Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekda Pontianak Tegaskan ASN Bukan Raja Kantoran, Harus Punya Mental Melayani

M
Penulis: Mirza Ahmad Muin❯
Sekda Pontianak, Amirullah
Sekda Pontianak, Amirullah

Advertisement

PONTIANAK POST - Seragam dinas dan meja kantor tidak lagi cukup menggambarkan sosok aparatur sipil negara (ASN) masa kini. Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menegaskan wajah ASN telah berubah dari birokrat yang identik dengan administrasi dan prosedur menjadi pelayan publik yang dituntut profesional, adaptif, kolaboratif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Perubahan itu, menurut Amirullah, harus dipahami sejak seseorang mulai mempersiapkan diri menjadi ASN. Birokrasi tidak boleh lagi hanya sibuk memastikan dokumen dan prosedur berjalan, tetapi harus memastikan pelayanan benar-benar cepat, bermanfaat, dan dirasakan masyarakat.

“ASN dulu, sekarang, dan yang akan datang itu berbeda. Ada perubahan paradigma yang harus dipahami,” kata Amirullah saat menjadi pemateri Career Readiness Bootcamp Universitas Tanjungpura, Selasa (1/9).

Amirullah menjelaskan perubahan tersebut dapat dilihat dalam tiga fase, yakni ASN masa lalu, masa kini, dan masa depan. Menurutnya, perkembangan zaman membuat birokrasi harus terus beradaptasi agar tidak tertinggal dari kebutuhan warga.

Ia mengakui birokrasi kerap mendapat stereotip sebagai institusi yang lambat dan gemuk. Namun, keberadaan birokrasi pada dasarnya dibutuhkan untuk menciptakan keteraturan dalam kehidupan masyarakat, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan hingga pengaturan lalu lintas.

Advertisement

“Birokrat hadir untuk menciptakan keteraturan. Tanpa birokrasi, banyak hal dalam kehidupan masyarakat tidak berjalan tertib,” jelasnya.

Menurut Amirullah, tantangan ASN saat ini bukan sekadar memahami aturan. Orientasi kerja harus bergeser dari sekadar kepatuhan terhadap prosedur menuju kemampuan memberikan pelayanan yang efektif.

“Kalau dulu birokrasi berorientasi pada aturan, sekarang harus berorientasi pada masyarakat. Dulu fokus pada prosedur dan administrasi, sekarang harus cepat dan bermanfaat,” ujarnya.

Di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak, jumlah ASN juga dinilai relatif efisien jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Amirullah menyebut rasio ASN terhadap penduduk berada di bawah satu persen, sekitar 0,7 hingga 0,8 persen.

Kondisi tersebut membuat kualitas kerja menjadi semakin penting. Dengan jumlah aparatur yang relatif terbatas, setiap ASN dituntut mampu bekerja efektif dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Advertisement

Artikel Terkait

32 Tahun Mengabdi, Harisson Purna Tugas dan Minta ASN Kalbar Lebih Disiplin serta Punya Inisiatif

32 Tahun Mengabdi, Harisson Purna Tugas dan Minta ASN Kalbar Lebih Disiplin serta Punya Inisiatif

Harisson purna tugas setelah 32 tahun mengabdi. Ia berpesan agar ASN Kalbar disiplin, berintegritas, kreatif, dan berinisiatif.

Pemkab Sintang Siapkan Perbup Bantuan Hukum untuk ASN yang Tersandung Perkara Kedinasan

Pemkab Sintang Siapkan Perbup Bantuan Hukum untuk ASN yang Tersandung Perkara Kedinasan

Pemkab Sintang menyiapkan Perbup bantuan hukum bagi ASN yang menghadapi persoalan hukum akibat tugas kedinasan.

Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat Ikuti BKN Menyapa ASN Bahas Penetapan Tewas dalam Tugas

Kanwil Kemenkum Kalimantan Barat Ikuti BKN Menyapa ASN Bahas Penetapan Tewas dalam Tugas

Kemenkum Kalbar mengikuti BKN Menyapa ASN yang membahas penetapan tewas dalam tugas, hak ahli waris, dan pelaporannya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer