Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perkuat Literasi Rupiah di Kalbar, BI Ingatkan Pentingnya Merawat Uang

N
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat, Christianus Lumano
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat, Christianus Lumano

Advertisement

PONTIANAK POST - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat mendorong masyarakat semakin memahami pentingnya Rupiah, tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat Christianus Lumano mengatakan Pemprov Kalbar siap bersinergi dengan BI dalam memperkuat literasi finansial masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Barat, Reinaldy Akbar Ariesha, mengatakan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah perlu diikuti dengan kebiasaan menjaga dan memperlakukan uang secara baik agar tetap layak digunakan dalam transaksi.

Menurutnya, Rupiah memiliki fungsi sebagai satuan hitung, alat pembayaran, sekaligus alat penyimpan nilai. Karena itu, menjaga kondisi fisik uang menjadi bagian penting dalam memperpanjang masa edar Rupiah.

“Kita bisa merawat uang Rupiah dengan gerakan 5J: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi,” kata Reinaldy.

Advertisement

Reinaldy menjelaskan, kondisi fisik Rupiah yang terjaga akan membuat uang lebih lama beredar dan tetap layak digunakan masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai cara memperlakukan uang menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Rupiah.

Di sisi lain, Ketua FJPI Kalbar, Dina Prihatini Wardoyo, menilai penguatan literasi Rupiah memiliki tantangan tersendiri di Kalimantan Barat karena karakteristik wilayahnya yang berbatasan langsung dengan negara lain.

“Kaliman­tan Barat banyak sekali kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain, termasuk Malaysia, sehingga kesadaran literasi finansial terhadap Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dinilai masih kurang untuk diaplikasikan masyarakat,” ujar Dina.

Kegiatan edukasi CBP Rupiah tersebut digelar untuk menyemarakkan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026. Kolaborasi BI Kalbar dan FJPI Kalbar diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai Rupiah, termasuk kepada masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Barat. (mse)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Bank Jangan Jadi Alat Represif, FWK Soroti Pembekuan Rekening Aktivis

Bank Jangan Jadi Alat Represif, FWK Soroti Pembekuan Rekening Aktivis

FWK menilai bank harus netral dan melindungi nasabah setelah rekening aktivis sempat dibekukan menjelang aksi demonstrasi.

Sejarah Bank Mandiri: Gabungan Empat Bank BUMN dan Lahir di Tengah Krisis

Sejarah Bank Mandiri: Gabungan Empat Bank BUMN dan Lahir di Tengah Krisis

Sejarah Bank Mandiri berawal dari merger empat bank BUMN, yakni BBD, BDN, Bank Exim, dan Bapindo pada 1999.

Rumah BUMN Pertamina Sanggau dan Bank Kalbar Dorong UMKM Naik Kelas

Rumah BUMN Pertamina Sanggau dan Bank Kalbar Dorong UMKM Naik Kelas

Rumah BUMN Pertamina Sanggau dan Bank Kalbar mendampingi UMKM lewat sertifikasi halal, NIB, perbankan, dan QRIS.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer