Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekda Kalbar Dorong EPPD Berbasis Data Berkualitas untuk Perbaikan Kinerja Daerah

I
Penulis: Idil Aqsa Akbary❯
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson. (Antara)
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson. (Antara)

Advertisement

PONTIANAK POST – Sekretaris Daerah Kalimantan Barat Harisson meminta hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) 2026 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) kabupaten/kota tahun 2025 disusun secara objektif, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil evaluasi diharapkan tidak sekadar menjadi nilai atau peringkat, tetapi menjadi dasar perbaikan kinerja pemerintah daerah.

Hal itu disampaikan Harisson saat mengikuti Expose Hasil EPPD Tahun 2026 terhadap LPPD Kabupaten/Kota se-Kalbar Tahun 2025 secara daring melalui Zoom Meeting dari Data Analytic Room Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (26/8/2026).

Menurut Harisson, EPPD merupakan instrumen penting untuk melihat capaian penyelenggaraan pemerintahan daerah secara sistematis melalui indikator kinerja makro dan indikator kinerja kunci.

“Pelaksanaan EPPD Tahun 2026 terhadap LPPD Kabupaten/Kota Tahun 2025 telah melalui serangkaian tahapan sesuai ketentuan dan mekanisme yang ditetapkan, mulai dari penyampaian LPPD, pemenuhan data dan dokumen pendukung, proses evaluasi melalui SILPPD, hingga pembahasan dan finalisasi oleh Tim Daerah,” ujar Harisson.

Ia menegaskan, hasil evaluasi harus mampu menunjukkan capaian pemerintah daerah sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih membutuhkan pembenahan.

Advertisement

“Dari proses evaluasi yang telah dilaksanakan, tentu terdapat capaian yang patut kita apresiasi. Namun, kita juga harus melihat secara objektif masih adanya ruang untuk perbaikan. Hasil EPPD hendaknya menjadi bahan refleksi bersama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan kinerja pembangunan daerah ke depan,” katanya.

Harisson menilai kualitas data menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan EPPD yang kredibel. Data untuk penilaian indikator kinerja makro harus memiliki sumber yang jelas, konsisten, dapat diverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, ia mendorong adanya kesamaan persepsi serta standar pengukuran kinerja yang konsisten di antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses evaluasi.

“Sinergi dengan BPS dalam penyediaan data statistik serta BPKP dalam perspektif pengawasan dan tata kelola menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas evaluasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Tim Daerah EPPD Kalbar yang melibatkan unsur Inspektorat, BKAD, Bapperida, serta dukungan BPKP dan BPS. Keterlibatan lintas instansi tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas dan akuntabilitas proses evaluasi.

Advertisement

Artikel Terkait

Kemarau dan Kabut Asap, Umat Islam Kalbar Diajak Salat Istisqa 29 Agustus

Kemarau dan Kabut Asap, Umat Islam Kalbar Diajak Salat Istisqa 29 Agustus

Salat Istisqa digelar serentak di Kalbar pada 29 Agustus 2026 untuk memohon hujan di tengah kemarau dan kabut asap.

Dua Atlet Perbakin Kalbar Menuju PON 2028, Dua Saudara Shooter Ukir Prestasi Gemilang

Dua Atlet Perbakin Kalbar Menuju PON 2028, Dua Saudara Shooter Ukir Prestasi Gemilang

Shooter muda Kalbar Yudhistira dan Arjuna berprestasi di Kejurnas Road to PON 2028 dan menjaga asa ke panggung nasional.

Wagub Kalbar Tegur Investor yang Dinilai Kurang Peduli, Kesejahteraan Warga Jadi Sorotan

Wagub Kalbar Tegur Investor yang Dinilai Kurang Peduli, Kesejahteraan Warga Jadi Sorotan

Wagub Kalbar Tegur Investor yang Dinilai Kurang Peduli, Kesejahteraan Warga Jadi Sorotan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer