Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potensi Karhutla Mengintai Kalbar, DPRD Minta Antisipasi Diperkuat Sejak Dini

D
Penulis: Deny Hamdani❯
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Kota Pontianak, Heri Mustamin.
Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Kota Pontianak, Heri Mustamin.

Advertisement

PONTIANAK POST – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Heri Mustamin, meminta pemerintah daerah bersama aparat dan masyarakat memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini.

Hal ini menyusul adanya potensi musim kering yang sebelumnya diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berlangsung pada periode Juni hingga Agustus, bahkan berpotensi berlanjut hingga September.

Anggota DPRD dari daerah pemilihan Kota Pontianak itu mengatakan, hingga saat ini kondisi karhutla di Kalimantan Barat belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Namun, masyarakat dan pemerintah tetap perlu meningkatkan kewaspadaan mengingat karhutla hampir selalu menjadi persoalan berulang setiap tahun.

"Alhamdulillah sampai hari ini kondisinya belum begitu parah. Baru mulai terlihat gejala-gejala, tetapi kita harus tetap waspada karena potensi itu pasti ada. Mudah-mudahan perkiraan tersebut tidak terjadi, tetapi kalau memang terjadi, tentu harus ada langkah antisipasi," kata Heri di Pontianak beberapa waktu lalu.

Menurut dia, pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pencegahan dan penanggulangan di masa mendatang.

Advertisement

Ia mendorong agar langkah mitigasi dilakukan lebih awal, bukan menunggu hingga titik api meluas dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat.

"Hal-hal yang menjadi kekurangan pada tahun-tahun sebelumnya harus menjadi pembelajaran. Langkah antisipasi harus dilakukan lebih dini," ujarnya.

Heri menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum. Masyarakat, khususnya petani dan pekebun, juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api.

Ia mengingatkan pemilik lahan, baik perkebunan berskala besar maupun masyarakat yang mengelola lahan secara mandiri, agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran meluas.

"Kita harus pahami dan sadari bahwa Kalimantan Barat ini banyak memiliki lahan kering dan kawasan gambut. Masyarakat, petani, dan pekebun harus benar-benar mewaspadai kondisi ini," katanya.

Advertisement

Artikel Terkait

BNPB Pastikan Karhutla di Buleleng Bali Berhasil Dipadamkan, Kebakaran Hanguskan Sekitar 48 Hektare Lahan Perbukitan

BNPB Pastikan Karhutla di Buleleng Bali Berhasil Dipadamkan, Kebakaran Hanguskan Sekitar 48 Hektare Lahan Perbukitan

BNPB menyatakan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Buleleng, Bali, berhasil dipadamkan.

BPBD Kotawaringin Timur Kaji Kenaikan Status Karhutla Menjadi Tanggap Darurat, Tiga Indikator Sudah Terpenuhi dan Kebakaran Terus Meningkat

BPBD Kotawaringin Timur Kaji Kenaikan Status Karhutla Menjadi Tanggap Darurat, Tiga Indikator Sudah Terpenuhi dan Kebakaran Terus Meningkat

BPBD Kotawaringin Timur mengkaji kenaikan status penanganan karhutla menjadi tanggap darurat.

Karhutla Bikin Udara Kubu Raya Masuk Kategori Tidak Sehat

Karhutla Bikin Udara Kubu Raya Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas udara Kubu Raya masuk kategori tidak sehat dengan AQI 169. Warga diminta waspada paparan PM2.5 di tengah musim kemarau.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer