Edi Kamtono: Pemadaman Listrik Rugikan Warga, Minta Percepat Pemulihan

PONTIANAK POST – Pemadaman listrik di Kalimantan Barat yang terjadi pada Jumat (3/7) berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengaku mengalami kerugian akibat produksi terhenti, pesanan pelanggan tertunda, hingga menurunnya jumlah pembeli. Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendesak PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Pemadaman bergilir yang berlangsung hingga sekitar lima jam juga mengganggu aktivitas rumah tangga, layanan internet, hingga pelayanan publik. Gangguan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Dampak paling nyata dirasakan pelaku UMKM yang aktivitas usahanya bergantung pada pasokan listrik.
Mirna (49), pemilik usaha kue di kawasan Parit Bugis, Kabupaten Kubu Raya, mengatakan proses produksi terhenti karena seluruh peralatan pembakaran menggunakan listrik.
"Semua peralatan pembakaran dan produksi menggunakan listrik. Karena mati lampu, pesanan pelanggan tidak bisa diselesaikan sesuai target," ujarnya.
Gangguan serupa dialami pelaku usaha kedai kopi. Sejumlah pemilik warung mengaku kehilangan pelanggan karena jaringan internet (WiFi) ikut terputus ketika listrik padam.
Di sektor jasa, Fanny, pemilik usaha percetakan stempel di Jalan Tanjungpura, juga tidak dapat menyelesaikan pesanan konsumennya.
"Tadi pas ada order tiba-tiba lampu mati. Jadi tidak bisa buat pesanan. Sudah sekitar empat jam," katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bagi UMKM, listrik bukan sekadar fasilitas penunjang, melainkan faktor utama yang menentukan kelancaran produksi, pelayanan, dan pendapatan harian.
Aktivitas Rumah Tangga Ikut Terganggu
Selain sektor usaha, pemadaman juga mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat.



