Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla dan Ancaman Penyakit Saluran Pernapasan

H
Penulis: Hanif❯
Ilustrasi - Petugas berjuang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara)
Ilustrasi - Petugas berjuang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). (Antara)

Advertisement

Oleh: Ns. Haryanto, S.Kep, MSN., Ph.D*

KEBAKARAN hutan dan lahan atau karhutla masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama di daerah yang memiliki kawasan hutan dan lahan gambut salah satunya Kalimantan Barat. Ketika musim kemarau berlangsung lama, lahan menjadi kering dan mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat menyebar dengan cepat, sedangkan kebakaran pada lahan gambut sering kali sulit dipadamkan karena api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah tanah.

Karhutla tidak hanya merusak hutan, menghilangkan habitat satwa, dan mengganggu aktivitas ekonomi. Asap yang dihasilkannya juga dapat menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pada saluran pernapasan. Bahkan, asap dapat terbawa angin hingga ke wilayah yang jauh dari lokasi kebakaran sehingga dampaknya dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Advertisement

 

Mengapa Asap Karhutla Berbahaya?

Asap karhutla mengandung campuran partikel dan gas berbahaya, seperti karbon monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, senyawa organik volatil, serta partikel halus PM₂.₅. Partikel PM₂.₅ memiliki ukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikrometer, sehingga tidak mudah terlihat oleh mata.

Advertisement

Karena ukurannya yang sangat kecil, PM₂.₅ dapat melewati mekanisme penyaringan alami pada hidung dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai bagian terdalam paru-paru. Sebagian partikel bahkan dapat masuk ke dalam aliran darah. Oleh karena itu, dampak asap karhutla bukan hanya berupa batuk atau tenggorokan gatal, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi paru-paru, jantung, dan organ tubuh lainnya.

Paparan asap dalam waktu singkat dapat menyebabkan mata perih dan berair, hidung tersumbat, tenggorokan kering, batuk, sakit kepala, suara serak, sesak napas, dan tubuh mudah lelah. Sementara itu, paparan dalam konsentrasi tinggi atau secara berulang dapat menimbulkan peradangan saluran napas, menurunkan fungsi paru-paru, dan memperburuk penyakit yang sebelumnya telah diderita.

 

Ancaman terhadap Saluran Pernapasan

Saluran pernapasan merupakan bagian tubuh yang pertama kali berhadapan langsung dengan asap karhutla. Ketika asap terhirup, partikel dan zat kimia di dalamnya dapat mengiritasi lapisan saluran napas. Tubuh kemudian merespons dengan meningkatkan produksi lendir dan memicu peradangan. Kondisi tersebut menimbulkan batuk, dahak, rasa berat di dada, serta kesulitan bernapas.

Pada penderita asma, paparan asap dapat memicu penyempitan saluran napas dan menyebabkan serangan asma. Penderita dapat mengalami batuk, napas berbunyi atau mengi, dada terasa berat, dan sesak napas. Sementara itu, pada penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asap dapat memperburuk gejala dan meningkatkan risiko perawatan di rumah sakit.

Advertisement

Artikel Terkait

Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina

Asap Karhutla Kalimantan Tembus Filipina

Asap karhutla Kalimantan mencapai Filipina, membahayakan udara Sarawak, dan memicu peringatan tertinggi ASEAN.

Kapolda dan Gubernur Kalbar Janji Tegas ke Korporasi Penyebab Karhutla

Kapolda dan Gubernur Kalbar Janji Tegas ke Korporasi Penyebab Karhutla

Lima tersangka ditetapkan dan 42 perusahaan diperiksa ketika karhutla memaparkan jutaan warga pada kabut asap berbahaya.

Heri Mustamin Dorong Indonesia Punya Pesawat Amfibi Khusus Pemadam Karhutla

Heri Mustamin Dorong Indonesia Punya Pesawat Amfibi Khusus Pemadam Karhutla

Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar Heri Mustamin dorong armada pesawat pemadam khusus tangani Karhutla permanen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer