tengah derasnya arus informasi digital menjadi perhatian dalam Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 Angkatan V yang digelar di Politeknik Negeri Pontianak.

Kegiatan yang mengusung tema "Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berdaya Saing di Era Digital" tersebut mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat Christianus Lumano menilai perkembangan teknologi informasi menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi dunia pers.

Advertisement

Karena itu, kehadiran wartawan yang profesional, berintegritas, dan mampu beradaptasi dengan perubahan menjadi kebutuhan penting dalam menjaga kualitas informasi di ruang publik.

Menurutnya, pers memiliki peran strategis dalam kehidupan demokrasi, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, kontrol sosial, serta perekat persatuan masyarakat. Dalam konteks pembangunan daerah, media massa juga menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan berbagai program dan capaian pembangunan kepada masyarakat.

Advertisement

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir, menegaskan bahwa Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian merupakan tahapan wajib bagi wartawan yang ingin bergabung menjadi anggota PWI.

Ia menjelaskan, orientasi tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi dalam menjaga marwah profesi wartawan agar tetap profesional, berintegritas, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Selain menjadi sarana pembekalan bagi calon anggota, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi setelah rekonsiliasi internal PWI yang berlangsung di tingkat nasional.

Melalui orientasi ini, para peserta diharapkan semakin memahami tanggung jawab profesi jurnalistik sekaligus mampu menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab di tengah dinamika perkembangan media digital.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap peningkatan kapasitas wartawan melalui kegiatan seperti OKK dapat mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat serta memperkuat peran pers dalam mengawal pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (mse/r)

Advertisement

Artikel Terkait

PWI Ketapang Resmi Terbentuk, Supriadi Nahkodai Periode 2026-2029

PWI Ketapang Resmi Terbentuk, Supriadi Nahkodai Periode 2026-2029

Terbentuknya PWI Ketapang menandai perluasan organisasi PWI di Kalbar sekaligus menjadi momentum memperkuat profesionalisme dan etika jurnal

Etika Dokter dan Tenaga Kesehatan Di Media Sosial

Etika Dokter dan Tenaga Kesehatan Di Media Sosial

Keluhan pasien di media sosial adalah hak yang dilindungi hukum. Nakes diminta mengedepankan empati dan profesionalisme.

Polda Kalbar Tingkatkan Kemampuan Bhabinkamtibmas untuk Ciptakan Desa Lebih Aman dan Kondusif

Polda Kalbar Tingkatkan Kemampuan Bhabinkamtibmas untuk Ciptakan Desa Lebih Aman dan Kondusif

Polda Kalbar tingkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas agar makin profesional menjaga keamanan desa dan kelurahan binaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer