Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dana PSR Kalbar Tembus Rp824,1 Miliar, Program Peremajaan Sawit Rakyat Dinilai Belum Optimal

S
Penulis: Siti Sulbiyah❯
Ilustrasi sawit. (Istimewa)
Ilustrasi sawit. (Istimewa)

Advertisement

PONTIANAK POST - Satu dekade pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga produktivitas perkebunan sawit rakyat di Kalimantan Barat. Namun capaian dari program ini dinilai belum berjalan secara optimal.

Data dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), program PSR di Kalbar telah menjangkau 11.412 pekebun dengan total luasan lahan mencapai 25.738,5 hektare sepanjang 2016 hingga 2026. Dari program tersebut, dana yang telah disalurkan mencapai Rp824,1 miliar. 

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Rino Anteno Tengo mengakui pelaksanaan PSR di Kalbar masih menghadapi persoalan data dan optimalisasi program.

“Kita peringkat kedua (luasnya) setelah Riau. Jadi sangat disayangkan, dana begitu besar kita hanya dapat sekitar dua persennya saja,” ujarnya, usai kegiatan Sosialisasi Program BPDP di Lingkup Kalimantan Barat, yang digelar oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalbar, Kamis (20/8).

Di satu sisi, Rino mengapresiasi dukungan BPDP yang dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat Kalbar. Namun, ia menilai dukungan tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat Kalbar merupakan salah satu daerah dengan potensi perkebunan sawit terbesar di Indonesia.

Advertisement

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dan mekanisme program tersebut. Selain PSR, BPDP juga memiliki sejumlah program lain yang dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia dan industri sawit.

Direktur Keuangan Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, mengatakan Kalbar menjadi salah satu daerah yang mendapatkan manfaat dari program PSR.

 “Selama satu dekade pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat, Kalimantan Barat menjadi salah satu penerima manfaat dengan total penyaluran mencapai Rp824,1 miliar,” ujarnya.

Zaid mengatakan BPDP memberikan dukungan terhadap sektor kelapa sawit mulai dari hulu hingga hilir. Menurutnya, keberlanjutan produktivitas sawit rakyat menjadi penting karena Indonesia merupakan salah satu negara eksportir sawit terbesar di dunia.

Meski demikian, diakuinya pelaksanaan PSR masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah belum meratanya informasi mengenai program tersebut kepada para pekebun. 

Advertisement

Artikel Terkait

Kemenag Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Guru serta Penyuluh Non-ASN

Kemenag Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Guru serta Penyuluh Non-ASN

Kemenag Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan memperkuat perlindungan jaminan sosial bagi guru madrasah dan penyuluh non-ASN.

11 UMKM Binaan BI Kalbar Tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026

11 UMKM Binaan BI Kalbar Tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026

Sebanyak 11 UMKM binaan BI Kalbar tampil di KKI 2026 Jakarta untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

PBSI Kalbar Ajak Warga Sukseskan Polytron Pontianak International Challenge dan Indonesia Masters

PBSI Kalbar Ajak Warga Sukseskan Polytron Pontianak International Challenge dan Indonesia Masters

PBSI Kalbar mengajak warga menyaksikan dua turnamen bulutangkis internasional di Pontianak pada 25 Agustus hingga 6 September.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer