Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SE2026 Pontianak Baru 87 Persen, BPS Kejar Data Usaha

N
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima tim petugas Sensus Ekonomi 2026 yang melakukan pendataan langsung di kediamannya, Senin (22/6). Pemerintah Kota Pontianak mendukung pelaksanaan sensus sebagai upaya memperoleh data ekonomi yang akurat untuk penyusunan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. (ISTIMEWA)
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerima tim petugas Sensus Ekonomi 2026 yang melakukan pendataan langsung di kediamannya, Senin (22/6). Pemerintah Kota Pontianak mendukung pelaksanaan sensus sebagai upaya memperoleh data ekonomi yang akurat untuk penyusunan kebijakan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. (ISTIMEWA)

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Pontianak baru mencapai 87 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat masih mengejar 13 persen data yang belum terkumpul sebelum batas akhir pendataan pada 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kalimantan Barat Muh. Saichudin mengatakan data yang masih dicari mencakup usaha rumah tangga serta bangunan yang secara khusus digunakan untuk kegiatan usaha.

Advertisement

“Progresnya sudah 87 persen, hampir 90 persen. Masih ada sekitar 10 persen yang belum didata, baik itu usaha rumah tangga maupun bangunan khusus usaha,” kata Saichudin dalam Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan Diskusi Sinergi Pendataan SE2026 di Aula Bank Indonesia, Pontianak, Sabtu (22/8).

Pelaku Usaha Masih Ada yang Menolak Didata

Belum rampungnya pendataan salah satunya dipengaruhi sosialisasi yang belum sepenuhnya menjangkau seluruh sasaran.

Advertisement

BPS masih menemukan pelaku usaha yang belum memahami tujuan dan manfaat SE2026. Kondisi tersebut membuat sebagian pelaku usaha belum bersedia memberikan informasi ketika petugas melakukan kunjungan pertama.

Dalam sejumlah kasus, petugas harus melakukan kunjungan ulang bersama Pengawas/Pemeriksa Lapangan (PML) atau pegawai BPS.

“Datang pertama menolak, kemudian datang lagi dengan PML atau pegawai BPS, baru bisa menerima petugas. Memang butuh effort tersendiri,” ujarnya.

Data Usaha Rumah Tangga Jadi Sasaran

Pendataan tidak hanya menyasar perusahaan atau tempat usaha berskala besar. Usaha yang dijalankan dari rumah juga menjadi bagian dari sasaran SE2026.

Bangunan yang secara khusus digunakan untuk kegiatan usaha juga perlu dicatat. Kelengkapan data tersebut penting untuk menggambarkan aktivitas ekonomi di Kota Pontianak secara lebih utuh.

Advertisement

Artikel Terkait

287 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kapuas Hulu Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

287 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Kapuas Hulu Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

287 petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kapuas Hulu mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Kalbar, 4.701 Petugas Siap Data Pelaku Usaha

Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai di Kalbar, 4.701 Petugas Siap Data Pelaku Usaha

Sensus Ekonomi 2026 resmi dimulai di Kalbar. Sebanyak 4.701 petugas diterjunkan untuk mendata aktivitas usaha hingga pelosok guna menghasilk

Sensus Ekonomi 2026 Kapuas Hulu Diperpanjang Hingga 15 September, BPS Sisir Pelaku Usaha

Sensus Ekonomi 2026 Kapuas Hulu Diperpanjang Hingga 15 September, BPS Sisir Pelaku Usaha

BPS Kapuas Hulu perpanjang Sensus Ekonomi 2026 hingga 15 September untuk verifikasi data dan sisir responden.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer