Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gestur Sederhana Bisa Jadi Cara Menegur Asap Rokok di Publik

C
Penulis: Chairunnisya❯
Ilustrasi perempuan terganggu dengan asap rokok di ruang publik. (AI)
Ilustrasi perempuan terganggu dengan asap rokok di ruang publik. (AI)

Advertisement

PONTIANAK POST - Saat terganggu asap rokok di ruang publik, banyak orang memilih diam agar tidak memicu konflik. Padahal, sikap diam justru bisa membuat perokok tidak menyadari bahwa perilakunya mengganggu orang lain.

Di sinilah pentingnya menunjukkan ketidaknyamanan secara sopan sebagai bagian dari menjaga kenyamanan bersama.

Dilansir dari Jawapos, dosen sosiologi Universitas Airlangga Claudia Anridho SAnt MSosio PhD menilai masyarakat tidak perlu selalu memilih diam ketika merasa terganggu oleh asap rokok di ruang publik.

Kesadaran Etika Perlu Dibangun lewat Refleksi Sosial

Untuk membangun kesadaran etika publik, Claudia menilai pendekatan refleksi sosial perlu dikedepankan. Ia mengajak para perokok membayangkan jika mereka berada di posisi orang lain yang harus menerima dampak dari perilaku tersebut.

Advertisement

Selain itu, lingkungan keluarga juga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan dan nilai sejak dini.

Menurut dia, menunjukkan ketidaknyamanan secara sopan juga bisa menjadi pengingat bahwa ada perilaku yang berpotensi mengganggu orang lain di ruang bersama.

Bisa Lewat Gestur Sederhana atau Teguran Halus

Claudia menyebut, masyarakat dapat menunjukkan ketidaknyamanan lewat gestur sederhana atau menyampaikan secara halus bahwa ada bau rokok di sekitar.

’’Kalau kita terus-menerus diam, orang tidak akan tahu bahwa perilakunya sebenarnya mengganggu. Jadi ketidaknyamanan itu perlu ditunjukkan, bisa lewat gestur sederhana seperti mengibaskan tangan atau menyampaikan secara halus bahwa ada bau rokok di sekitar,’’ ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan agar teguran tetap disampaikan secara santun dan mempertimbangkan situasi.

Jika perokok berada dalam kelompok besar, masyarakat bisa memilih berbicara kepada salah satu orang secara baik-baik agar tidak memicu konfrontasi yang tidak perlu.

Advertisement

Artikel Terkait

Budaya Permisif Bikin Etika Merokok dan Buang Puntung Sering Diabaikan

Budaya Permisif Bikin Etika Merokok dan Buang Puntung Sering Diabaikan

Etika dasar seperti menjaga asap rokok dan membuang puntung pada tempatnya dinilai kerap diabaikan karena budaya permisif.

Klinik Berhenti Merokok di Pontianak Masih Sepi Meski Tersedia di Semua Puskesmas

Klinik Berhenti Merokok di Pontianak Masih Sepi Meski Tersedia di Semua Puskesmas

Layanan Klinik Berhenti Merokok di Pontianak masih minim peminat meski tersedia di seluruh puskesmas.

Merokok dan Main Game saat Rapat, Kader Gerindra DPRD Jember Disidang

Merokok dan Main Game saat Rapat, Kader Gerindra DPRD Jember Disidang

Anggota DPRD Jember dari Gerindra disidang Majelis Kehormatan usai video merokok saat rapat viral.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer