Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masyarakat Rindu Hujan, MUI Kalbar Ajak Salat Istisqa

A
Masjid Raya Mujahidin. foto Shando Safela
Masjid Raya Mujahidin. (DOK. PONTIANAK POST)

Advertisement

 

PONTIANAK POST – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat bersama sejumlah lembaga keislaman mengajak umat Islam melaksanakan salat istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang dan memburuknya kualitas udara akibat karhutla.

Salat istisqa akan digelar Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB di Lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak. MUI juga mengimbau masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta MUI kabupaten/kota yang tidak dapat hadir untuk menggelarnya di wilayah masing-masing.

Advertisement

Imbauan bersama itu ditandatangani MUI Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin, Senin (24/8).

Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca kering, penurunan kualitas udara, serta meningkatnya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.

Dalam imbauannya, MUI mengajak umat tidak hanya melaksanakan salat istisqa, tetapi juga memperbanyak istighfar dan bertobat, meminta maaf, serta menghentikan tindakan yang merusak lingkungan, termasuk pembakaran lahan secara liar.

Advertisement

Umat juga dianjurkan berpuasa sunnah tiga hari berturut-turut menjelang pelaksanaan salat istisqa, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, dan menyelesaikan perselisihan.

Pada pelaksanaan salat, jemaah dianjurkan mengenakan pakaian sederhana, hadir dengan sikap tawadhu, serta mengajak keluarga dan anak-anak.

Imbauan tersebut merujuk pada Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10–12 serta hadis Nabi Muhammad SAW tentang pelaksanaan salat istisqa ketika terjadi kekeringan.

MUI berharap ikhtiar tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi kemarau dan krisis asap yang sedang melanda Kalimantan Barat. (ars)

Advertisement

Artikel Terkait

Kemarau Berdampak pada Harga Sayuran di Pontianak, Sawi dan Kangkung Tembus Rp50 Ribu

Kemarau Berdampak pada Harga Sayuran di Pontianak, Sawi dan Kangkung Tembus Rp50 Ribu

Harga sayuran lokal di Pontianak naik akibat kemarau. Buncis Rp30 ribu, sawi Rp45 ribu, kangkung Rp50 ribu per kilogram.

Pasokan Air Bersih Terbatas, GemasBah Minta Satgas Darurat Segera Dibentuk di Pontianak

Pasokan Air Bersih Terbatas, GemasBah Minta Satgas Darurat Segera Dibentuk di Pontianak

Krisis air bersih di Pontianak mendorong GemasBah mengusulkan Satgas Darurat untuk mempercepat distribusi air kepada masyarakat.

Air Bersih Mulai Jadi Masalah di Pontianak, DPRD Minta Pemerintah Berger

Air Bersih Mulai Jadi Masalah di Pontianak, DPRD Minta Pemerintah Berger

Kabut asap dan minimnya curah hujan mulai memicu persoalan air bersih di Pontianak. DPRD minta pemerintah bergerak cepat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer